<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lutviah.Net &#187; Semangat</title>
	<atom:link href="http://lutviah.net/tag/semangat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lutviah.net</link>
	<description>Catatan Kecil Tentang Komunikasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 May 2010 03:59:01 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Fokus!</title>
		<link>http://lutviah.net/2009/12/27/fokus/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2009/12/27/fokus/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 11:02:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[Saat menulis ini pikiranku sedang kacau, hatiku sedang galau, dan perasaanku sedang risau. Aku sedang menghabiskan minggu tenang Ujian Akhir Semesterku di rumah. Tentunya minggu tenang tidak dapat ku jadikan liburan dan ajang untuk santai-santai. Banyak tugas UAS yang harus aku selesaikan sampai tanggal 5 Januari nanti. Tapi entah kenapa, aku sama sekali tidak punya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/12/marker-focus.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-310" title="marker-focus" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/12/marker-focus.gif" alt="" width="177" height="177" /></a>Saat menulis ini pikiranku sedang kacau, hatiku sedang galau, dan perasaanku sedang risau. Aku sedang menghabiskan minggu tenang Ujian Akhir Semesterku di rumah. Tentunya minggu tenang tidak dapat ku jadikan liburan dan ajang untuk santai-santai. Banyak tugas UAS yang harus aku selesaikan sampai tanggal 5 Januari nanti. Tapi entah kenapa, aku sama sekali tidak punya semangat hari ini. Makan tidak enak, minum tidak nikmat, apalagi mengerjakan tugas yang bikin <span style="text-decoration: line-through;">skak mat</span> <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Iseng-iseng aku baca buku Champion karya Darmadi Dharmawangsa, lesson 3 yang berjudul &#8220;What You Focus&#8230; Will Expand&#8221;.<br />
<span id="more-309"></span></p>
<p>Buku itu menjelaskan tentang kekuatan sebuah fokus atau perhatian. Bagaimana seseorang dapat meraih apa yang ia inginkan jika ia menaruh perhatian dan fokus terhadap tujuan yang hendak ia capai. Ketika seseorang memiliki tujuan dan mimpi yang ingin ia raih, maka keinginan tersebut akan menghantuinya setiap hari. Sama halnya dengan jatuh cinta misalnya. Ketika seseorang merasakan jatuh cinta, maka bayangan si &#8220;dia&#8221; akan selalu menghantui dimanapun ia berada <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Namun tak semua keinginan tersebut dapat kita raih bukan? Hasilnya tentu bergantung pada usaha dan fokus kita dalam meraih mimpi tersebut. Bagaimana mungkin kita dapat meraih sesuatu sedangkan kita sendiri bahkan tidak memperhatikannya?</p>
<p>Aku jadi teringat perjuanganku ketika Ujian Akhir Nasional SMA. Percaya atau tidak, saat itu adalah pertama kalinya aku merasakan rasanya kerja keras dalam belajar. Setiap pagi, siang, sore, malam, hingga menjelang pagi aku belajar dengan keras. Sampai kantung mataku hitam dan belum juga hilang hingga sekarang. Mengapa aku berusaha begitu keras? Tak lain dan tak bukan karena aku fokus pada satu tujuan. Tujuanku adalah bisa lulus SMA dengan nilai terbaik dan jadi juara umum. Aku sadar, untuk meraih itu aku tidak punya cara lain selain belajar dengan keras. Aku singkirkan fokus terhadap hal lain. Tidur cepat, nongkrong di kantin, ngerumpi di kelas, semuanya aku lupakan. Aku berusaha fokus pada mimpiku dalam sebulan. Hasilnya, <em>alhamdulillah wa syukurillah </em>aku bisa meraih mimpi itu <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Saat itulah aku mengerti, ternyata fokus bisa mengantarkan sebuah mimpi menjadi kenyataan.</p>
