<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Lutviah.Net</title>
	<atom:link href="http://lutviah.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lutviah.net</link>
	<description>Catatan Kecil Tentang Komunikasi</description>
	<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 04:54:48 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Kenapa Kita Berkomunikasi?</title>
		<link>http://lutviah.net/2010/03/01/kenapa-kita-berkomunikasi/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2010/03/01/kenapa-kita-berkomunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 04:37:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengantar Komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[
Jangan pernah berharap kalau kita akan bisa terlepas dari yang namanya komunikasi.  Seumur hidup kita akan terus bergelut dengan hal ini. Tak peduli panas, hujan, maupun  badai, kita akan terus berkomunikasi  .Dr. Everett Kleinjan dari East West Center Hawaii bahkan mengatakan bahwa komunikasi merupakan bagian kekal dari kehidupan manusia seperti bernafas. Sepenting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2010/03/ngobrol1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-362" title="ngobrol1" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2010/03/ngobrol1-300x186.jpg" alt="" width="240" height="149" /></a>Jangan pernah berharap kalau kita akan bisa terlepas dari yang namanya komunikasi. <span> </span>Seumur hidup kita akan terus bergelut dengan hal ini. Tak peduli panas, hujan, maupun <span> </span>badai, kita akan terus berkomunikasi <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> .Dr. Everett Kleinjan dari East West Center Hawaii bahkan mengatakan bahwa komunikasi merupakan bagian kekal dari kehidupan manusia seperti bernafas. Sepenting itukah komunikasi bagi kita? Kenapa kita harus berkomunikasi? Seorang ahli komunikasi, Harold D. Lasswell mencoba menjawab pertanyaan ini. Ia menyebutkan 3 fungsi dasar yang menjadi penyebab mengapa manusia perlu berkomunikasi. Penasaran? Baca terus yaa <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span id="more-351"></span><strong>Pertama, karena manusia memiliki hasrat untuk mengontrol lingkungannya.</strong> Dengan berkomunikasi, kita dapat melihat peluang, menyadari ancaman, mengetahui kejadian-kejadian, dan mengembangkan pengetahuan.Berita gempa bumi di Chili sebesar 8.8 SR disertai prediksi tsunami di kawasan Amerika tersebar di berbagai media diseluruh belahan dunia. Dengan melihat media tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi dan berjaga-jaga dari ancaman musibah yang mungkin akan terjadi. Disinilah proses komunikasi berperan, dimana informasi yang didapatkan seseorang dapat membantunya memahami lingkungan dan mengarahkan apa yang harus ia lakukan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Kedua, karena manusia selalu berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan.</strong> Manusia diciptakan sebagai makhluk yang senantiasa ingin diterima dalam lingkungannya. Kita tidak ingin diintimidasi, ditolak, apalagi dijitak <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Untuk bisa membina hubungan dengan orang lain, kita pasti perlu berkomunikasi<span> </span>kan <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . Kalau hanya berdiam diri dan asik sendiri, bagaimana bisa kita berteman? <span> </span>Kita perlu berkomunikasi <span> </span>untuk mengutarakan perasaan, membina hubungan, dan diterima oleh lingkungan. Seperti saat pertama kali aku masuk Universitas. Tidak ada yang aku kenal dan tidak ada yang bisa aku ajak bicara. Senjataku satu-satunya hanyalah mencoba berkenalan, melebarkan senyuman, dan mengajak berjabatan tangan. Memang tidak mudah, awalnya rasanya seperti orang asing. Namun dengan komunikasi yang ku lakukan terus menerus, akhirnya aku punya banyak teman dan diterima oleh lingkungan <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong>Ketiga, karena manusia ingin melakukan transformasi warisan sosial.</strong> Pernah terfikir gak bagaimana suku sunda dapat mempertahankan tari jaipong? Bagaimana suku jawa mempertahankan bahasanya yang medok? Dan bagaimana norma-norma ketimuran bisa tetap eksis di Indonesia? Adat istiadat, budaya, norma, dan perilaku merupakan warisan manusia sejak zaman dahulu. Hal-hal tersebut bukan baru lahir kemarin sore lho, tapi sudah bertahan sejak bertahun-tahun yang lalu. Masyarakat dahulu mentransformasikannya kepada generasi-generasi selanjutnya melalui proses komunikasi. Ingat gak ketika kecil kita sering mendapat nasihat dari orang tua, kalau jalan jangan mendahului orang tua, menerima sesuatu harus dengan tangan kanan, dan lain-lain. Saat itulah orang tua kita sedang mentransformasi warisan sosial kepada kita, agar nilai-nilai itu bertahan. Tak hanya mereka lho, suatu saat kita juga pasti melakukannya. Karena sadar ataupun tidak, kita sangat perlu komunikasi<span> </span> <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2010/03/ngobrol.jpg"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2010/03/01/kenapa-kita-berkomunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Psikologi dan Komunikasi</title>
		<link>http://lutviah.net/2010/02/28/psikologi-dan-komunikasi/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2010/02/28/psikologi-dan-komunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 10:40:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Psikologi Komunikasi]]></category>

		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>

		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[
Psikologi dan komunikasi sebenarnya merupakan dua kajian ilmu yang berbeda. Psikologi mempelajari tentang karakteristik dan kejiwaan manusia, sedangkan komunikasi mempelajari proses penyampaian informasi antar manusia. Baik mahasiswa psikologi maupun komunikasi pasti mendapatkan mata kuliah psikologi komunikasi, terutama pada semester-semester awal. Ada hubungan apa diantara psikologi dan komunikasi? Mengapa kedua ilmu tersebut selalu dikaitkan? Ikuti terus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p class="MsoNormal"><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2010/02/2.png"><img class="alignright size-medium wp-image-322" title="psikologi komunikasi" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2010/02/2-300x225.png" alt="" width="216" height="162" /></a>Psikologi dan komunikasi sebenarnya merupakan dua kajian ilmu yang berbeda. Psikologi mempelajari tentang karakteristik dan kejiwaan manusia, sedangkan komunikasi mempelajari proses penyampaian informasi antar manusia. Baik mahasiswa psikologi maupun komunikasi pasti mendapatkan mata kuliah psikologi komunikasi, terutama pada semester-semester awal. Ada hubungan apa diantara psikologi dan komunikasi? Mengapa kedua ilmu tersebut selalu dikaitkan? Ikuti terus