<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lutviah.Net &#187; Debat</title>
	<atom:link href="http://lutviah.net/tag/debat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lutviah.net</link>
	<description>Catatan Kecil Tentang Komunikasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 May 2010 03:59:01 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Debat Parlemen Australasia</title>
		<link>http://lutviah.net/2008/10/16/debat-parlemen-australasia/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2008/10/16/debat-parlemen-australasia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 08:44:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi Massa]]></category>
		<category><![CDATA[Debat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Bagi kamu yang pernah mengenal debat khususnya di SMK, pasti sudah sering mendengar jenis format debat yang satu ini. Dari tahun ke tahun, dalam kompetisi debat di LKS (Lomba Kompetisi Siswa) selalu menggunakan format debat ini. Sebenarnya sih, terdapat beberapa jenis format debat, seperti american style, british, dan lain-lain. Tetapi selama berkeliaran di dunia perdebatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2008/10/06debatecaucus533.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-184" title="06debatecaucus533" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2008/10/06debatecaucus533.jpg" alt="" width="266" height="152" /></a>Bagi kamu yang pernah mengenal debat khususnya di SMK, pasti sudah sering mendengar jenis format debat yang satu ini. Dari tahun ke tahun, dalam kompetisi debat di LKS (Lomba Kompetisi Siswa) selalu menggunakan format debat ini. Sebenarnya sih, terdapat beberapa jenis format debat, seperti american style, british, dan lain-lain. Tetapi selama berkeliaran di dunia perdebatan sekolah, format debat inilah yang peling sering aku gunakan <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .  Sistem atau format debat ini sendiri diadopsi dari format debat yang ada di Parlemen Australia.</p>
<p>Dalam format debat australasia terdapat 2 pihak yang saling mendebat, yaitu Tim Afirmatif (Pihak Pemerintah) dan Tim Negatif (Pihak Oposisi). Masing-masing tim berusaha meyakinkan Dewan Juri (Parlemen) dengan menyampaikan argumentasinya dengan jelas, tegas, dan culas <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Seperti terdapat dalam <a href="http://lutviah.net/2008/09/07/debate-skill-untuk-pemula/">tulisanku sebelumnya</a>, bahwa banyak hal yang dapat kita lakukan untuk meyakinkan dewan juri. Tak perlu dengan nada yang cepat atau suara yang seperti kilat, cukup dengan penyampaian argumentasi yang jelas dan nada suara yang pas, kita sudah bisa memenangkan hati juri. Dengan catatan, materi atau argumentasi yang kita sampaikan berbobot dengan fakta yang tidak asal comot <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p><span id="more-183"></span>Selain Tim Afirmatif, Tim negatif, dan Dewan juri, ada pihak lain yang berperan dalam format debat australasia, yaitu Ketua Sidang (Chairperson) dan Pencatat Waktu (Time Keeper). Ketua Sidang (Chairperson) bertugas membuka debat, memperkenalkan masing-masing pembicara dari kedua tim, mengumpulkan dan memeriksa keabsahan penilaian dewan juri, mempersilahkan tim juri mengadakan penjurian oral (oral adjudication), mengumumkan pemenang, dan menutup debat. Sedangkan tugas pencatat waktu (Time Keeper) adalah mengamati waktu bicara masing-masing speaker, memberikan isyarat waktu, dan mencatat serta mengumumkan waktu yang dihabiskan speaker kepada audience.</p>
<p>Masing-masing tim baik tim afirmatif maupun tim negatif terdiri dari 3 orang pembicara (Speaker), yaitu first speaker, second speaker, dan third speaker. Baik tim maupun masing-masing speaker memiliki tugas yang berbeda-beda. Selain pidato utama (Substansial Speech), terdapat pula pidato balasan (Reply Speech) yang disampaikan pada akhir debat oleh masing-masing tim. Pidato utama (Substansial Speech) adalah pidato yang disampaikan oleh masing-masing speaker dari tiap tim. Sedangkan Pidato Balasan (Reply speech) adalah pidato yang hanya disampaikan oleh satu speaker dari tiap tim di akhir debat setelah semua speaker menyampaikan substansial speech. Bisa oleh first speaker, second speaker, maupun third speaker. Durasi waktunyapun berbeda, substansial speech lamanya 5 menit 20 detik, sedangkan untuk reply speech 3 menit 20 detik. Usahakan waktu penyampaiannya pas dan sesuai ya, karena baik kurang maupun lebihpun akan mengurangi penilaian dari sang dewan juri <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Secara umum, tugas tim afirmatif adalah mendefinisikan topik (motion) yang diajukan, memberikan batasan (Limitation), dan memberikan argumentasi yang mendukung serta contoh kasus.  Dengan pembagian tugas, speaker pertama menyampaikan definisi topik, batasan, job description (Pembagian tugas), dan argumentasi awal. Sedangkan second speaker dan third speaker bertugas mendukung first speaker dengan menyampaikan argumentasi yang telah dibagi dan disepakati. Dengan catatan third speaker tidak boleh membuka masalah baru, karena sudah sampai pada akhir perdebatan.</p>