<p>Namun aku bukanlah orang yang sempurna. Aku bukanlah orang yang selalu fokus dan berhasil meraih apapun dengan sukses. Salah satu kesalahanku adalah saat mengerjakan tugas makalah Bahasa Indonesia kemarin. Dosen telah memberiku tugas tersebut 2 minggu sebelumnya. Namun karena aku lebih fokus pada hal-hal tidak penting, maka pada hari-hari terakhir justru aku yang <em>pontang panting</em> <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Ya, saat itu aku menunda-nunda pekerjaan. Aku tidak fokus terhadap tugas yang prioritasnya tinggi, malah sibuk mengantri untuk nonton Sang Pemimpi. Alhasil, makalahku tidak maksimal bahkan mendekati gagal total <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Sangat ironis, saat aku sibuk menonton film bertemakan perjuangan, aku malah menyepelekan kewajiban.</p>
<p>Dari semua yang telah aku lalui, aku sadar betul akan pentingnya sebuah fokus. Dengan fokus kita dapat meraih mimpi kita dengan tepat dan cepat, dan tanpa fokus pula lah hidup kita akan tersendat-sendat. Dalam buku Champion, kekuatan fokus dianalogikan seperti bola lampu. Bola lampu yang berkekuatan 100 watt mampu menerangi sebuah ruangan yang cukup besar, namun dengan kekuatan yang sama jika difokuskan pada penampang yang berdiameter sangat kecil, sinar lampu tersebut dapat berubah menjadi sinar laser yang mampu membelah batu sekeras apapun. Kekuatan terbesar yang ada pada diri kita, baik berupa pikiran, perasaan, maupun tindakan, jika diarahkan dengan tepat maka akan menghasilkan hasil yang berlipat ganda. Begitupun sebaliknya, jika kita tidak mengarahkan kekuatan-kekuatan tersebut ke jalan yang benar, maka hasilnya pun tidak akan sesuai dengan apa yang kita harapkan.</p>
<p>Lewat tulisan ini aku berharap, semoga kita (khususnya aku) dapat melatih diri untuk fokus. Fokus terhadap hal-hal positif dan tujuan-tujuan yang ingin kita raih. Aturlah prioritas, fokus dan kerjakanlah hal-hal yang terpenting dahulu dan lanjutkan dengan hal-hal yang lain. Semoga kita berhasil meraih apapun yang kita inginkan. Semangat semua! <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2009/12/27/fokus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo Bermimpi!</title>
		<link>http://lutviah.net/2009/08/11/ayo-bermimpi/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2009/08/11/ayo-bermimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 11:54:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia&#8230;
Berlarilah tanpa lelah&#8230;
Sampai engkau meraihnya&#8230;
Itulah potongan lagu laskar pelangi yang beberapa waktu lalu sering kita dengar. Mungkin bagi kita itu hanyalah sebuah lagu, atau sebuah soundtrack film. Tapi jika kita cerna, bait-bait tersebut seakan mengingatkan kita untuk mau berani bermimpi, berani berusaha, dan berani meraihnya. Tak sampai disitu, film [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/08/ts29713-2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-290" title="ts29713-2" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/08/ts29713-2.jpg" alt="" width="161" height="161" /></a><em>Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia&#8230;<br />
Berlarilah tanpa lelah&#8230;<br />
Sampai engkau meraihnya&#8230;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Itulah potongan lagu laskar pelangi yang beberapa waktu lalu sering kita dengar. Mungkin bagi kita itu hanyalah sebuah lagu, atau sebuah <em>soundtrack </em>film. Tapi jika kita cerna, bait-bait tersebut seakan mengingatkan kita untuk mau berani bermimpi, berani berusaha, dan berani meraihnya. Tak sampai disitu, film laskar pelangi juga menyadarkan kita, bahwa mimpi itu bisa dicapai jika kita mau berusaha. Sudah pernah nonton filmnya, <em>kan</em>?</p>