tulisan ini <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-323"></span>Percaya atau tidak, ilmu komunikasi sebenarnya dikembangkan oleh para ahli psikologi. Kurt Lewin, Paul Lazarsfeld, dan Carl I. Hovland merupakan para ahli psikologi yang kemudian mengembangkan ilmu komunikasi. Tak heran kan jika banyak definisi-definisi komunikasi yang terpengaruhi oleh unsur psikologi. Misalnya definisi Hovland, Janis, dan Kelly yang menyebutkan bahwa “Komunikasi ada sebuah proses dimana seseorang mengirimkan pesan (biasanya ucapan) untuk merubah kebiasaan orang lain (pendengar)”. Dengan kata lain, komunikasi dapat merubah karakteristik, <span> </span>kebiasaan, kejiwaan, bahkan perasaan orang lain lho <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="MsoNormal">Pernah dengar kalimat ini, psikologi mempengaruhi komunikasi dan komunikasi mempengaruhi psikologi? Kalimat tersebut pasti udah ga asing lagi di telinga para mahasiswa komunikasi dan psikologi. <em>Well</em>, kita baha satu-satu ya <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p class="MsoNormal">Psikologi mempengaruhi komunikasi tentunya dapat kita pahami dengan mudah. Kondisi seseorang yang sedang senang, sedih, atau marah pastinya akan mempengaruhi tindakan komunikasinya. Gak mungkin kan orang yang sedang marah bisa tersenyum bahagia apalagi tertawa gembira, nanti malah disebut orang gila <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Begitu juga dengan orang yang cenderung pendiam, pemarah, atau cerewet, kegiatan komunikasinya pasti berbeda-beda. Orang yang pendiam akan cenderung menutup diri dan jarang berbicara, orang pemarah akan terkesan ketus saat berbicara, dan orang yang cerewet akan senang berbicara<span> </span>tentang apapun, kapanpun, kepada siapapun, bahkan tentang hal yang gak penting sekalipun <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p class="MsoNormal">Komunikasi mempengaruhi psikologi dapat kita lihat pada kasus Genie di California pada tahun 1970. Sejak kecil, Genie hampir tidak pernah berkomunikasi. Sepanjang hari ia diikat oleh ayahnya di sebuah kursi dan tidak pernah diajak berbicara. Tiap kali Genie menangis, maka si ayah akan memukulinya. Sepanjang hidup, Genie hampir tidak pernah berbicara dan mendengar orang lain bercakap-cakap. Jangankan untuk mengutarakan perasaan, untuk mengerti perkataan orang lainpun ia tidak mampu. Akibatnya Genie tumbuh menjadi seseorang yang autis dan mengalami gangguan kejiwaan. Dari kasus Genie dapat kita lihat, bahwa komunikasi adalah sesuatu yang sangat penting dalam perkembangan kepribadian manusia. Baik ataupun buruk komunikasi yang dilakukan seseorang akan mempengaruhi sisi psikologisnya.</p>
<p class="MsoNormal">Sekarang terlihat kan hubungan antara komunikasi dengan psikologi? Kedua bidang ilmu tersebut saling mempengaruhi satu sama lain. Karakter kita akan mempengaruhi kegiatan komunikasi yang kita lakukan, begitu juga sebaliknya. Jadi, yuk kita berkomunikasi! Katakan perasaanmu dan bentuk kepribadianmu <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2010/02/28/psikologi-dan-komunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Fokus!</title>
		<link>http://lutviah.net/2009/12/27/fokus/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2009/12/27/fokus/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 11:02:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<category><![CDATA[Semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[Saat menulis ini pikiranku sedang kacau, hatiku sedang galau, dan perasaanku sedang risau. Aku sedang menghabiskan minggu tenang Ujian Akhir Semesterku di rumah. Tentunya minggu tenang tidak dapat ku jadikan liburan dan ajang untuk santai-santai. Banyak tugas UAS yang harus aku selesaikan sampai tanggal 5 Januari nanti. Tapi entah kenapa, aku sama sekali tidak punya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/12/marker-focus.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-310" title="marker-focus" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/12/marker-focus.gif" alt="" width="177" height="177" /></a>Saat menulis ini pikiranku sedang kacau, hatiku sedang galau, dan perasaanku sedang risau. Aku sedang menghabiskan minggu tenang Ujian Akhir Semesterku di rumah. Tentunya minggu tenang tidak dapat ku jadikan liburan dan ajang untuk santai-santai. Banyak tugas UAS yang harus aku selesaikan sampai tanggal 5 Januari nanti. Tapi entah kenapa, aku sama sekali tidak punya semangat hari ini. Makan tidak enak, minum tidak nikmat, apalagi mengerjakan tugas yang bikin <span style="text-decoration: line-through;">skak mat</span> <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> . Iseng-iseng aku baca buku Champion karya Darmadi Dharmawangsa, lesson 3 yang berjudul &#8220;What You Focus&#8230; Will Expand&#8221;.</p>
<p><span id="more-309"></span></p>
<p>Buku itu menjelaskan tentang kekuatan sebuah fokus atau perhatian. Bagaimana seseorang dapat meraih apa yang ia inginkan jika ia menaruh perhatian dan fokus terhadap tujuan yang hendak ia capai. Ketika seseorang memiliki tujuan dan mimpi yang ingin ia raih, maka keinginan tersebut akan menghantuinya setiap hari. Sama halnya dengan jatuh cinta misalnya. Ketika seseorang merasakan jatuh cinta, maka bayangan si &#8220;dia&#8221; akan selalu menghantui dimanapun ia berada <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Namun tak semua keinginan tersebut dapat kita raih bukan? Hasilnya tentu bergantung pada usaha dan fokus kita dalam meraih mimpi tersebut. Bagaimana mungkin kita dapat meraih sesuatu sedangkan kita sendiri bahkan tidak memperhatikannya?</p>
<p>Aku jadi teringat perjuanganku ketika Ujian Akhir Nasional SMA. Percaya atau tidak, saat itu adalah pertama kalinya aku merasakan rasanya kerja keras dalam belajar. Setiap pagi, siang, sore, malam, hingga menjelang pagi aku belajar dengan keras. Sampai kantung mataku hitam dan belum juga hilang hingga sekarang. Mengapa aku berusaha begitu keras? Tak lain dan tak bukan karena aku fokus pada satu tujuan. Tujuanku adalah bisa lulus SMA dengan nilai terbaik dan jadi juara umum. Aku sadar, untuk meraih itu aku tidak punya cara lain selain belajar dengan keras. Aku singkirkan fokus terhadap hal lain. Tidur cepat, nongkrong di kantin, ngerumpi di kelas, semuanya aku lupakan. Aku berusaha fokus pada mimpiku dalam sebulan. Hasilnya, <em>alhamdulillah wa syukurillah </em>aku bisa meraih mimpi itu <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . Saat itulah aku mengerti, ternyata fokus bisa mengantarkan sebuah mimpi menjadi kenyataan.</p>
