Posts tagged ‘Review’

March 15th, 2011

Media Massa dan Propaganda Politik

by via

Media merupakan alat yang sangat strategis dan efektif untuk mempengaruhi khalayak. Oleh karena itu, tidak heran jika sejak dahulu banyak aktor politik yang memanfaatkan media untuk melakukan propaganda kepada masyarakat. Propaganda sendiri adalah rangkaian pesan yang disampaikan untuk mempengaruhi pendapat dan sikap masyarakat.

Di indonesia, propaganda dengan menggunakan media sudah dilakukan sejak masa kolonial. Pada saat pers mulai berkembang di Indonesia, pemerintah Belanda telah menguasai dan menggunakannya sebagai alat propaganda, salah satunya adalah melalui surat kabar Memorie Dex Nouvelles . Hal ini juga berlanjut pada masa penjajahan Jepang, dimana media-media yang dinilai membahayakan kepentingan mereka dicabut dari peredaran, khususnya media-media yang masih dipengaruhi oleh Belanda. Pada masa penjajahan ini, media massa hampir sepenuhnya dikuasai oleh para penjajah untuk melakukan propaganda kepada masyarakat.

Pasca kemerdekaan, media massa di Indonesia masih tetap saja digunakan sebagai media propaganda. Pada masa pemerintahan Soekarno, media massa digunakan untuk melegitimasi kekuasaanya. Ia memperkenalkan konsep ‘Guided Democracy’ yang mewajibkan media-media massa harus berada di bawah kontrol pemerintah, salah satunya adalah penyedia berita ANTARA. Pada masa ini, media massa khususnya radio digunakan oleh Sukarno sebagai alat untuk berorasi dan menyebarkan pengaruhnya kepada masyarakat.

Kekuasaan pemerintah terhadap media massa makin terasa pada masa orde baru, dimana semua media massa dan arus informasi berada dibawah kontrol pemerintah. Soeharto sebagai presiden saat itu membangun ikatan yang kuat antara pers dengan pemerintah, sehingga saat itu tidak ada kebebasan pers dan media massa sepenuhnya berada dibawah kontrol dan pengaruh pemerintah. Selain itu, hal tersebut makin diperparah dengan dikuasainya media massa oleh keluarga Soeharto. Dengan demikian, media massa menjadi sangat terkekang dan tidak bisa berkembang.

Media massa menjadi sangat efektif untuk melakukan propaganda karena media massa memiliki kemampuan mempengaruhi masyarakat yang tinggi. Media massa dapat digunakan untuk self marketing melalui berita dan informasi yang disiarkan, misalnya pada waktu kampanye politik. Melalui informasi-informasi di media sebelumnya telah dikonstruksi, masyarakat pada akhirnya akan terpengaruh oleh berita-berita tersebut dan mengikuti kehendak si pembuat medianya itu sendiri.

Media massa menentukan agenda publik, dan peran media adalah mendorong dukungan publik terhadap kepentingan-kepentingan tertentu yang mendominasi pemerintah dan masyarakat . Asumsi tersebut makin memperkuat pandangan bahwa media massa memang digunakan sebagai alat propaganda oleh kelompok-kelompok tertentu. Lebih dari itu, media massa juga menentukan agenda publik dan mengaturnya sedemikian rupa agar dapat berhasil mempengaruhi masyarakat sehingga dapat memenuhi kepentingan kelompok-kelompok tersebut.

Dalam menentukan keputusan politik, masyarakat akan selalu membutuhkan referensi. Berdasarkan kajian psikologi, norma dan pengaruh interpersonal memberikan pengaruh terhadap sikap seseorang . Hal ini jugalah yang kemudian dimanfaatkan oleh media ketika melakukan kegiatan propaganda. Melalui berita-berita yang disiarkan, media secara tidak langsung telah memberikan referensi kepada masyarakat untuk mempengaruhi keputusan politiknya. Semakin sering berita tersebut diberikan, maka akan semakin besar pengaruh yang akan didapatkan oleh masyarakat.

Selain itu, konsep mediated others juga digunakan dalam melakukan propaganda melalui media. Media seringkali menampilkan endorser atau model untuk memperkuat pesan-pesan yang disampaikannya. Endorser ini bisa berupa orang-orang biasa untuk merepresentasikan masyarakat pada umumnya atau orang-orang yang berpengaruh dalam masyarakat untuk dijadikan opinion leader agar dapat mempengaruhi persepsi khalayak. Teknik endorser merupakan teknik persuasif populer yang sudah banyak digunakan, khususnya dalam dunia periklanan. Dalam kaitannya dengan propaganda,  teknik ini juga banyak digunakan karena dapat mempengaruhi sisi psikis khalayak.