<p><span id="more-278"></span>Ada sebuah tulisan berjudul Dare to Dream pada buku Champion karya Darmadi Dharmawangsa,  tulisan itu menjelaskan bahwa untuk membuat hidup kita berwarna, kita harus menghiasinya dengan mimpi-mimpi yang ingin kita capai. Seringkali kita melihat atau bahkan merasa kehidupan kita sangat membosankan. Menjalani hari-hari dengan biasa, dan ikut  terbawa kemanapun angin berhembus. Semua itu tak lain karena kita tak memiliki tujuan dan arah yang jelas, tak punya peta kemana kaki akan melangkah, dan tak punya tempat dimana raga akan beristirahat.</p>
<p>Pun begitu, tentunya mimpi juga tak akan ada artinya kan tanpa usaha?  Misalkan kita ingin menjadi presiden, tentunya kita harus terjun di dunia politik. Kita ingin menjadi <em>entrepreneur</em>, tentunya kita harus membangun sebuah usaha. Mengejar mimpipun harus mengikuti arah dan tahap-tahapnya, tak peduli sukses ataupun gagal. Seperti kata John Maxwell, <em>failure is the cost of achievement</em>. Kegagalan adalah mata uang yang harus kita keluarkan untuk meraih kesuksesan.</p>
<p>Pernah dengar kisah Wright Bersaudara? Tukang reparasi sepeda yang mempunyai mimpi membuat pesawat terbang. Mereka memulai usahanya pada tahun 1893. Tak ada yang percaya, tak ada yang mendukung, bagaimana mungkin sebuah benda bisa terbang di dunia seprimitif itu? Ratusan kali mereka gagal dan merugi karena  mesin mereka sering rusak dan patah diterjang angin. Beruntung Wright Bersaudara tidak menyerah, karena pada tahun 1903 mereka berhasil menerbangkan pesawat udara pertama di dunia. Bayangkan, mimpi itu baru dapat mereka raih setelah 10 tahun. Namun mari kita lihat, kesuksesan yang mereka raih bukanlah kesuksesan biasa. Penemuan mereka dapat kita manfaatkan hingga kini, dengan berbagai inovasi. Hanya berawal dari sebuah mimpi, sesuatu dapat bermanfaat hingga bertahun-tahun, bahkan berabad-abad yang akan datang.</p>
<p>Sebenarnya hal yang paling sulit bukanlah usaha yang kita lakukan, melainkan tetap bertahan untuk terus berusaha. Tekhnik membuat kapal mungkin bisa dipelajari, tapi untuk tetap bertahan belajar ditengah tekanan dan gunjingan, apakah kita masih sanggup? . Setidaknya itulah yang aku alami ketika saat-saat terakhir lulus SMA. Kesulitan ekonomi, sakit yang menghimpit, deretan jadwal ujian dan bayangan masa depan sempat membuatku menyerah dan bahkan berhasrat untuk <span style="text-decoration: line-through;">menikah</span> <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Padahal yang perlu aku lakukan hanya belajar dan mencari beasiswa kan, tapi hanya karena putus asa aku hampir saja merana selamanya <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Jadi, mulai temukanlah mimpi kita sekarang. Tanyakan pada diri kita apa yang kita inginkan, dan apa yang hendak kita capai. Menjelang lulus sekolah aku sering bertanya-tanya, kira-kira aku ada dimana ya september nanti? Apakah bekerja, pengangguran di rumah, atau kuliah? Pertanyaan itu terus menggelayutiku hingga aku berusaha untuk mencari jawabannya. Aku ingin kuliah, maka aku harus mencari caranya dengan segala keterbatasan yang ada. Situs beasiswa aku buru dan tes seleksi aku ikuti dengan sepenuh hati. Hingga akhirnya aku memperoleh jawaban, aku bisa kuliah <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Perjalanan panjang untuk meraih kesuksesan tidaklah sebentar. Jika Wreight Bersaudara membutuhkan waktu 10 tahun, bagaimana dengan kita? Semua tergantung kerja keras kita dan sesulit apa mimpi itu bisa diraih. Untuk terus mempertahankan semangat, setidaknya kita memerlukan “alarm” dan “reminder”. Kita bisa membuat “Papan Mimpi” yang berisi deretan mimpi yang ingin kita capai. Hal itu untuk terus mengingatkan bahwa kita memiliki “hutang” yang harus segera dibayar <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Menjelang lulus sekolah, aku mempunyai 3 tujuan kuliah yang akan aku perjuangkan. Satu tujuan utama dan yang lain