<p>Namun aku bukanlah orang yang sempurna. Aku bukanlah orang yang selalu fokus dan berhasil meraih apapun dengan sukses. Salah satu kesalahanku adalah saat mengerjakan tugas makalah Bahasa Indonesia kemarin. Dosen telah memberiku tugas tersebut 2 minggu sebelumnya. Namun karena aku lebih fokus pada hal-hal tidak penting, maka pada hari-hari terakhir justru aku yang <em>pontang panting</em> <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> . Ya, saat itu aku menunda-nunda pekerjaan. Aku tidak fokus terhadap tugas yang prioritasnya tinggi, malah sibuk mengantri untuk nonton Sang Pemimpi. Alhasil, makalahku tidak maksimal bahkan mendekati gagal total <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> . Sangat ironis, saat aku sibuk menonton film bertemakan perjuangan, aku malah menyepelekan kewajiban.</p>
<p>Dari semua yang telah aku lalui, aku sadar betul akan pentingnya sebuah fokus. Dengan fokus kita dapat meraih mimpi kita dengan tepat dan cepat, dan tanpa fokus pula lah hidup kita akan tersendat-sendat. Dalam buku Champion, kekuatan fokus dianalogikan seperti bola lampu. Bola lampu yang berkekuatan 100 watt mampu menerangi sebuah ruangan yang cukup besar, namun dengan kekuatan yang sama jika difokuskan pada penampang yang berdiameter sangat kecil, sinar lampu tersebut dapat berubah menjadi sinar laser yang mampu membelah batu sekeras apapun. Kekuatan terbesar yang ada pada diri kita, baik berupa pikiran, perasaan, maupun tindakan, jika diarahkan dengan tepat maka akan menghasilkan hasil yang berlipat ganda. Begitupun sebaliknya, jika kita tidak mengarahkan kekuatan-kekuatan tersebut ke jalan yang benar, maka hasilnya pun tidak akan sesuai dengan apa yang kita harapkan.</p>
<p>Lewat tulisan ini aku berharap, semoga kita (khususnya aku) dapat melatih diri untuk fokus. Fokus terhadap hal-hal positif dan tujuan-tujuan yang ingin kita raih. Aturlah prioritas, fokus dan kerjakanlah hal-hal yang terpenting dahulu dan lanjutkan dengan hal-hal yang lain. Semoga kita berhasil meraih apapun yang kita inginkan. Semangat semua! <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2009/12/27/fokus/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Komunikasi Bukan Sekedar Kata-kata</title>
		<link>http://lutviah.net/2009/12/27/komunikasi-bukan-sekedar-kata-kata/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2009/12/27/komunikasi-bukan-sekedar-kata-kata/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 10:59:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengantar Komunikasi]]></category>

		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>

		<category><![CDATA[pengantar Ikom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Semua orang pasti pernah berkomunikasi. Mengobrol, menelpon, bersenda gurau, merupakan salah satu dari sekian banyak bentuk komunikasi antar manusia. Tapi tahukah kita bahwa ternyata masih banyak sekali bentuk komunikasi yang tidak disadari manusia? Jangan kira komunikasi hanya sekedar ngobrol sana sini dan ngomong basa basi. Ternyata, aktifitas-aktifitas fisik yang kita lakukan dapat memberi makna dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/12/body_language.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-307" title="body_language" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/12/body_language.jpg" alt="" width="166" height="136" /></a>Semua orang pasti pernah berkomunikasi. Mengobrol, menelpon, bersenda gurau, merupakan salah satu dari sekian banyak bentuk komunikasi antar manusia. Tapi tahukah kita bahwa ternyata masih banyak sekali bentuk komunikasi yang tidak disadari manusia? Jangan kira komunikasi hanya sekedar ngobrol sana sini dan ngomong basa basi. Ternyata, aktifitas-aktifitas fisik yang kita lakukan dapat memberi makna dan menyampaikan pesan-pesan tertentu. <em>Gak</em> percaya? Ikuti terus tulisan ini <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-306"></span>Banyak orang menganggap bahwa komunikasi nonverbal sama dengan bahasa tubuh. Anggapan tersebut tidak salah, karena komunikasi nonverbal memang terkait dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan aktifitas-aktifitas fisik, seperti mengedipkan mata, melambaikan tangan, dan gerakan kepala.  Namun perlu kita ketahui, bahasa tubuh bukanlah satu-satunya bentuk komunikasi nonverbal. <em>Setting</em> komunikasi seperti ruang, waktu, dan pakaian yang dikenakan juga merupakan bentuk komunikasi nonverbal.</p>
<p>Dalam pergaulan sehari-hari, kita pasti sering menggunakan bahasa tubuh. Tak hanya ketika berkomunikasi dengan orang lain namun juga sebagai bentuk pengekspresian diri. Saat berpidato, seorang orator sering kali menggerak-gerakkan tangan sebagai penekanan terhadap pidato yang disampaikannya. Saat bosan mendengarkan penjelasan dosen di kelas, para mahasiswa ada yang mengetuk-ngetuk meja , bahkan tidur dengan leluasa <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . Itu berarti, aktifitas-aktifitas yang dilakukan oleh tubuh kita memiliki makna dan memberi pengaruh pada orang lain.</p>
<p>Saat pembuatan makalah komunikasi nonverbal kemarin, aku membuat survey kecil-kecilan tentang makna bahasa tubuh bagi mahasiswa Paramadina, khususnya jurusan Ilmu Komunikasi. Saat itu, ada temanku yang sedang berpangku tangan disudut ruangan kelas. Iseng-iseng aku tanya apa makna berpangku tangan yang sedang ia lakukan. Ia jawab bahwa ia sedang BT alias <em>Bosen Total</em>. Jawabannya memancing pendapat teman-temanku yang lain. Ada yang berpendapat bahwa berpangku tangan berarti sedang berfikir, fokus, melamun, menunggu, dan mengantuk. Menarik! Satu gerakan tubuh saja bisa bermakna ganda. Memang benar kata Knapp dan Hall, isyarat nonverbal jarang memiliki makna denotatif yang tunggal.</p>
<p>Pemaknaan sombol-simbol nonverbal bergantung pada latar belakang orang masing-masing. Masing-masing budaya, daerah, dan negara dapat memiliki pemaknaan berbeda terhadap simbol-simbol nonverbal tertentu. Masyarakat Indonesia terbiasa menganggukan kepala sebagai simbol &#8220;Iya&#8221; dan menggelengkan kepala sebagai simbol &#8220;Tidak&#8221;. Sebaliknya, masyarakat India terbiasa menggeleng sebagai simbol &#8220;Iya&#8221; dan mengangguk sebagai simbol &#8220;Tidak&#8221;. Makna manakah yang benar? Tentu keduanya benar. Tidak ada standar kebenaran yang pasti tentang bahasa tubuh manusia. Setiap orang memiliki style dan pemaknaan masing-masing terhadap bahasa tubuh yang dilakukan. Tidak ada aturan, apalagi kekangan. Karena itu sampai kapanpun kita menunggu, sampai kemanapun kita mencari, tidak akan ada satu kamuspun yang dapat menerjemahkan bahasa tubuh manusia <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kita sering menganggap komunikasi verbal seperti ucapan lebih bermakna daripada bahasa tubuh. Padahal ternyata bahasa tubuh jauh lebih berpengaruh daripada kata-kata yang kita ucapkan. Albert Mahrabian, seorang ahli komunikasi melakukan studi tentang kode-kode nonverbal. Hasil studi tersebut menyebutkan bahwa tingkat kepercayaan orang terhadap pembicaraan adalah 7% bahasa verbal, 38% vokal suara, dan 55% ekspresi muka. Mencengangkan bukan? Ternyata kepercayaan seseorang lebih bergantung pada bahasa tubuh, bukan kalimat verbal yang diucapkan. Pentingnya bahasa tubuh ini sering dilukiskan dengan frase, &#8220;Bukan apa yang ia katakan, melainkan bagaimana ia mengatakan&#8221; <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pada hakikatnya, baik simbol verbal maupun nonverbal sama-sama penting dalam kegiatan berkomunikasi. Tidak semua pesan dapat disampaikan secara verbal, dan tidak semua pesan dapat disampaikan secara nonverbal pula. Kedua bentuk komunikasi tersebut saling melengkapi agar menghasilkan informasi yang tepat dan akurat sesuai dengan keinginan komunikator dan komunikan. Sebagai pelaku komunikasi, tugas kita adalah menyeimbangkan kedua simbol tersebut agar komunikasi yang kita lakukan dapat berjalan dengan lancar dan tidak terjadi kesalah pahaman <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2009/12/27/komunikasi-bukan-sekedar-kata-kata/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Persepsi = Inti Komunikasi</title>
