<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lutviah.Net &#187; Public Speaking</title>
	<atom:link href="http://lutviah.net/tag/public-speaking/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lutviah.net</link>
	<description>Catatan Kecil Tentang Komunikasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 May 2010 03:59:01 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pentingnya Flash Back dalam Pidato</title>
		<link>http://lutviah.net/2009/05/05/pentingnya-flash-back-dalam-pidato/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2009/05/05/pentingnya-flash-back-dalam-pidato/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 13:57:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi Massa]]></category>
		<category><![CDATA[Pidato]]></category>
		<category><![CDATA[Public Speaking]]></category>
		<category><![CDATA[Speech]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah kalimat yang sering aku dengar di sekolah, yaitu bangsa yang hebat adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Awalnya kalimat itu hanya ku anggap sebagai angin lalu saja. Bukankah sebagai manusia kita seharusnya menatap masa depan? Tapi lama-kelamaan aku sadar bahwa dalam kalimat tersebut tersimpan makna yang dalam, yaitu sejarah dapat mengajari kita banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/05/public-speaking.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-261" title="public-speaking" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/05/public-speaking.jpg" alt="" width="137" height="181" /></a>Ada sebuah kalimat yang sering aku dengar di sekolah, yaitu bangsa yang hebat adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Awalnya kalimat itu hanya ku anggap sebagai angin lalu saja. Bukankah sebagai manusia kita seharusnya menatap masa depan? Tapi lama-kelamaan aku sadar bahwa dalam kalimat tersebut tersimpan makna yang dalam, yaitu sejarah dapat mengajari kita banyak hal dan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan kita.</p>
<p>Begitu juga dalam pidato, ketika kita menyelipkan catatan sejarah di dalamnya maka pidato kitapun akan terasa lebih bermakna. Mengapa demikian? Karena sejarah merupakan sesuatu hal yang pernah terlewati oleh setiap manusia. Setiap orang memperoleh pengalaman dan pelajaran dari sejarah yang penah ia lewati atau ia dengar. Karena itu ketika kita menceritakan tentang suatu hal di masa lampau, maka para pendengarpun akan semakin tertarik dengan pidato kita. Karena saat itu mereka ikut mengingat, merasakan, dan membayangkan kejadian yang sedang kita ceritakan.</p>
<p><span id="more-262"></span>Seperti pengalamanku ketika mengikuti lomba pidato tingkat provinsi di UNTIRTA. Saat itu tema yang aku bawakan adalah &#8220;Peran pemerintah dalam menanggulangi bencana alam&#8221; . Saat itu aku sedikit stress karena persiapanku yang belum matang, apalagi dengan hafalan yang pas-pasan <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Sadar akan keterbatasanku, maka aku mulai menyusun strategi bagaimana cara menyampaikan pidato dengan baik, minimal dari segi pronounciation dan body language. Ketika menemukan cerita bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia, aku mulai berfikir bahwa ini adalah timing yang tepat untuk memainkan suara. Ketika menceritakan tragedi tsunami, aku langsung berakting sedih, termehek-mehek, hingga berkaca-kaca <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Tadinya aku fikir gaya ini terlalu lebay, namun juri ternyata berfikiran lain. Akhirnya aku berhasil meraih juara pertama meskipun dengan perasaan aneh, kok bisa menang yah <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kenyataannya adalah, sejarah memang memberikan pengaruh khusus bagi setiap orang. Mengapa orang-orang bisa tertarik dengan tragedi tsunami yang aku ceritakan? Karena hal itu memang membekas di hati mereka, suatu kejadian yang membangkitkan rasa kemanusiaan bagi setiap orang. Ketika kita mengusungnya kembali ke hadapan mereka, maka para pendengar akan kembali terenyuh dan menyimak setiap kata yang kita ucapkan, apalagi jika dibawakan dengan gaya yang lebay dan aduhai <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Dengan kata lain, untuk membuat pidato kita lebih mengena di hati para pendengar alangkah baiknya jika kita menyisipkan sedikit catatan sejarah. Seperti sejarah kemerdekaan, kisah orang-orang sukses, dan sebagainya. Itu akan memberikan motivasi lebih kepada pendengar untuk bukan saja menyimak, tapi juga mengikuti apa yang kita ucapkan. Karena merekapun membutuhkan bukti, bukan sekedar basa-basi <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2009/05/05/pentingnya-flash-back-dalam-pidato/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sukses Pidato dengan 3 V</title>
