Allah Kok Gak Adil Ya…
Setiap manusia, memiliki kehidupan yang berbeda-beda. Fisik yang berbeda, keluarga yang berbeda, rizki yang berbeda, dan segala perbedaan yang tidak bisa disebutkan satu-persatu. Sebagai manusia yang tidak pernah puas, tentu kita selalu menginginkan yang terbaik. Ketika kita menemukan diri kita tidak sesempurna orang lain, sering kali kita berkata, “Allah koq gak adil yaa…” ![]()
Hal ini sering kali aku temukan di lingkungan teman-teman sebayaku, termasuk akupun pernah merasakannya. Keluarga yang tidak sempurna, ekonomi yang lemah, otak pas-pas’an, dan kekurangan-kekurangan lain yang dimiliki manusia. Kita lebih sering menengadah ke atas dari pada menunduk pada nasib masyarakat bawah.
Ketika kita merasa keluarga kita tidak sempurna, bukankah masih ada beribu-ribu anak yatim piatu yang bahkan tidak tahu siapa orang tua mereka?
Ketika kita sadar bahwa otak kita tidak secerdas orang lain, sadarlah bahwa di dunia ini masih ada berjuta-juta orang yang belum bisa membaca dan menulis.
Ketika kita terhimpit kesulitan ekonomi, ingatkah kita masih ada beribu-ribu keluarga yang hanya bisa makan nasi aking setiap harinya?
Ketika paras kita tidak secantik atau setampan orang lain, tengoklah ke rumah rumah sakit. Begitu banyak penderita bibir sumbing, cacat mata, dan penderita penyakit-penyakit lainnya yang tidak seberuntung kita.
Begitu banyak ketika yang hanya akan mengganggu kehidupan kita, jika kita terus mengeluh dan tak mensyukurinya. Bukankah Allah akan menambah nikmat-Nya jika kita mensyukurinya?