		<link>http://lutviah.net/2009/11/10/persepsi-inti-komunikasi/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2009/11/10/persepsi-inti-komunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 11:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengantar Komunikasi]]></category>

		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>

		<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>

		<category><![CDATA[pengantar Ikom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[Bagi kamu yang pernah atau sedang mempelajari ilmu komunikasi, pasti pernah mendengar kalimat &#8220;Perception is the core of communication&#8221; atau persepsi adalah inti komunikasi. Selama ini kita mungkin menganggap bahwa persepsi adalah sebuah pendapat atau cara pandang. Hal itu memang benar, namun ternyata definisinya tidaklah sesimple itu. Aku harus membaca puluhan halaman dalam dua buku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi <a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/11/meeting-boss-01.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-296" title="meeting-boss-01" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/11/meeting-boss-01.jpg" alt="" width="181" height="180" /></a>kamu yang pernah atau sedang mempelajari ilmu komunikasi, pasti pernah mendengar kalimat<em> &#8220;Perception is the core of communication&#8221;</em> atau persepsi adalah inti komunikasi. Selama ini kita mungkin menganggap bahwa persepsi adalah sebuah pendapat atau cara pandang. Hal itu memang benar, namun ternyata definisinya tidaklah sesimple itu. Aku harus membaca puluhan halaman dalam dua buku untuk dapat memahami makna dan manfaat persepsi dalam komunikasi. Ada apa dengan persepsi? Sepenting apakah itu sampai disebut sebagai inti komunikasi? Ikuti terus tulisan ini <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-295"></span>Banyak sekali ahli komunikasi yang menjelaskan tentang definisi persepsi. Seperti Brian Fellows, JOhn R. Wenburg dan William W. Wilmot, Joseph A. Devito, dan lain-lain. Yang intinya menjelaskan bahwa persepsi adalah proses penafsiran informasi yang ditangkap oleh panca indera yang selanjutnya menghasilkan cara pandang kita terhadap sesuatu. Misalnya ketika mata kita melihat seorang perempuan bertubuh langsing, putih, dan berambut lurus, maka kita akan mempersepsikan perempuan itu cantik.Persepsi bukan hanya menginterpretasikan objek-objek fisik, namun juga objek-objek sosial. Contoh lain misalnya, kita bertemu dengan seseorang yang kita lihat sangat sombong dan menyebalkan, maka itu akan membuat kita membentuk persepsi buruk tentangnya,</p>
<p>Persepsi dikatakan inti komunikasi karena persepsi sangat mempengaruhi proses komunikasi yang kita lakukan, baik komunikasi intrapersonal maupun interpersonal.Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang, misalnya berfikir, menulis, merenung, menggambar, dan lain-lain. Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan oleh seseorang dengan orang lain atau kelompok, misalnya mengobrol lewat telpon, korespondensi, dan lain-lain. Persepsi atau cara pandang kita terhadap sesuatu akan menentukan jenis dan kualitas komunikasi yang kita lakukan. Misalnya, kita berhadapan dengan seseorang yang kita persepsikan baik, maka komunikasi yang kita lakukan dengannya pun akan baik pula. Begitu juga sebaliknya, jika kita mempersepsikan ia buruk, maka kita tidak akan berkomunikasi dengan baik dengannya.</p>
<p>Menurut kamu, cantik itu seperti apa? Jika kita menanyakan itu kepada banyak orang, jangan kaget jika jawabannya bermacam-macam. Mungkin ada yang menjawab cantik itu gendut, ramping, atau bahkan kurus kering <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Hal itu dikarenakan persepsi setiap orang atau kelompok dalam memandang suatu hal berbeda-beda, yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya, pengalaman, psikologis, dan kondisi faktual yang saat itu kita tangkap. Kecantikan menurut orang dayak adalah seseorang yang memakai banyak anting sampai daun telinganya menjuntai ke bawah. Menurut penduduk Fiji, kecantikan dilihat dari kemampuan reproduksi, yakni tubuh yang subur dan keturunan yang banyak. Berbeda dengan masyarakat modern di kota, kecantikan diartikan sebagai seorang wanita yang bertubuh ramping, putih, dan berambut lurus. Sesuatu diinterpretasikan  berbeda-beda oleh setiap orang dan kelompok, tergantung latar belakangnya masing-masing.</p>
<p>Lalu bagaimana persepsi itu terbentuk? Perceptual process atau proses persepsi meliputi 3 tahap, yaitu asensi, atensi, dan interpretasi.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/11/persepsi.jpg"><img class="size-full wp-image-297    aligncenter" title="persepsi" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/11/persepsi.jpg" alt="" width="454" height="102" /></a></p>
<p>Sensasi adalah proses pengiriman pesan ke otak melalui panca indera, yaitu mata, hidung, telinga, lidah, dan kulit. Panca indera adalah reseptor yang menghubungkan otak kita dengan lingkungan sekitar. Informasi yang kita tangkap dari proses melihat, mencium, mendengar, merasakan, dan meraba tersebut kita proses kembali untuk dapat menghasilkan persepsi terhadap sesuatu. Misalnya melihat pantai, mencium parfum, bersalaman dan mencicipi masakan.</p>
<p>Setelah informasi itu kita tangkap dan kita rekam dalam otak, kita masuk dalam tahap atensi. Atensi adalah suatu tahap dimana kita memperhatikan informasi yang telah ada sebelum kita menginterpretasikannya.Sebenarnya banyak sekali hal yang tertangkap oleh panca indera kita, namun tidak semuanya kita perhatikan. Setuju kan? Misalnya ketika kita mengobrol lewat telpon, informasi yang kita perhatikan hanyalah suara lawan bicara, meskipun saat itu kita juga sedang membaca koran atau sedang makan bakwan <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Contoh lain misalnya, kita melihat sekumpulan orang berpakaian hitam, dan ada satu orang berpakaian putih. Mana yang kita perhatikan? Tentu yang berbaju putih kan <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .Hal itu terjadi karena kita hanya akan memperhatikan apa yang kita anggap paling bermakna bagi kita, paling berbeda, dan paling menarik perhatian.</p>