		<link>http://lutviah.net/2009/03/11/sukses-pidato-dengan-3-v/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2009/03/11/sukses-pidato-dengan-3-v/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 07:28:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi Massa]]></category>
		<category><![CDATA[Public Speaking]]></category>
		<category><![CDATA[Speech. Pidato]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Setelah hampir 4 tahun berkelana dalam dunia pidato sekolah, aku masih belum mengerti betul tentang kiat-kiat khusus dalam berpidato. Akhirnya sembari blog walking kesana kesini, aku menemukan sebuah artikel dalam blog Pak Ronny tentang kiat-kiat sukses dalam marketing. Salah satunya adalah mengenai 3 V, yaitu Verbal, Vokal dan Visual. Meski pembahasannya tentang kiat-kiat dalam pemasaran, tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/03/speechgraphic4.gif"><img class="alignright size-full wp-image-226" title="speechgraphic4" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/03/speechgraphic4.gif" alt="" width="223" height="203" /></a>Setelah hampir 4 tahun berkelana dalam dunia pidato sekolah, aku masih belum mengerti betul tentang kiat-kiat khusus dalam berpidato. Akhirnya sembari blog walking kesana kesini, aku menemukan sebuah artikel dalam blog Pak Ronny tentang <a href="http://ronnyfr.com/index.php/2007/01/11/mengapa-bahasa-tubuh-dan-intonasi-penting-dalam-penjualan/">kiat-kiat sukses dalam </a><a href="http://ronnyfr.com/index.php/2007/01/11/mengapa-bahasa-tubuh-dan-intonasi-penting-dalam-penjualan/">marketing</a>. Salah satunya adalah mengenai 3 V, yaitu Verbal, Vokal dan Visual. Meski pembahasannya tentang kiat-kiat dalam pemasaran, tapi tips-tips ini juga sangat bermanfaat bagi speaker-speaker pemula seperti kita <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p style="text-align: left;">Verbal atau pemilihan kata merupakan hal penting yang menentukan kesuksesan pidato seseorang. Tentunya sebelum berpidato, kita telah mempertimbangkan hal apa saja yang akan disampaikan, dimana kita akan berpidato, dan dihadapan siapa saja. Misalnya kita berpidato dalam acara perpisahan sekolah, tentu kata-katanya pun akan jauh berbeda dengan pidato dalam acara ulang tahun. Kita harus dapat memilih dan memilah dengan baik terhadap apa yang akan kita sampaikan.</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-202"></span>Masalah yang sering timbul dalam pidato adalah lupa teks, disinilah kemampuan verbal kita sangat dibutuhkan. Jika kamu hanya mengandalkan hafalan saja, berdoalah semoga kamu tidak lupa. Kalau sampai hal itu terjadi, bersiaplah untuk dibicarakan orang atau ditertawakan <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Perlu teman-teman ketahui, bahwa yang terpenting dalam sebuah pidato bukanlah kesesuaian teks dengan pidato yang disampaikan, tetapi pada penampilan dan ketenangan kita dalam menyampaikannya. Lupa teks juga bukan akhir dari segalanya lho, gantilah kalimat-kalimat tersebut dengan kalimat-kalimat kita sendiri, asalkan tidak keluar dari topik yang dibicarakan. Jika masih tidak bisa, abaikan kalimat-kalimat tersebut dan langsung loncat pada kalimat-kalimat selanjutnya. Setidaknya itu lebih baik daripada kita terbata-bata didepan umum <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p style="text-align: left;">Trik tersebut juga pernah terpaksa aku lakukan ketika mengikuti Speech Contest Tk. Provinsi. Di tengah-tengah pidato, aku lupa satu paragraf dan langsung meloncat pada paragraf berikutnya. Deg degan, takut dan malu bercampuk aduk ketika pengumuman 5 besar yang akan maju pada babak selanjutnya. Alhamdulillah aku masuk <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  , meskipun tadinya aku hopeless duluan karena lupa tadi <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Pada saat interview, aku menjawab