tujuan cadangan. Ke tiga univesitas itu aku tulis di dinding kamar, termasuk jalur tes yang harus aku lewati. Terbukti ampuh dan bisa andalkan, aku menjadi lebih bersemangat dengan terus mengingat <em>dreaming list</em> yang harus aku capai. Dari 3 tujuan kuliah, 2 diantaranya berhasil aku dapatkan <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Jangan pernah merasa bahwa hasil yang diraih hanyalah karena hasil usaha kita. Tentunya ada campur tangan Allah dan doa-doa orang lain disana. Setelah kita berusaha dengan sekuat tenaga, tengadahkanlah tangan untuk berdoa dan meminta ridho-Nya. Mintalah kepada orang tua, saudara, dan teman-teman terdekat untuk ikut mendoakan kita. Percayalah, setiap kesuksesan adalah karunia, dan setiap kegagalan pasti ada hikmah didalamnya. So, bermimpi? siapa takut <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2009/08/11/ayo-bermimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kita ini Orang Hebat</title>
		<link>http://lutviah.net/2009/05/03/kita-ini-orang-hebat-2/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2009/05/03/kita-ini-orang-hebat-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 08:26:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Masa sekolah adalah masa-masa dimana kita berkembang dan berjuang. Masa dimana kita menggali dan mencari jati diri dan core competence yang kita miliki. Aku ini siapa? Kelebihanku apa? Kelemahanku apa? Aku akan jadi apa? Pertanyaan itu lah yang sering kali bercarut marut dalam fikiran kita sebagai anak muda  
Ironisnya, sering kali kita tidak menyadari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/05/successgif.png"><img class="alignleft size-full wp-image-257" title="successgif" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/05/successgif.png" alt="" width="179" height="182" /></a>Masa sekolah adalah masa-masa dimana kita berkembang dan berjuang. Masa dimana kita menggali dan mencari jati diri dan core competence yang kita miliki. Aku ini siapa? Kelebihanku apa? Kelemahanku apa? Aku akan jadi apa? Pertanyaan itu lah yang sering kali bercarut marut dalam fikiran kita sebagai anak muda <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ironisnya, sering kali kita tidak menyadari kelebihan-kelebihan yang tertanam dalam diri kita.Tanpa kita sadari, mungkin kita seorang pengarang hebat, penghasil ide-ide cemerlang, bahkan mungkin seperti si jenius Lintang. Kelebihan-kelebihan yang tertidur yang tak juga terbangunkan.. Mungkin karena tertutup malas, pacaran, atau keseringan jalan-jalan <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
<span id="more-256"></span> Aku pun sedang mengalaminya, tertidur bertahun-tahun tanpa sadar bahwa aku sedang dinina bobokan oleh diriku sendiri. Mungkin semua orang menyangka aku hebat, dengan sederet prestasi yang pernah aku raih. Tapi ternyata salah besar, masih ada langit diatas langit. ternyata aku tidak apa-apanya di tingkat nasional dengan hanya meraih urutan ke-6, tidak ada apa-apanya ketika menghadapi soal-soal spmb, dan ketika salah menganalisis soal-soal akuntansi di sekolah. AKU TIDAK APA-APANYA. Itulah yang saat ini aku sadari. Aku harus berusaha keras untuk mengejar ketertinggalanku. Untuk bisa mengejar remaja-remaja hebat lain yang sudah mendahuluiku <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Jangan dianggap membangun semangat itu mudah. Membangunkan semangat dalam jiwa sama sulitnya dengan bangun tidur. Sesuai dengan tingkat kantuk yang dideritanya. Jika masih dalam tahap ecek-ecek, mungkin sekedar di cubit juga sudah bangun. Tapi jika sudah kronis dan sudah kelamaan, mungkin harus disiram atau direndam dulu baru bisa bangun, itupun masih nguap-nguap dikit <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semangat untuk maju tidak bisa dengan