<p>Tahap terakhir adalah tahap interpretasi. Jika persepsi dikatakan sebagai inti komunikasi, maka interpretasi adalah inti dari persepsi. Mengapa demikian? Karena interpretasi adalah proses penafsiran informasi atau pemberian makna dari informasi yang telah kita tangkap dan kita perhatikan. Ketika mata kita melihat matahari terbenam di pantai kemudian kita perhatikan, maka secara tidak langsung kita akan menginterpretasikan pantai tersebut. Apakah menurut kita indah, biasa saja, atau bahkan jelek. Pendapat atau persepsi yang dihasilkan tentunya akan beragam, tergantung latar belakang kita masing-masing.</p>
<p>Sensasi, Atensi, dan interpretasi adalah tahapan-tahapan yang dilalui untuk menghasilkan persepsi. Semakin sama persepsi setiap orang, maka semakin efektif komunikasi yang dilakukan. Persepsi setiap orang akan sama jika mereka berasal dari latar belakang yang sama. Misalnya sama-sama orang desa, sama-sama orang jawa, atau sama-sama orang <span style="text-decoration: line-through;">gila</span> :D. Persepsi-persepsi yang ada pada diri kita akan mempengaruhi proses komunikasi yang kita lakukan, karena itu berfikirlah positif dan obyektif dalam memandang sesuatu <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2009/11/10/persepsi-inti-komunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo Bermimpi!</title>
		<link>http://lutviah.net/2009/08/11/ayo-bermimpi/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2009/08/11/ayo-bermimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 11:54:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Activities]]></category>

		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<category><![CDATA[Semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia&#8230;
Berlarilah tanpa lelah&#8230;
Sampai engkau meraihnya&#8230;
Itulah potongan lagu laskar pelangi yang beberapa waktu lalu sering kita dengar. Mungkin bagi kita itu hanyalah sebuah lagu, atau sebuah soundtrack film. Tapi jika kita cerna, bait-bait tersebut seakan mengingatkan kita untuk mau berani bermimpi, berani berusaha, dan berani meraihnya. Tak sampai disitu, film [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/08/ts29713-2.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-290" title="ts29713-2" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/08/ts29713-2.jpg" alt="" width="161" height="161" /></a><em>Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia&#8230;<br />
Berlarilah tanpa lelah&#8230;<br />
Sampai engkau meraihnya&#8230;</em></p>
<p>Itulah potongan lagu laskar pelangi yang beberapa waktu lalu sering kita dengar. Mungkin bagi kita itu hanyalah sebuah lagu, atau sebuah <em>soundtrack </em>film. Tapi jika kita cerna, bait-bait tersebut seakan mengingatkan kita untuk mau berani bermimpi, berani berusaha, dan berani meraihnya. Tak sampai disitu, film laskar pelangi juga menyadarkan kita, bahwa mimpi itu bisa dicapai jika kita mau berusaha. Sudah pernah nonton filmnya, <em>kan</em>?</p>
<p><span id="more-278"></span>Ada sebuah tulisan berjudul Dare to Dream pada buku Champion karya Darmadi Dharmawangsa,  tulisan itu menjelaskan bahwa untuk membuat hidup kita berwarna, kita harus menghiasinya dengan mimpi-mimpi yang ingin kita capai. Seringkali kita melihat atau bahkan merasa kehidupan kita sangat membosankan. Menjalani hari-hari dengan biasa, dan ikut  terbawa kemanapun angin berhembus. Semua itu tak lain karena kita tak memiliki tujuan dan arah yang jelas, tak punya peta kemana kaki akan melangkah, dan tak punya tempat dimana raga akan beristirahat.</p>
<p>Pun begitu, tentunya mimpi juga tak akan ada artinya kan tanpa usaha?  Misalkan kita ingin menjadi presiden, tentunya kita harus terjun di dunia politik. Kita ingin menjadi <em>entrepreneur</em>, tentunya kita harus membangun sebuah usaha. Mengejar mimpipun harus mengikuti arah dan tahap-tahapnya, tak peduli sukses ataupun gagal. Seperti kata John Maxwell, <em>failure is the cost of achievement</em>. Kegagalan adalah mata uang yang harus kita keluarkan untuk meraih kesuksesan.</p>
<p>Pernah dengar kisah Wright Bersaudara? Tukang reparasi sepeda yang mempunyai mimpi membuat pesawat terbang. Mereka memulai usahanya pada tahun 1893. Tak ada yang percaya, tak ada yang mendukung, bagaimana mungkin sebuah benda bisa terbang di dunia seprimitif itu? Ratusan kali mereka gagal dan merugi karena  mesin mereka sering rusak dan patah diterjang angin. Beruntung Wright Bersaudara tidak menyerah, karena pada tahun 1903 mereka berhasil menerbangkan pesawat udara pertama di dunia. Bayangkan, mimpi itu baru dapat mereka raih setelah 10 tahun. Namun mari kita lihat, kesuksesan yang mereka raih bukanlah kesuksesan biasa. Penemuan mereka dapat kita manfaatkan hingga kini, dengan berbagai inovasi. Hanya berawal dari sebuah mimpi, sesuatu dapat bermanfaat hingga bertahun-tahun, bahkan berabad-abad yang akan datang.</p>
<p>Sebenarnya hal yang paling sulit bukanlah usaha yang kita lakukan, melainkan tetap bertahan untuk terus berusaha. Tekhnik membuat kapal mungkin bisa dipelajari, tapi untuk tetap bertahan belajar ditengah tekanan dan gunjingan, apakah kita masih sanggup? . Setidaknya itulah yang aku alami ketika saat-saat terakhir lulus SMA. Kesulitan ekonomi, sakit yang menghimpit, deretan jadwal ujian dan bayangan masa depan sempat membuatku menyerah dan bahkan berhasrat untuk <span style="text-decoration: line-through;">menikah</span> <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> . Padahal yang perlu aku lakukan hanya belajar dan mencari beasiswa kan, tapi hanya karena putus asa aku hampir saja merana selamanya <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Jadi, mulai temukanlah mimpi kita sekarang. Tanyakan pada diri kita apa yang kita inginkan, dan apa yang hendak kita capai. Menjelang lulus sekolah aku sering bertanya-tanya, kira-kira aku ada dimana ya september nanti? Apakah bekerja, pengangguran di rumah, atau kuliah? Pertanyaan itu terus menggelayutiku hingga aku berusaha untuk mencari jawabannya. Aku ingin kuliah, maka aku harus mencari caranya dengan segala keterbatasan yang ada. Situs beasiswa aku buru dan tes seleksi aku ikuti dengan sepenuh hati. Hingga akhirnya aku memperoleh jawaban, aku bisa kuliah <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Perjalanan panjang untuk meraih kesuksesan tidaklah sebentar. Jika Wreight Bersaudara membutuhkan waktu 10 tahun, bagaimana dengan kita? Semua tergantung kerja keras kita dan sesulit apa