semua pertanya juri dan menjelaskan tentang hal-hal yang belum aku sampaikan. Alhasil, aku berhasil meraih juara pertama, what a wonderful moment <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Karena itu, jangan pernah menyerah dengan lupa, percayalah bahwa pasti ada kemudahan jika kita berusaha <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p style="text-align: left;">Intonasi atau vocal seseorang berpengaruh besar terhadap pesan yang kita sampaikan. Lewat vocal, kita akan mengetahui bagaimana keadaan sang pembicara. Apakah ia sedang marah, sedih, atau bahagia. Begitu juga dengan pidato, jika kita memiliki kemampuan vokal yang baik, tentu pidato kita akan terasa lebih mengesankan dan lebih bermakna <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Misalnya intonasi tinggi ketika memberi semangat, intonasi rendah ketika menyampaikan hal duka, dan alunan-alunan suara lainnya sehingga audience dapat terbawa dalam suasana pidato yang kita ciptakan. Terbayang gak sih kalo kita berpidato dengan intonasi yang datar-datar saja, pasti audience sudah kebosanan, ketiduran dan rasanya ingin berteriak, &#8220;woyy.. udahan&#8221;  <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Jika kita ingin membuat audience tertarik dengan pidato kita, maka tugas kita adalah membuat pidato kita menarik. Keberhasilan pidato bukan hanya dinilai dari content atau isinya saja, tapi juga dari bagaimana cara kita menyampaikannya. Percuma tow kita ngomong sampai berbusa-busa tapi tidak ada yang mendengarkan <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  .</p>
<p style="text-align: left;">Pernah liat film Mr. Bean? Film komedi legendaris yang punya jutaan penggemar. Mr. Bean mampu memvisualisasikan dirinya sehingga menjadi tontonan yang menarik tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Ini berarti bahwa penyampaian pesan kepada seseorang bukan hanya melalui kemampuan verbal tapi juga bisa dari kemampuan visual. Visual atau yang biasa kita sebut body language juga merupakan hal penting dalam proses komunikasi. Coba saja bayangkan kalau kita tampil berpidato dengan hanya berdiri mematung di depan audience tanpa bergerak sedikitpun, apa kata dunia? <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p style="text-align: left;">Body language yang dapat kita tampilkan dalam pidato meliputi banyak hal. Bisa dengan eye contact, gerakan tangan, mimik wajah, dan lain-lain. Tidak perlu lebay, yang penting aduhai. Gerakan-gerakan tersebut dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya ketika berpidato, kita harus memandang semua audience. Pandangan kita jangan sampai terlihat kosong. Kita harus terlihat seperti benar-benar memperhatikan mereka, dengan begitu audience juga akan tertarik dan ikut memperhatikan penampilan kita <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Dengan body language, pidato kita akan terasa lebih hidup dan lebih ekspresif.</p>
<p style="text-align: left;">Aku jadi teringat pengalaman pertamaku mengikuti Speech contest semasa SMP. Berbekal selembar teks pidato buatan kakakku berjudul &#8220;Teenager&#8217;s Life&#8221; dan latihan berminggu minggu disekolah, akhirnya aku memberanikan diri mengikuti Lomba Pidato Bahasa Inggris Tk. Kabupaten. Selama 2 minggu aku tak henti-hentinya aku berlatih. Di rumah, di sekolah, di perjalanan, dan dimana saja <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  , sampai-sampai aku hafal semua intonasi dan body language yang kakak dan guruku ajarkan. Tapi ternyata itu semua hanya mengantarkanku pada juara ke-2, karena di tengah pidato ada kalimat yang terputus karena aku lupa saking gugupnya <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Hal itu menjadi pelajaran berharga bagiku, bahwa dalam berpidato yang terpenting bukanlah hafalan, tapi kesatuan verbal, vocal dan visual yang harmonis dan natural <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align: left;">Setelah kejadian itu, aku mulai belajar berpidato dengan &#8220;jujur&#8221;. Tanpa hafalan yang berlebihan, tapi lebih kepada penguasaan materi, permainan vokal dan pengaturan body language yang natural dan tidak dibuat-buat. Dengan begitu, kita tidak perlu takut lagi dengan lupa teks atau masalah yang lainnya. Karena sebelum masalah itu datang, kita telah mempersiapkan solusinya. seperti kata pepatah , sedia payung sebelum hujan <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Mari kita satukan kemampuan verbal, vokal dan visual dalam satu harmonisasi pidato yang kita sampaikan. Selamat berpidato <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2009/03/11/sukses-pidato-dengan-3-v/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Speech&#8230;Siapa takut?</title>