<p>Sama halnya dengan tim afirmatif, tim negatif juga terdapat pembagian tugas. Bedanya, karena tim negatif adalah pihak oposisi, maka tim negatif tidak berhak menyanggah definisi dan limitasi dari tim afirmatif. Tetapi jika definisi dan limitasi  yang diajukan oleh tim afirmatif salah mutlak, maka tim negatif berhak mengajukan challenge (Keberatan) dan mengajukan definisi baru. Setiap speaker dari tim negatif bertugas memberikan argumentasi dan menyanggah setiap argumentasi dari tim afirmatif. Sama dengan sebelumnya, third speaker dari tim negatifpun tidak boleh membuka masalah baru.</p>
<p>Sebelum debat dimulai, masing-masing team diberi waktu oleh panitia untuk case building (Membangun kasus) selama 30 menit. Selama itu masing-masing team bisa bekerja sama, berdiskusi, bahkan bernyanyi dan menari <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  supaya nanti argumentasi yang disampaikan oleh setiap pembicara dapat elaboratif dan tidak terpecah-pecah.  Pada saat case building, semua speaker harus benar-benar bekerja sama dan berdiskusi. Seluruh argumentasi yang akan disampaikan nanti harus dirancang bersama dan disepakati, baik mengenai definisi, limitasi, bukti-bukti maupun argumentasi.</p>
<p>Berbeda dengan format debat yang lain, format australasia lebih rapih dan tenang. Setiap pembicara tidak diperbolehkan mengajukan POI (Point Of Information) ketika pembicara dari tim lawan menyampaikan materi dan baru diperbolehkan mereject (membantah) ketika ia tampil. Bersabarlah untuk tidak langsung membantah argumentasi lawan, jangan sampai kelepasan apalagi keceplosan <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Karena sikap yang tidak baik dan menyalahi aturan akan mengurangi nilai manner bagi kita <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Jika sudah sampai waktunya tampil, bantahlah semua argumentasi lawan yang bertentangan dengan kita. Dengan catatan, reject (bantahan) yang kita lontarkan tepat dan akurat <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Chayo Debater Indonesia! Keep Fight, Be Strong, and Be a Winner! <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2008/10/16/debat-parlemen-australasia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Debate Skill Untuk Pemula</title>
		<link>http://lutviah.net/2008/09/07/debate-skill-untuk-pemula/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2008/09/07/debate-skill-untuk-pemula/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 20:50:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi Massa]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Debat]]></category>
		<category><![CDATA[Public Speaking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Bergelut di dunia perdebatan membuat aku memiliki keberanian lebih dalam hal public speaking. Sudah 2 tahun lebih semenjak aku memasuki dunia SMA aku dikenalkan dengan &#8220;English Debating Championship&#8221; di berbagai ajang lomba. Bagiku debat adalah suatu hal yang menyenangkan dan penuh tantangan. Karena itu, ditulisan ini akan aku share beberapa pengalamanku dan rahasia-rahasia suksesku dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2008/09/15_debate_lg.jpg"><img class="size-full wp-image-63 alignright" title="15_debate_lg" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2008/09/15_debate_lg.jpg" alt="" width="253" height="170" /></a>Bergelut di dunia perdebatan membuat aku memiliki keberanian lebih dalam hal public speaking. Sudah 2 tahun lebih semenjak aku memasuki dunia SMA aku dikenalkan dengan &#8220;English Debating Championship&#8221; di berbagai ajang lomba. Bagiku debat adalah suatu hal yang menyenangkan dan penuh tantangan. Karena itu, ditulisan ini akan aku share beberapa pengalamanku dan rahasia-rahasia suksesku dalam berdebat-debat ria <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Debat adalah kegiatan adu argumentasi, adu suara, dan adu kemampuan