mimpi itu bisa diraih. Untuk terus mempertahankan semangat, setidaknya kita memerlukan “alarm” dan “reminder”. Kita bisa membuat “Papan Mimpi” yang berisi deretan mimpi yang ingin kita capai. Hal itu untuk terus mengingatkan bahwa kita memiliki “hutang” yang harus segera dibayar <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . Menjelang lulus sekolah, aku mempunyai 3 tujuan kuliah yang akan aku perjuangkan. Satu tujuan utama dan yang lain tujuan cadangan. Ke tiga univesitas itu aku tulis di dinding kamar, termasuk jalur tes yang harus aku lewati. Terbukti ampuh dan bisa andalkan, aku menjadi lebih bersemangat dengan terus mengingat <em>dreaming list</em> yang harus aku capai. Dari 3 tujuan kuliah, 2 diantaranya berhasil aku dapatkan <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Jangan pernah merasa bahwa hasil yang diraih hanyalah karena hasil usaha kita. Tentunya ada campur tangan Allah dan doa-doa orang lain disana. Setelah kita berusaha dengan sekuat tenaga, tengadahkanlah tangan untuk berdoa dan meminta ridho-Nya. Mintalah kepada orang tua, saudara, dan teman-teman terdekat untuk ikut mendoakan kita. Percayalah, setiap kesuksesan adalah karunia, dan setiap kegagalan pasti ada hikmah didalamnya. So, bermimpi? siapa takut <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2009/08/11/ayo-bermimpi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Flash Back dalam Pidato</title>
		<link>http://lutviah.net/2009/05/05/pentingnya-flash-back-dalam-pidato/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2009/05/05/pentingnya-flash-back-dalam-pidato/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 13:57:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pidato]]></category>

		<category><![CDATA[Public Speaking]]></category>

		<category><![CDATA[Speech]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah kalimat yang sering aku dengar di sekolah, yaitu bangsa yang hebat adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Awalnya kalimat itu hanya ku anggap sebagai angin lalu saja. Bukankah sebagai manusia kita seharusnya menatap masa depan? Tapi lama-kelamaan aku sadar bahwa dalam kalimat tersebut tersimpan makna yang dalam, yaitu sejarah dapat mengajari kita banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/05/public-speaking.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-261" title="public-speaking" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/05/public-speaking.jpg" alt="" width="137" height="181" /></a>Ada sebuah kalimat yang sering aku dengar di sekolah, yaitu bangsa yang hebat adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Awalnya kalimat itu hanya ku anggap sebagai angin lalu saja. Bukankah sebagai manusia kita seharusnya menatap masa depan? Tapi lama-kelamaan aku sadar bahwa dalam kalimat tersebut tersimpan makna yang dalam, yaitu sejarah dapat mengajari kita banyak hal dan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan kita.</p>
<p>Begitu juga dalam pidato, ketika kita menyelipkan catatan sejarah di dalamnya maka pidato kitapun akan terasa lebih bermakna. Mengapa demikian? Karena sejarah merupakan sesuatu hal yang pernah terlewati oleh setiap manusia. Setiap orang memperoleh pengalaman dan pelajaran dari sejarah yang penah ia lewati atau ia dengar. Karena itu ketika kita menceritakan tentang suatu hal di masa lampau, maka para pendengarpun akan semakin tertarik dengan pidato kita. Karena saat itu mereka ikut mengingat, merasakan, dan membayangkan kejadian yang sedang kita ceritakan.</p>
<p><span id="more-262"></span>Seperti pengalamanku ketika mengikuti lomba pidato tingkat provinsi di UNTIRTA. Saat itu tema yang aku bawakan adalah &#8220;Peran pemerintah dalam menanggulangi bencana alam&#8221; . Saat itu aku sedikit stress karena persiapanku yang belum matang, apalagi dengan hafalan yang pas-pasan <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> . Sadar akan keterbatasanku, maka aku mulai menyusun strategi bagaimana cara menyampaikan pidato dengan baik, minimal dari segi pronounciation dan body language. Ketika menemukan cerita bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia, aku mulai berfikir bahwa ini adalah timing yang tepat untuk memainkan suara. Ketika menceritakan tragedi tsunami, aku langsung berakting sedih, termehek-mehek, hingga berkaca-kaca <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . Tadinya aku fikir gaya ini terlalu lebay, namun juri ternyata berfikiran lain. Akhirnya aku berhasil meraih juara pertama meskipun dengan perasaan aneh, kok bisa menang yah <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kenyataannya adalah, sejarah memang memberikan pengaruh khusus bagi setiap orang. Mengapa orang-orang bisa tertarik dengan tragedi tsunami yang aku ceritakan? Karena hal itu memang membekas di hati mereka, suatu kejadian yang membangkitkan rasa kemanusiaan bagi setiap orang. Ketika kita mengusungnya kembali ke hadapan mereka, maka para pendengar akan kembali terenyuh dan menyimak setiap kata yang kita ucapkan, apalagi jika dibawakan dengan gaya yang lebay dan aduhai <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Dengan kata lain, untuk membuat pidato kita lebih mengena di hati para pendengar alangkah baiknya jika kita menyisipkan sedikit catatan sejarah. Seperti sejarah kemerdekaan, kisah orang-orang sukses, dan sebagainya. Itu akan memberikan motivasi lebih kepada pendengar untuk bukan saja menyimak, tapi juga mengikuti apa yang kita ucapkan. Karena merekapun membutuhkan bukti, bukan sekedar basa-basi <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2009/05/05/pentingnya-flash-back-dalam-pidato/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kita ini Orang Hebat</title>
		<link>http://lutviah.net/2009/05/03/kita-ini-orang-hebat-2/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2009/05/03/kita-ini-orang-hebat-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 08:26:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<category><![CDATA[Semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Masa sekolah adalah masa-masa dimana kita berkembang dan berjuang. Masa dimana kita menggali dan mencari jati diri dan core competence yang kita miliki. Aku ini siapa? Kelebihanku apa? Kelemahanku apa? Aku akan jadi apa? Pertanyaan itu lah yang sering kali bercarut marut dalam fikiran kita sebagai anak muda  