		<link>http://lutviah.net/2008/09/09/speechsiapa-takut/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2008/09/09/speechsiapa-takut/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 09:55:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi Massa]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Pidato]]></category>
		<category><![CDATA[Public Speaking]]></category>
		<category><![CDATA[Speech]]></category>
		<category><![CDATA[Tips dan Trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[ketika pertama kali diminta pembina OSIS SMP untuk mengikuti lomba English Speech Contest, aku sama sekali tidak mengerti apa yang harus aku persiapkan. Tadinya aku fikir, teks pidato dan menghafal saja sudah cukup, tapi ternyata tidak! Banyak hal yang harus dikuasai untuk menjadi speaker yang baik. Bukan modal bacaan, hafalan, apalagi modal kecantikan   [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2008/09/giuliani-speech.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-142" title="giuliani-speech" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2008/09/giuliani-speech-281x300.jpg" alt="" width="181" height="203" /></a>ketika pertama kali diminta pembina OSIS SMP untuk mengikuti lomba English Speech Contest, aku sama sekali tidak mengerti apa yang harus aku persiapkan. Tadinya aku fikir, teks pidato dan menghafal saja sudah cukup, tapi ternyata tidak! Banyak hal yang harus dikuasai untuk menjadi speaker yang baik. Bukan modal bacaan, hafalan, apalagi modal kecantikan <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  , tetapi modal yang harus kita persiapkan pertama kali adalah mental kita sendiri. Dalam hal public speaking, yang harus kita taklukan bukanlah materi yang kita sampaikan, melainkan para audience supaya tertarik dengan pidato kita. Jangan sampai gugup, takut, apalagi ribut ketika berbicara di depan, anggaplah kita sedang bercerita, berdiskusi dan saling berbagi inspirasi <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-141"></span>Aku jadi teringat dengan pengalaman pertamaku ikut lomba pidato, saat itu aku sangat gugup dan takut tak bisa menyampaikan pidato dengan baik. Berulang kali aku talar teks pidatoku tiada henti. Sampai pada saatnya aku tampil, ternyata aku belum bisa menguasai mentalku dengan baik. Kalimat demi kalimat aku ucapkan dengan lancar dan tertata, tapi menjelang akhir pidato, aku sedikit tersendat karena lupa. Padahal tadinya sudah aku hafal hingga diluar kepala (<span style="text-decoration: line-through;">ilang donk</span> ? <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  ). Mengapa demikian? Tak lain dan tak bukan hanya karena aku gugup! Masalah mental tersebut ternyata sangat berpengaruh demi menunjang kemampuan kita berpublic speaking. Persiapan yang matang, hafalan materi, semuanya bisa musnah jika kita tidak dapat menjaga mental kita dengan baik.Bagaimana bersikap di depan orang banyak, berbicara dan body language kita semua ditentukan dari sebaik apa mental kita.</p>
<p>Untuk melatih kepekaan berbicara, aku sering mendengarkan pidato-pidato orang lain. Duduk manis di bangku penonton dan menyimak pidato orang lain ternyata membuat kita semakin peka dalam berbicara. Dengan menempatkan diri sebagai pendengar, kita akan tahu apa yang audience rasakan ketika menyimak sebuah pidato. Ada yang tidur bahkan kabur jika pidato yang disampaikan oleh sang pembicara itu boring dan terkesan garing <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .Sebaliknya, jika pidatonya yang disampaikan bagus tentu kita akan tertarik dan terbawa hanyut dalam setiap kalimat yang ia ucapkan. Nah itu dia! Belajarlah dari hal tersebut. Berbicaralah dengan sebaik mungkin, dan tempatkan diri kita bukan hanya sebagai speaker tapi juga sebagai audience sehingga pidato kita akan lebih indah dan penuh makna <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Materi yang bagus bukanlah kunci untuk