Persepsi dan nilai-nilai yang disampaikan oleh media massa sering kali dianggap sebagai persepsi masyarakat keseluruhan. Dalam masyarakat kontemporer, media massa seakan-akan merepresentasikan opini dan persepsi masyarakat secara umum . Oleh karena itu, banyak orang yang menggunakan informasi yang ada di media massa sebagai referensi karena informasi di media dianggap mewakili persepsi masyarakat. Karakteristik media massa tersebut menjadi sangat beresiko untuk dijadikan alat propaganda, karena bisa jadi pesan-pesan yang disampaikan media massa hanyalah hasil konstruksi dari pemiliki kepentingan-kepentingan tertentu dan sama sekali tidak mewakili persepsi masyarakat secara keseluruhan.

Sementara itu, fungsi media sebagai media informasi terlihat jelas pada saat terjadi krisis. Media massa menjadi alat penting dalam penyebaran informasi dan mengingatkan masyarakat akan kejadian-kejadian tertentu . Oleh karena itu, rating berita meningkat pada saat terjadi krisis karena setiap orang mengakses media untuk mendapatkan informasi dan konfirmasi tentang krisis yang sedang berlangsung.

Peningkatan akses terhadap media tersebut pada akhirnya akan berimplikasi terhadap peningkatan kepercayaan khalayak terhadap pesan-pesan yang disampaikan media. Dengan demikian, kekuatan media akan menjadi semakin kuat dalam mempengaruhi khalayak dan akan semakin efektif jika orang-orang yang memiliki kepentingan menggunakannya untuk melakukan propaganda-propaganda tertentu. Meskipun pada saat krisis media cenderung memiliki sumber-sumber berita yang terbatas, hal itu tetap tidak menutup kemungkinan akan dijadikannya media sebagai alat propaganda pada saat krisis berlangsung.

Tulisan ini merupakan rangkuman buku “The Psychology of Media and Politics” karya George Comstock, buku “Media Effect and Society” karya Elizabeth M Perse, buku “The Media and Political Change in Southeast Asia karya Jonathan Woodier, dan buku “The Media Effect: How The News Influences Politics and Government” karya Jim Willis. Versi PDF dapat didownload
disini.

December 11th, 2010

Bismillah, Ini tentang Cinta

by via

Ini adalah novel paling tebal yang pernah aku baca. Jumlah halamannya sekitar 455 halaman. Namun begitu, novel ini sama sekali tidak membuat para pembacanya jenuh untuk membaca halaman demi halaman cerita dalam novel ini. Bahkan membuat aku penasaran dan sulit berhenti, kecuali jika ada hal yang penting.Novel ini bercerita tentang seorang murid SMA bernama Haydar beserta 2 orang gadis yang kemudian menjadi takdirnya, Salma dan Lexa. Sebuah cinta segitiga yang dialami anak-anak remaja namun berakhir dengan indah.

read more »

December 11th, 2010

Entrok, Sebuah Permulaan

by via

Apa yang saya rasakan ketika membaca novel karya Okky Madasari ini adalah perasaan ingin meledak. Bagaimana tidak, hati saya teriris ketika menyaksikan kekejaman pemerintah mengebiri kehidupan rakyat, hati saya muak melihat para penjilat yang tega memfitnah seseorang yang tidak bersalah, hati saya menangis menyaksikan betapa tidak harmonisnya kehidupan keluarga. Sungguh, novel Entrok berhasil mengaduk-ngaduk perasaan saya.
read more »