mudah kita dapat. Tak semua orang bisa menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk dengan cepat, apalagi mengembangkan potensi diri dengan mudah. Butuh niat yang kuat dan konsistensi dari diri sendiri. Akupun mati-matian melakukannya. Begitu sulit membuang sifat keras dan malas yang sudah terlanjur melekat dalam jiwa <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Jatuh bangun biasa dalam perjuangan, meskipun lebih sering jatuhnya <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Tapi ya&#8230;apa daya. Kita tidak akan bisa maju jika terus diam dengan segala kelemahan yang ada.</p>
<p>Aku jadi teringat salah satu temanku di sekolah. Anak rajin yang jago bahasa inggris. Semua orang mengakui kehebatannya, terkecuali dirinya sendiri. semua orang bilang &#8220;You Can&#8221; sedangkan dirinya sendiri selalu bilang &#8220;I can&#8217;t&#8221;. Entah apa yang ia alami hingga ia begitu tidak percaya diri dan gampang menyerah. Seribu satu cara sudah kami lakukan untuk menyemangatinya, tapi ia tak kunjung bangun. Sayang sekali. Anak berpotensi harus terkubur oleh ego diri sendiri. Padahal diluar sana bergelut anak-anak biasa yang hanya bermodalkan semangat dalam berkompetisi, tapi bisa berhasil. Aku jadi mengerti, ternyata kecerdasan otak tanpa semangat sama saja dengan nol.</p>
<p>Karena itu, mulailah menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita. Aku akan jadi apa? apakah aku akan menjadi dokter, pilot, akuntan, atau pengangguran. Dirimu adalah seperti yang kamu fikirkan. Jika kita berfikiran bahwa kita akan menjadi pengangguran, maka fisik dan psikis kita secara otomatis akan tersetting menjadi pemalas. Begitu juga sebaliknya, jika kita sudah bercita-cita menjadi orang sukses, maka kita pun akan berbuat apapun untuk meraihnya.</p>
<p>Mari kita bangun semangat dari sekarang. Percayalah bahwa Tuhan telah menganugerahi kita banyak kelebihan yang mungkin belum kita sadari. Semua orang telah diciptakan dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Karena itu JANGAN PUTUS ASA! Karena KITA INI ORANG HEBAT! <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2009/05/03/kita-ini-orang-hebat-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Process is More than Result</title>
		<link>http://lutviah.net/2009/05/03/process-is-more-than-result/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2009/05/03/process-is-more-than-result/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 07:45:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah pertanyaan yang sering teman-temanku tanyakan, &#8220;Menurutmu mending cerdas atau pintar?&#8221;. Mungkin bagi sebagian orang cerdas dan pintar memiliki arti yang sama, tapi menurutku kedua hal itu berbeda. Cerdas adalah sebuah keadaan dimana seseorang mampu menangkap sebuah informasi dengan cepat tanpa harus berusaha dengan keras, sedangkan pintar adalah suatu keadaan dimana seseorang dapat mengerti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/05/success-way.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-252" title="success-way" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/05/success-way.jpg" alt="" width="220" height="180" /></a>Ada sebuah pertanyaan yang sering teman-temanku tanyakan, &#8220;Menurutmu mending cerdas atau pintar?&#8221;. Mungkin bagi sebagian orang cerdas dan pintar memiliki arti yang sama, tapi menurutku kedua hal itu berbeda. Cerdas adalah sebuah keadaan dimana seseorang mampu menangkap sebuah informasi dengan cepat tanpa harus berusaha dengan keras, sedangkan pintar adalah suatu keadaan dimana seseorang dapat mengerti suatu hal setelah bekerja keras sebelumnya. Awalnya pertanyaan temanku itu selalu ku jawab dengan kata &#8220;cerdas&#8221;, karena ku fikir enak kan jika kita bisa meraih suatu hal dengan mudah tanpa harus berusaha. Tapi lambat laun, fikiran itu mulai lenyap. Lenyap bersama kegagalan-kegagalan yang aku alami, pengalaman serta pergaulanku yang semakin luas.</p>