menjadikan sebuah pidato itu juga bagus. Kunci yang terpenting sebenarnya adalah kunci yang dipegang oleh speaker itu sendiri. Jika kita sudah bisa menguasai jiwa, raga dan materi yang akan kita sampaikan, pasti pidato kitapun akan terdengar lebih natural dan aduhai <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Misalnya ketika kita berpidato di depan anak-anak SMA, cukup dengan menyampaikan motivasi, tukar pengalaman dan sharing pengetahuan, pidato kita pasti akan mereka cerna dengan baik jika kita menyampaikannya dengan sempurna. Kesempurnaan pidato bukan dilihat dari seberapa bagusnya materi yang disampaikan, melainkan dari sejauh mana pidato itu terserap oleh audience yang menyimaknya. Meskipun materi yang disampaikan itu ecek-ecek dan terkesan becek, yang penting kan bisa membuat audience termehek-mehek. Lebih bagus kan? <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebenarnya, yang pertama kali harus dimiliki seorang speaker atau pembicara adalah keberanian. Keberanian untuk maju, tampil, dan berbicara di depan orang banyak. Memang sih,sifat-sifat tersebut tidak mudah kita miliki.Kita dapat melatihnya dengan melakukan hal-hal kecil.Seperti berdiskusi, bercerita, hingga <span style="text-decoration: line-through;">bergosip-gosip ria</span> <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Jika kita sudah bisa mendominasi dalam berbicara dan berdiskusi, sedikit demi sedikit sifat-sifat tersebut akan tertanam dalam diri kita. Tidak akan ada lagi perasaan gugup dan gerogi ketika berbicara di depan banyak orang. Kita akan merasa lebih tenang dan nyaman dalam menyampaikan materi-materi yang kita sampaikan.</p>
<p>Tidak ada yang perlu kita takutkan dalam berpidato. Jika materi sudah siap, kita tinggal mengatur nafas dan mental kita untuk maju ke depan. Berbicaralah senyaman, setegas, dan sebagus yang kita bisa. Semua yang kita ungkapkan dan dan bicarakan kita sesuaikan dengan style bicara kita sendiri. Tak perlu memaksa tegas dan garang,padahal aslinya lemah gemulai <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Performance yang memaksa dan tidak natural akan terkesan buruk dan tidak akan menarik di mata audience. Karena itu, jadilah diri sendiri, dan teriaklah dengan kencang, &#8220;Speech&#8230;Siapa takut?&#8221; <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2008/09/09/speechsiapa-takut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Debate Skill Untuk Pemula</title>
		<link>http://lutviah.net/2008/09/07/debate-skill-untuk-pemula/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2008/09/07/debate-skill-untuk-pemula/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 20:50:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi Massa]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Debat]]></category>
		<category><![CDATA[Public Speaking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Bergelut di dunia perdebatan membuat aku memiliki keberanian lebih dalam hal public speaking. Sudah 2 tahun lebih semenjak aku memasuki dunia SMA aku dikenalkan dengan &#8220;English Debating Championship&#8221; di berbagai ajang lomba. Bagiku debat adalah suatu hal yang menyenangkan dan penuh tantangan. Karena itu, ditulisan ini akan aku share beberapa pengalamanku dan rahasia-rahasia suksesku dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2008/09/15_debate_lg.jpg"><img class="size-full wp-image-63 alignright" title="15_debate_lg" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2008/09/15_debate_lg.jpg" alt="" width="253" height="170" /></a>Bergelut di dunia perdebatan membuat aku memiliki keberanian lebih dalam hal public speaking. Sudah 2 tahun lebih semenjak aku memasuki dunia SMA aku dikenalkan dengan &#8220;English Debating Championship&#8221; di berbagai ajang lomba. Bagiku debat adalah suatu hal yang menyenangkan dan penuh tantangan. Karena itu, ditulisan ini akan aku share beberapa pengalamanku dan rahasia-rahasia suksesku dalam berdebat-debat ria <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Debat adalah kegiatan adu argumentasi, adu suara, dan adu kemampuan berbicara. Pada debat-debat kompetitif biasanya sudah disediakan peraturan-peraturan bagi para pesertanya. Bagaimana menyampaikan argumentasi, mematahkan argumentasi lawan, struktur perdebatan dan tema yang akan dibahas. Jadi, kita