September 11th, 2010

Hiduplah Anakku, Ibu Mendampingimu

by via

Aku benar-benar menangis. Setelah terpana dengan buku Aku Terlahir 500Gr dan Buta karya Miyuki Inoue, hari ini aku membaca buku karangan ibunya yang menceritakan perjuangan hidupnya dalam membesarkan dan mendidik Miyuki. Aku Terlahir 500Gr dan Buta adalah buku yang menjawab semua kisah yang Miyuki ceritakan dalam bukunya terdahulu. Jika di buku Miyuki kita menyaksikan lika liku kehidupannya  yang penuh perjuangan untuk bisa tetap hidup, maka di buku ini kita menyaksikan bagaimana kasih sayang tulus mengalir dari seorang ibu, baik dalam bentuk pelukan, ciuman, maupun omelan. Kedua buku itu memperlihatkan kolaborasi indah antara kasih sayang seorang ibu dan anaknya.Perjalanan Rangkasbitung- Jakarta benar-benar tak terasa dengan membaca halaman demi halaman buku ini. Tak terasa, aku sering kali menangis, tertawa, dan merenung ketika membacanya. Tanpa kusadari, ternyata banyak yang memperhatikan ;) mungkin mereka aneh karena aku menangis, tertawa, lalu senyum-senyum sendiri. Jangan-jangan mereka menyangka aku gila, amnesia, atau insomnia ;) . Ah, tapi aku tak peduli, yang penting buku ini harus selesai kubaca, harus ada sesuatu yang aku dapat, dan akan aku tulis disini.

read more »

September 11th, 2010

Aku Terlahir 500Gr dan Buta

by via

Miyuki Inoue. Seorang gadis jepang yang tidak beruntung. Ia buta, cacat, dan tidak mempunyai keluarga yang lengkap. Ia bersama ibunya Michiyo Inoue, berjuang mengarungi hidup yang begitu sulit dan penuh cobaan. Hingga akhirnya mereka dapat memetik hasil dari kerja kerasnya selama ini.

Ketika membaca buku ini, kadang aku berfikir, apakah benar ini kisah nyata? Apakah benar ada ibu yang setegar ini? Apakah mungkin ada anak cacat sesemangat ini? Tapi ini benar-benar kisah nyata, sebuah kehidupan di negeri Jepang, Provinsi Fukuoka. Aku benar-benar terhanyut ketika membacanya. Kadang aku tertawa, kaget, bahkan menagis ketika halaman demi halaman selesai aku baca. Bahasa buku ini begitu ringan, mirip sebuah buku harian. Rasanya seperti membaca curhat (curahan hati) dari seseorang. Kita dipaksa untuk mendengarkan, dan merasakan apa yang dialami oleh penulis saat itu.

read more »

January 12th, 2010

Mengikat Makna

by via

Membaca bagi sebagian orang mungkin adalah sesuatu yang membosankan dan menjemukan. Sama dengan fikiranku sebelum membaca buku ini, “Mengikat Makna” buah karya penulis terkenal Hernowo. Buku ini secara langsung menyadarkan kita akan makna membaca. Tak hanya itu, Hernowo juga mengajarkan kita untuk mengikat ilmu yang kita dapat dengan menuliskannya. Sebuah kolaborasi yang tidak pernah aku fikirkan sebelumnya. Membaca dan menulis yang mungkin bagi sebagian orang apalagi pelajar mungkin adalah suatu hal yang biasa. Membuat karangan, membaca buku pelajaran, membaca novel atau teenlit, berlalu begitu saja tanpa manfaat yang dapat kita raih. Buku bagi sebagian orang hanyalah sebuah bacaan yang monoton dan tidak mengandung makna. Begitu juga bagiku, bahkan aku pernah berfikir, daripada membeli sebuah buku dan membacanya, lebih baik dipake shopping (biasalah anak muda ;) ) Tapi buku ini sekali lagi meruntuhkan semua pendapat itu.Ada sebuah kalimat dalam buku ini yang sebenarnya kita tahu tapi tak pernah kita renungkan “BUKU ADALAH HARTA KARUN ILMU”. Semua orang pasti pernah mendengar kalimat itu, tapi apakah pernah kita merenungkannya? Bukankah seseorang yang mendapatkan banyak harta karun akan menjadi kaya? Begitu juga dengan membaca. ketika kita mulai membaca banyak buku, itu berarti kita telah banyak menemukan harta karun. Dengan membaca, kita bisa berkenalan dengan Albert Einsten, mengetahui riwayat hidupnya, dan mempelajari ilmu-ilmunya. Dengan membaca, kita bisa masuk ke zaman perang dunia, merasakan ketegangan yang terjadi, dentuman bom atom dan kekacauan yang terjadi sepanjang kota Hiroshima dan Nagasaki. Dengan membaca, kita dapat berkeliling dunia. Kita dapat mengetahui berbagai daerah, beserta adat istiadatnya. (Asyik kan?). Begitu banyak jenis ilmu yang bisa kita dapatkan dari sebuah buku. Karena itu, Banyaklah membaca, dan bersiaplah menjadi orang kaya!! ;)

read more »