<p><span id="more-251"></span>Menjelang Ujian Nasional, seluruh siswa &#8220;seharusnya&#8221; stress dan lebih serius dalam belajar. Karena itu, aku mulai menyusun jadwal belajar dan sering belajar bareng dengan sahabatku. Hampir setiap hari kami berdiskusi, saling mengajari dan saling menyayangi <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Ironisnya, dari sekian banyak orang tidak ada yang mau bergabung dengan kami. Aku tidak bisa menyalahkan apalagi melecehkan, karena melihat mereka aku seperti berkaca dengan diriku sebelumnya. Hidup terasa begitu mudah, tanpa belajarpun hampir semua hal bisa kita raih. Tapi ternyata tanpa kita duga, itulah yang akan menidurkan dan menjatuhkan kita.</p>
<p>Sahabatku pernah mengatakan bahwa dia salut dengan orang-orang yang bisa mendapatkan nilai bagus tanpa belajar, dalam arti sang orang-orang cerdas. Itu karena kebanyakan dari kita hanya memikirkan hasil, bukan proses. Padahal, poin terpenting dari hasil pembelajaran adalah pembentukan karakter, bukan deretan nilai raport yang memuaskan. Dengan belajar, kita jadi tahu arti sebuah perjuangan dan kerja keras. Kita belajar untuk bersabar, rendah diri dan pasrah setelah ikhtiar yang telah kita lakukan. Jauh berbeda jika kita mendapatkannya dengan cara yang instan, berkah dari kecerdasan yang telah Allah berikan. Tanpa kita sadari, hal itu malah menumbuhkan sifat-sifat malas dan takabur dalam hati kita. Itulah yang aku sebut bahwa <em>process is more than result, and process teach us everything</em> <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Salah seorang temanku sering mengeluh bahwa semua usaha yang ia lakukan sejak SD hingga SMA tidak selalu mendapatkan hasil yang memuaskan. Padahal ia telah berusaha keras jauh melebihi teman-temannya yang lain. Mungkin baginya itu adalah sebuah kelemahan, namun bagiku itu adalah sebuah kelebihan yang luar biasa. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya gagal berkali-kali sementara orang lain dapat berhasil dengan mudah. Mungkin aku akan menyerah hingga nangis berdarah-darah, tapi dia tidak pernah melakukannya. SALUT! . Nilai tinggi mudah dicari, tapi semangat tinggi kemana lagi <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bukankah itu yang dibutuhkan republik kita saat ini? Semangat pantang menyerah para generasi muda untuk tetap berusaha membawa perbaikan bagi negeri ini. Bukan ratusan ijazah atau ribuan paper ilmiah yang negeri ini butuhkan. Tapi semangat, kerja keras dan rasa persatuan dan kesatuanlah yang menjadi kunci keberhasilan kita. Sebagai pelajar, mari kita mulai bangun semangat itu dari hal yang paling kecil. Tak perlu menunggu jadi caleg apalagi jadi capres, cukup dengan belajar dengan baik, maka itu berarti kita telah ikut membangun bumi pertiwi ini <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2009/05/03/process-is-more-than-result/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kegagalan</title>
		<link>http://lutviah.net/2008/07/07/kegagalan/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2008/07/07/kegagalan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 12:40:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Gagal. Sebuah kata yang sangat menyakitkan dalam kehidupan manusia. sebuah kata yang membuat seseorang menangis dan putus asa. Siapa yang tidak pernah merasakan kegagalan? Tidak lulus sekolah, tidak lulus UMB, gagal masuk sekolah favorit, begitu banyak contoh kegagalan yang terjadi dalam kehidupan kita. Haruskah kita menangis? Haruskah kita berputus asa? Tentu TIDAK kawan! Bukankah selalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2008/09/failure.jpg"><img