tidak asal bicara atau berdebat seenaknya. Semua aspek yang kita tunjukan ketika debat berlangsung dinilai sepenuhnya oleh dewan juri. Jika kita melontarkan kata-kata kasar atau menghujat maka bersiap-siaplah mendapat potongan nilai dari sang dewan juri <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Biasanya nilai yang akan dikurangi adalah nilai manner. Makanya, berbicaralah dengan sesopan dan setegas mungkin tanpa mencaci atau memaki apalagi memutilasi <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p><span id="more-62"></span>Sejujurnya, ketegasan dan kegarangan dalam debat bukanlah hal yang mutlak untuk menjadi pemenang. Dengan berbicara lemah gemulaipun kita dapat memenangkan hati juri. Bukan dengan rayuan gombal, gomse*, apalagi gobang* <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  , tapi dengan memainkan nada suara agar terdengar meyakinkan dan dapat mempengaruhi orang lain sehingga percaya dengan apa yang kita ucapkan. Yang terpenting adalah, jadilah diri sendiri ketika berbicara. Tak perlu berpura-pura garang atau lembut saat menyampaikan argumentasi. Karena jika kita memaksa, performance kita malah akan terlihat kaku dan kurang meyakinkan.</p>
<p>Aku jadi teringat dengan pengalaman debatku beberapa tahun ini. Selama bergentayangan dalam dunia perdebatan SMA dan SMK, aku sudah sering melihat bermacam-macam debater. Ada yang garang, lembut, jayus bahkan terkesan jablay <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Semua yang aku temui aku jadikan sebagai bahan belajar. Pun begitu, aku tetap tidak menghilangkan karakter bicaraku yang lembut, lebay, dan aduhai <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Mengadopsi karakter berbicara orang lain sah-sah saja, apalagi bagi para pemula. Karakter tersebut dapat kita mix dengan karakter bicara kita yang asli. Misalnya karakter bicara kita yang lembut kita komposisikan dengan kegarangan supaya gaya bicara kita bisa lebih terdengar tegas dan meyakinkan. Kadangakala, karakter bicara kita juga masih banyak kekurangan. Makanya, kita harus belajar dan berlatih lebih banyak.</p>
<p>Ketika berdebat, banyak tantangan yang kita hadapi. Seperti motion yang tidak kita kuasai, kekurangan argumentasi, kehilangan ide, sampai personal attack dari opposite team. Memang sih, personal attack dalam debat edukasi tidak diperbolehkan. Tapi tetap saja, kadang-kadang masih ada saja peserta yang bersikap seperti itu untuk menjatuhkan mental lawan. Untuk menghadapi hal-hal semacam itu, kita harus memiliki pertahanan mental yang kuat. Bersikaplah seperti biasa, anggap saja ledekan-ledekan tersebut hanyalah semilir angin yang berlalu pergi <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Jika berani, ledekan-ledekan tersebut juga dapat kita tangkis dan kita buat musnah <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  , misalnya dengan cara menambahkan argumentasi atau dengan meyakinkan juri bahwa argumentasi yang kita sampaikan itu tidak salah dan paling benar. Jangan sampai hanya karena dicerca sedikit oleh lawan bicara, kita langsing down dan speechless. Seorang debater bukan hanya membutuhkan kemampuan berbicara, tapi juga fisik dan mental yang kuat dan sehat. Mengapa demikian? Karena fisik yang tegap dan pandangan mata yang tajam juga bisa menjatuhkan lawan.</p>
<p>Sampaikanlah argumentasi kita dengan seyakin mungkin, anggaplah apa yang kita ucapkan adalah yang paling benar dan jangan ragu sedikitpun. Meskipun sebenarnya argumentasi kita kurang akurat dan menjauhi kebenaran <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Teguhlah dengan positioning kita, meskipun sebenarnya kita tidak setuju dengan hal tersebut. Misalnya ketika kita menghadapi motion &#8220;Pemerintah harus menghapus Ujian Nasional&#8221; dan kita ada dalam posisi Affirmative, maka apapun yang terjadi kita harus setuju dan yakin dengan hal itu, meskipun sebenarnya hati kita bertentangan dengan motion tersebut. Karena keyakinan dari diri sendiri adalah modal awal untuk menjadi debater yang handal. Chayo debater-debater Indonesia! <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Gobang* = Gombal Banget</p>
<p>Gomse* = Gombal sekali</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2008/09/07/debate-skill-untuk-pemula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