berbicara. Pada debat-debat kompetitif biasanya sudah disediakan peraturan-peraturan bagi para pesertanya. Bagaimana menyampaikan argumentasi, mematahkan argumentasi lawan, struktur perdebatan dan tema yang akan dibahas. Jadi, kita tidak asal bicara atau berdebat seenaknya. Semua aspek yang kita tunjukan ketika debat berlangsung dinilai sepenuhnya oleh dewan juri. Jika kita melontarkan kata-kata kasar atau menghujat maka bersiap-siaplah mendapat potongan nilai dari sang dewan juri <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Biasanya nilai yang akan dikurangi adalah nilai manner. Makanya, berbicaralah dengan sesopan dan setegas mungkin tanpa mencaci atau memaki apalagi memutilasi <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p><span id="more-62"></span>Sejujurnya, ketegasan dan kegarangan dalam debat bukanlah hal yang mutlak untuk menjadi pemenang. Dengan berbicara lemah gemulaipun kita dapat memenangkan hati juri. Bukan dengan rayuan gombal, gomse*, apalagi gobang* <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  , tapi dengan memainkan nada suara agar terdengar meyakinkan dan dapat mempengaruhi orang lain sehingga percaya dengan apa yang kita ucapkan. Yang terpenting adalah, jadilah diri sendiri ketika berbicara. Tak perlu berpura-pura garang atau lembut saat menyampaikan argumentasi. Karena jika kita memaksa, performance kita malah akan terlihat kaku dan kurang meyakinkan.</p>
<p>Aku jadi teringat dengan pengalaman debatku beberapa tahun ini. Selama bergentayangan dalam dunia perdebatan SMA dan SMK, aku sudah sering melihat bermacam-macam debater. Ada yang garang, lembut, jayus bahkan terkesan jablay <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Semua yang aku temui aku jadikan sebagai bahan belajar. Pun begitu, aku tetap tidak menghilangkan karakter bicaraku yang lembut, lebay, dan aduhai <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Mengadopsi karakter berbicara orang lain sah-sah saja, apalagi bagi para pemula. Karakter tersebut dapat kita mix dengan karakter bicara kita yang asli. Misalnya karakter bicara kita yang lembut kita komposisikan dengan kegarangan supaya gaya bicara kita bisa lebih terdengar tegas dan meyakinkan. Kadangakala, karakter bicara kita juga masih banyak kekurangan. Makanya, kita harus belajar dan berlatih lebih banyak.</p>
<p>Ketika berdebat, banyak tantangan yang kita hadapi. Seperti motion yang tidak kita kuasai, kekurangan argumentasi, kehilangan ide, sampai personal attack dari opposite team. Memang sih, personal attack dalam debat edukasi tidak diperbolehkan. Tapi tetap saja, kadang-kadang masih ada saja peserta yang bersikap seperti itu untuk menjatuhkan mental lawan. Untuk menghadapi hal-hal semacam itu, kita harus memiliki pertahanan mental yang kuat. Bersikaplah seperti biasa, anggap saja ledekan-ledekan tersebut hanyalah semilir angin yang berlalu pergi <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Jika berani, ledekan-ledekan tersebut juga dapat kita tangkis dan kita buat musnah <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  , misalnya dengan cara menambahkan argumentasi atau dengan meyakinkan juri bahwa argumentasi yang kita sampaikan itu tidak salah dan paling benar. Jangan sampai hanya karena dicerca sedikit oleh lawan bicara, kita langsing down dan speechless. Seorang debater bukan hanya membutuhkan kemampuan berbicara, tapi juga fisik dan mental yang kuat dan sehat. Mengapa demikian? Karena fisik yang tegap dan pandangan mata yang tajam juga bisa menjatuhkan lawan.</p>
<p>Sampaikanlah argumentasi kita dengan seyakin mungkin, anggaplah apa yang kita ucapkan adalah yang paling benar dan jangan ragu sedikitpun. Meskipun sebenarnya argumentasi kita kurang akurat dan menjauhi kebenaran <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Teguhlah dengan positioning kita, meskipun sebenarnya kita tidak setuju dengan hal tersebut. Misalnya ketika kita menghadapi motion &#8220;Pemerintah harus menghapus Ujian Nasional&#8221; dan kita ada dalam posisi Affirmative, maka apapun yang terjadi kita harus setuju dan yakin dengan hal itu, meskipun sebenarnya hati kita bertentangan dengan motion tersebut. Karena keyakinan dari diri sendiri adalah modal awal untuk menjadi debater yang handal. Chayo debater-debater Indonesia! <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Gobang* = Gombal Banget</p>
<p>Gomse* = Gombal sekali</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2008/09/07/debate-skill-untuk-pemula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