Ironisnya, sering kali kita tidak menyadari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/05/successgif.png"><img class="alignleft size-full wp-image-257" title="successgif" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/05/successgif.png" alt="" width="179" height="182" /></a>Masa sekolah adalah masa-masa dimana kita berkembang dan berjuang. Masa dimana kita menggali dan mencari jati diri dan core competence yang kita miliki. Aku ini siapa? Kelebihanku apa? Kelemahanku apa? Aku akan jadi apa? Pertanyaan itu lah yang sering kali bercarut marut dalam fikiran kita sebagai anak muda <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ironisnya, sering kali kita tidak menyadari kelebihan-kelebihan yang tertanam dalam diri kita.Tanpa kita sadari, mungkin kita seorang pengarang hebat, penghasil ide-ide cemerlang, bahkan mungkin seperti si jenius Lintang. Kelebihan-kelebihan yang tertidur yang tak juga terbangunkan.. Mungkin karena tertutup malas, pacaran, atau keseringan jalan-jalan <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
<span id="more-256"></span> Aku pun sedang mengalaminya, tertidur bertahun-tahun tanpa sadar bahwa aku sedang dinina bobokan oleh diriku sendiri. Mungkin semua orang menyangka aku hebat, dengan sederet prestasi yang pernah aku raih. Tapi ternyata salah besar, masih ada langit diatas langit. ternyata aku tidak apa-apanya di tingkat nasional dengan hanya meraih urutan ke-6, tidak ada apa-apanya ketika menghadapi soal-soal spmb, dan ketika salah menganalisis soal-soal akuntansi di sekolah. AKU TIDAK APA-APANYA. Itulah yang saat ini aku sadari. Aku harus berusaha keras untuk mengejar ketertinggalanku. Untuk bisa mengejar remaja-remaja hebat lain yang sudah mendahuluiku <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Jangan dianggap membangun semangat itu mudah. Membangunkan semangat dalam jiwa sama sulitnya dengan bangun tidur. Sesuai dengan tingkat kantuk yang dideritanya. Jika masih dalam tahap ecek-ecek, mungkin sekedar di cubit juga sudah bangun. Tapi jika sudah kronis dan sudah kelamaan, mungkin harus disiram atau direndam dulu baru bisa bangun, itupun masih nguap-nguap dikit <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semangat untuk maju tidak bisa dengan mudah kita dapat. Tak semua orang bisa menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk dengan cepat, apalagi mengembangkan potensi diri dengan mudah. Butuh niat yang kuat dan konsistensi dari diri sendiri. Akupun mati-matian melakukannya. Begitu sulit membuang sifat keras dan malas yang sudah terlanjur melekat dalam jiwa <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> Jatuh bangun biasa dalam perjuangan, meskipun lebih sering jatuhnya <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> Tapi ya&#8230;apa daya. Kita tidak akan bisa maju jika terus diam dengan segala kelemahan yang ada.</p>
<p>Aku jadi teringat salah satu temanku di sekolah. Anak rajin yang jago bahasa inggris. Semua orang mengakui kehebatannya, terkecuali dirinya sendiri. semua orang bilang &#8220;You Can&#8221; sedangkan dirinya sendiri selalu bilang &#8220;I can&#8217;t&#8221;. Entah apa yang ia alami hingga ia begitu tidak percaya diri dan gampang menyerah. Seribu satu cara sudah kami lakukan untuk menyemangatinya, tapi ia tak kunjung bangun. Sayang sekali. Anak berpotensi harus terkubur oleh ego diri sendiri. Padahal diluar sana bergelut anak-anak biasa yang hanya bermodalkan semangat dalam berkompetisi, tapi bisa berhasil. Aku jadi mengerti, ternyata kecerdasan otak tanpa semangat sama saja dengan nol.</p>
<p>Karena itu, mulailah menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita. Aku akan jadi apa? apakah aku akan menjadi dokter, pilot, akuntan, atau pengangguran. Dirimu adalah seperti yang kamu fikirkan. Jika kita berfikiran bahwa kita akan menjadi pengangguran, maka fisik dan psikis kita secara otomatis akan tersetting menjadi pemalas. Begitu juga sebaliknya, jika kita sudah bercita-cita menjadi orang sukses, maka kita pun akan berbuat apapun untuk meraihnya.</p>
<p>Mari kita bangun semangat dari sekarang. Percayalah bahwa Tuhan telah menganugerahi kita banyak kelebihan yang mungkin belum kita sadari. Semua orang telah diciptakan dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Karena itu JANGAN PUTUS ASA! Karena KITA INI ORANG HEBAT! <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2009/05/03/kita-ini-orang-hebat-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Process is More than Result</title>
		<link>http://lutviah.net/2009/05/03/process-is-more-than-result/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2009/05/03/process-is-more-than-result/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 07:45:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<category><![CDATA[Semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah pertanyaan yang sering teman-temanku tanyakan, &#8220;Menurutmu mending cerdas atau pintar?&#8221;. Mungkin bagi sebagian orang cerdas dan pintar memiliki arti yang sama, tapi menurutku kedua hal itu berbeda. Cerdas adalah sebuah keadaan dimana seseorang mampu menangkap sebuah informasi dengan cepat tanpa harus berusaha dengan keras, sedangkan pintar adalah suatu keadaan dimana seseorang dapat mengerti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/05/success-way.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-252" title="success-way" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/05/success-way.jpg" alt="" width="220" height="180" /></a>Ada sebuah pertanyaan yang sering teman-temanku tanyakan, &#8220;Menurutmu mending cerdas atau pintar?&#8221;. Mungkin bagi sebagian orang cerdas dan pintar memiliki arti yang sama, tapi menurutku kedua hal itu berbeda. Cerdas adalah sebuah keadaan dimana seseorang mampu menangkap sebuah informasi dengan cepat tanpa harus berusaha dengan keras, sedangkan pintar adalah suatu keadaan dimana seseorang dapat mengerti suatu hal setelah bekerja keras sebelumnya. Awalnya pertanyaan temanku itu selalu ku jawab dengan kata &#8220;cerdas&#8221;, karena ku fikir enak kan jika kita bisa meraih suatu hal dengan mudah tanpa harus berusaha. Tapi lambat laun, fikiran itu mulai lenyap. Lenyap bersama kegagalan-kegagalan yang aku alami, pengalaman serta pergaulanku yang semakin luas.</p>
<p><span id="more-251"></span>Menjelang Ujian Nasional, seluruh siswa &#8220;seharusnya&#8221; stress dan lebih serius dalam belajar. Karena itu, aku mulai menyusun jadwal belajar dan sering belajar bareng dengan sahabatku. Hampir setiap hari kami berdiskusi, saling mengajari dan saling menyayangi <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . Ironisnya, dari sekian banyak orang tidak ada yang mau bergabung dengan kami. Aku tidak bisa menyalahkan apalagi melecehkan, karena melihat mereka aku seperti berkaca dengan diriku sebelumnya. Hidup terasa begitu mudah, tanpa belajarpun hampir semua hal bisa kita raih. Tapi ternyata tanpa kita duga, itulah yang akan menidurkan dan menjatuhkan kita.</p>