class="size-full wp-image-82 alignright" title="failure" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2008/09/failure.jpg" alt="" width="181" height="224" /></a>Gagal. Sebuah kata yang sangat menyakitkan dalam kehidupan manusia. sebuah kata yang membuat seseorang menangis dan putus asa. Siapa yang tidak pernah merasakan kegagalan? Tidak lulus sekolah, tidak lulus UMB, gagal masuk sekolah favorit, begitu banyak contoh kegagalan yang terjadi dalam kehidupan kita. Haruskah kita menangis? Haruskah kita berputus asa? Tentu TIDAK kawan! Bukankah selalu ada hikmah dibalik semua peristiwa? Tak terkecuali kegagalan.</p>
<p>Kegagalan mungkin adalah sesuatu yang menyakitkan, yang tidak baik untuk diri kita, tapi ingatkah kita, bahwa tidak selamanya yang kita anggap baik, baik juga di mata Allah? Begitu juga sebaliknya, tak selamanya yang kita anggap tidak baik, tidak baik juga di mata Allah. Allah selalu menyimpan suatu hikmah dibalik setiap takdir-Nya. Just trust Allah guys!! <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ketika MTS, aku pernah mengikuti lomba speech tingkat provinsi di Anyer, saat itu aku gagal meraih juara. Bahkan ketika itu aku merasa sangat buruk dan hanya mempermalukan nama kabupatenku saja. GAGAL!! Itu yang aku dapatkan sesampainya di rumah. Sedih sekali… <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-81"></span>Tapi kegagalan itu yang membuatku semakin ingin belajar dan terus mencoba. Rupanya Allah memang punya rencana lain. Allah ingin aku berikhtiar dulu dan belajar arti dari kesabaran dan kerja keras. Alhamdulillah, setelah hampir 3 tahun akhirnya aku berhasil meraih juara 1 lomba speech tingkat provinsi di SMA. Bayangkan, pahitnya kegagalan itu berhasil terganti setelah penantian dan kerja kerasku selama 3 tahun! Saat itu aku hanya berfikir, mungkin jika Allah menjadikan aku juara ketika SMP, aku hanya akan menjadi gadis yang sombong dan tidak akan berlatih sekeras ini. Bukankah kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda? Dont give up gals!! Allah always give the best things for his ummah!! <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ada sebuah cerita lain tentang kegagalan. Sebut saja namanya Fulanah. Sudah 2 tahun ia mengikuti kursus untuk masuk PTN yang ia inginkan. Tapi sampai saat ini, ia selalu gagal. UMB tahun inipun ia gagal lagi. Padahal ia sudah mengorbankan materi, dan umurnya hanya untuk masuk ke PTN yang ia inginkan. memang benar bahwa hidup adalah perdjoeangan (<span style="text-decoration: line-through;"> wah, jadi inget Pa Romi nih</span> ) tapi apakah untuk itu kita harus mengorbankan segalanya? materi, usia, coba bayangkan jika dalam 2 tahun itu ia membuat alternatif lain dengan kuliah di PTN lain yang ia minati, mungkin kuliahnya sekarang sudah hampir selesai. Sekali lagi, berfikirlah positif. Mungkin Allah punya rahasia lain. Ingatlah bahwa tak selamanya baik menurut kita baik juga menurut Allah. Mungkin jika ia kuliah disana, ia malah akan semakin stress dengan segala tuntutan kompetesi dan tidak cocok dengan lingkungan yang ada. Ketika kita menginginkan sesuatu, berikhtiar dan berdoa memang cara utama. Tapi jika itu semua sudah kita lakukan tapi hasilnya tetap gagal, cobalah untuk bertawakal. Cari alternatif lain dan berfikirlah dewasa. Fikirkan berapa banyak biaya yang sudah dikeluarkan dan waktu yang terus berjalan. Berfikirlah bahwa diluar sana masih banyak PTN yang bagus dan dapat dijadikan tempat belajar. Be positive guys!! Allah always beside us!! <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>So, JANGAN PERNAH TAKUT GAGAL!! DON’T GIVE UP, BE POSITIVE, AND KEEP TRYING!! <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2008/07/07/kegagalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