<p>Sahabatku pernah mengatakan bahwa dia salut dengan orang-orang yang bisa mendapatkan nilai bagus tanpa belajar, dalam arti sang orang-orang cerdas. Itu karena kebanyakan dari kita hanya memikirkan hasil, bukan proses. Padahal, poin terpenting dari hasil pembelajaran adalah pembentukan karakter, bukan deretan nilai raport yang memuaskan. Dengan belajar, kita jadi tahu arti sebuah perjuangan dan kerja keras. Kita belajar untuk bersabar, rendah diri dan pasrah setelah ikhtiar yang telah kita lakukan. Jauh berbeda jika kita mendapatkannya dengan cara yang instan, berkah dari kecerdasan yang telah Allah berikan. Tanpa kita sadari, hal itu malah menumbuhkan sifat-sifat malas dan takabur dalam hati kita. Itulah yang aku sebut bahwa <em>process is more than result, and process teach us everything</em> <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Salah seorang temanku sering mengeluh bahwa semua usaha yang ia lakukan sejak SD hingga SMA tidak selalu mendapatkan hasil yang memuaskan. Padahal ia telah berusaha keras jauh melebihi teman-temannya yang lain. Mungkin baginya itu adalah sebuah kelemahan, namun bagiku itu adalah sebuah kelebihan yang luar biasa. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya gagal berkali-kali sementara orang lain dapat berhasil dengan mudah. Mungkin aku akan menyerah hingga nangis berdarah-darah, tapi dia tidak pernah melakukannya. SALUT! . Nilai tinggi mudah dicari, tapi semangat tinggi kemana lagi <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bukankah itu yang dibutuhkan republik kita saat ini? Semangat pantang menyerah para generasi muda untuk tetap berusaha membawa perbaikan bagi negeri ini. Bukan ratusan ijazah atau ribuan paper ilmiah yang negeri ini butuhkan. Tapi semangat, kerja keras dan rasa persatuan dan kesatuanlah yang menjadi kunci keberhasilan kita. Sebagai pelajar, mari kita mulai bangun semangat itu dari hal yang paling kecil. Tak perlu menunggu jadi caleg apalagi jadi capres, cukup dengan belajar dengan baik, maka itu berarti kita telah ikut membangun bumi pertiwi ini <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2009/05/03/process-is-more-than-result/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Suka Duka UN 2009</title>
		<link>http://lutviah.net/2009/04/23/suka-duka-un-2009/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2009/04/23/suka-duka-un-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 05:50:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<category><![CDATA[Activities]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Bagi siswa siswi kelas 3 tingkat SMP atau SMA pasti sudah tidak asing lagi dengan dengan yang namanya UN alias Ujian Nasional. Bukan karena kesukaan apalagi harapan, tapi karena ujian itulah yang sering membuat hati para siswa deg degan  . Bagaimana tidak, keputusan pemerintah untuk menaikkan standar kelulusan setiap tahun membuat para siswa tertekan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/04/un-2009.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-243" title="un-2009" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/04/un-2009.jpg" alt="" width="193" height="184" /></a>Bagi siswa siswi kelas 3 tingkat SMP atau SMA pasti sudah tidak asing lagi dengan dengan yang namanya UN alias Ujian Nasional. Bukan karena kesukaan apalagi harapan, tapi karena ujian itulah yang sering membuat hati para siswa deg degan <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . Bagaimana tidak, keputusan pemerintah untuk menaikkan standar kelulusan setiap tahun membuat para siswa tertekan hingga nyari nyari contekan <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> . Berbagai pemberitaan di media menyebutkan bahwa setiap tahun selalu terjadi berbagai kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional. Ironisnya, bagi sebagian pelajar UN bukannya dijadikan sebagai suatu motivasi tapi malah hanya untuk ditakuti-takuti <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Tanggal 20-24 April kemarin Ujian Nasional tingkat SMA diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia.Untuk SMK, materi yang diujikan dalam UN hanya bidang study matematika, bahasa indonesia dan bahasa inggris. Sedangkan untuk SMA ditambah materi lain tergantung jurusannya masing-masing. Untuk jurusan IPS, materi tambahan yang diujikan adalah sosiologi, sejarah dan geografi. Sedangkan untuk jurusan IPA, materi yang ditambahkan adalah fisika, kimia dan biologi.</p>
<p><span id="more-242"></span></p>
<p>Bagi siswa siswi SMA saat ini pasti tengah berleha-leha menikmati &#8220;kemerdekaan&#8221; (<span style="text-decoration: line-through;">termasuk aku</span> <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> ) setelah 3 hari berjuang menaklukan soal-soal ujian. Ada yang sedang main game, chatting, blogging (<span style="text-decoration: line-through;">like me</span> <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> ), atau sedang ngegosip mengenang tegangnya saat-saat ujian kemarin. Bagaimana tidak, penjagaan ketat dari kepolisian dan suasana sekolah yang menegangkan menjadikan mental attack tersendiri bagi para siswa. Ujian yang mestinya dilalui dengan tenang malah menambah ketakutan bagi para siswa, takut salah, takut gak lulus, atau malah takut ketahuan (<span style="text-decoration: line-through;">ketahuan apa yah</span> <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> ) .</p>
<p>Seperti motion debat &#8220;This House Believe That National Examination is Educating&#8221;, masalah Ujian Nasional hingga kini tetap jadi perdebatan, ada yang pro dan ada yang kontra. Sebagian kalangan menolak UN dikarenakan mutu pendidikan yang belum merata, dan sebagiannya lagi mendukung karena dapat memberikan motivasi kepada para siswa. Menyimak  wawancara yang dilakukan koran Radar Banten pada beberapa siswa SMK ketika ujian kemarin, kebanyakan dari mereka tidak setuju dengan adanya UN dengan alasan yang sama. Sedangkan bagi aku pribadi, UN memberikan motivasi tersendiri dalam proses pembelajaran. Standar kelulusan yang tinggi menjadikan kita lebih giat dan serius dalam belajar. Seperti kata <a href="http://romisatriawahono.net">Pak Romi</a>, process is more than result. Yang penting kan kita sudah berusaha, kalo hasil mah <em>whatever</em> laa&#8230; <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah Ujian Nasional terlewati, kita semua hanya bisa berharap dan berdoa semoga standar kelulusan 5.5 dapat kita lewati dengan baik. Semoga apa yang telah kita perjuangkan bersama selama 3 tahun ini berbuah manis. Tapi jangan lupa, meskipun UN telah kita lewati, bukan berarti bahwa perjuangan kita telah selesai lho <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . UAS dan Ujian Praktek sudah ada di depan mata, belum lagi ujian SNMPTN atau tes masuk perguruan tinggi lain yang sudah ngantri di jadwal kegiatan. Mari kita rehat sejenak, lepaskan dahulu semua beban di pundak dan persiapkan diri kembali untuk perjuangan yang lebih seru dan menegangkan. University&#8230; I am Coming <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2009/04/23/suka-duka-un-2009/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
