<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lutviah.Net &#187; Kegiatan</title>
	<atom:link href="http://lutviah.net/category/kegiatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lutviah.net</link>
	<description>Catatan Kecil Tentang Komunikasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 May 2010 03:59:01 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Asap Rokok itu Membunuhku</title>
		<link>http://lutviah.net/2010/05/14/asap-rokok-itu-membunuhku/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2010/05/14/asap-rokok-itu-membunuhku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 04:48:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Tahan nafas lagi. Hal itulah yang aku lakukan saat naik angkutan umum  menuju kampusku di Paramadina, Mampang.  Bagaimana tidak, aku yang duduk di bangku tengah harus rela kekurangan oksigen karena dua orang disampingku merokok semua. Rasanya ingin sekali marah dan bilang, “Pak, please deh.. saya ingin bernafas dengan bebas!”. Tapi masalahnya, kebanyakan masyarakat Indonesia kurang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2010/05/lutviah-no-smoking.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-453" title="lutviah-no smoking" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2010/05/lutviah-no-smoking.jpg" alt="" width="168" height="168" /></a>Tahan nafas lagi. Hal itulah yang aku lakukan saat naik angkutan umum  menuju kampusku di Paramadina, Mampang.  Bagaimana tidak, aku yang duduk di bangku tengah harus rela kekurangan oksigen karena dua orang disampingku merokok semua. Rasanya ingin sekali marah dan bilang, “Pak, <em>please deh</em>.. saya ingin bernafas dengan bebas!”. Tapi masalahnya, kebanyakan masyarakat Indonesia kurang bisa menerima sikap sefrontal itu. Biasanya cukup dengan menutup mulut dan hidung, mereka sudah mengerti dan mematikan rokoknya. Tapi ini lain, mereka malah asyik merokok tanpa menghiraukan seisi metro mini yang sudah jengah dan asap rokok yang mengepul. Heran deh!</p>
<p><span id="more-452"></span></p>
<p>Aku memang termasuk orang yang alergi pada asap, apalagi asap rokok dan asap kendaraan. Kepalaku langsung pusing dan perutku gampang mual jika terlalu banyak menghirup kedua asap itu. Karena itulah, tiap kali bertemu dengan orang yang sedang merokok atau berjalan di jalan raya, aku selalu menutup mulut dan hidung. Selain alergi, kedua asap itu juga sangat berbahaya jika terlalu banyak masuk kedalam tubuh. Aku gak mau dong mengotori paru-paruku dengan asap-asap yang tidak beradab itu.</p>
<p>Aku selalu heran jika melihat orang-orang yang nyaman dan terkesan “biasa saja” saat menghirup asap rokok disekitar mereka. Apa mereka tidak tahu bahwa menjadi perokok pasif itu jauh lebih berbahaya daripada perokok aktif? Apalagi para perokok itu, kurasa mereka tak punya hati. Membagi-bagikan penyakit kepada orang lain dengan seenaknya. Kalau mau sakit, sakit sendiri dong, gak usah dibagi-bagi!</p>
<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2010/05/lutviah-free-smoking.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-457" title="lutviah-free smoking" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2010/05/lutviah-free-smoking.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Pernah suatu ketika aku naik angkutan umum dari Pancoran ke Mampang, ada seorang nenek-nenek yang duduk disamping pemuda yang merokok. Ia hanya diam dan seperti menikmati kepulan asap yang masuk ke dalam hidungnya. Jujur, rasanya aku miris sekali melihatnya. Bukan hanya pada pemuda itu yang merokok sembarangan, tapi juga pada si nenek yang sama sekali tidak sadar akan bahaya asap rokok yang masuk kedalam tubuh rapuhnya. Akhirnya aku sadar, bahwa ternyata kesalahan bukan hanya terletak pada perokok dan pemerintah saja, tapi juga masyarakat yang tidak sadar dan membiarkan hal ini terus terjadi.</p>
<p>Seperti kemarin saat aku naik kopaja menuju rumah saudaraku di Tebet. Saat itu penumpang sangat penuh ditambah lagi dengan kondisi jalan yang macet karena lampu merah. Aku sebenarnya sudah cukup menderita dengan kondisi mobil saat itu. Tapi ternyata penderitaanku belum berakhir, ada seorang bapak yang merokok ditengah-tengah para penumpang lainnya. Asapnya beterbangan di udara sehingga makin menambah sesak suasana disana. Beberapa orang didekatnya menutup hidung sambil mengernyitkan dahi, termasuk aku. Aku tahu pikiran mereka sama denganku: Sama-sama sebal dan ingin marah.</p>
<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2010/05/lutviah-rokok-di-busway.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-462" title="lutviah-rokok di busway" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2010/05/lutviah-rokok-di-busway-300x293.jpg" alt="" width="180" height="176" /></a>Namun ada hal  menarik yang terjadi saat aku naik metro mini dari TanahAbang ke Pancoran sekitar sebulan lalu. Saat itu belum terlalu banyak penumpang dan hanya aku satu-satunya perempuan disana. Pemuda dan bapak-bapak didalam metro mini itu sedang asyik bercanda sambil merokok dengan gembira. Seperti biasa, aku hanya diam sambil menutup mulut dan hidungku untuk meminimalisir masuknya asap rokok dan asap kendaraan kedalam hidungku. Kemudian ada salah-satu dari mereka melihat tingkahku dan berbicara, “Matiinlah rokoknya, kasihan tuh si eneng kagak bisa nafas” ucap bapak tersebut sambil tertawa. Tadinya aku fikir itu hanya candaan atau mungkin ejekan, tapi ternyata beneran lho. Satu-persatu dari mereka mulai mematikan rokoknya. <em>Amazing! </em>Jadi terharu aku rasanya. Ternyata masih ada orang baik ya di Jakarta &#8230; hehehe</p>
<p>Hampir setiap kali aku naik angkutan umum, selalu saja ada orang yang merokok dengan seenaknya. Bukan hanya merokok sembarangan, tapi juga membuang sampah rokok seenaknya. Apa mereka tidak memikirkan orang lain disekitarnya? Apa mereka tidak memperhatikan lingkungan? Apa mereka tidak sadar peraturan? Kenapa pemerintah membiarkan? Begitu banyak pertanyaan yang timbul dipikiranku setiap kali bertemu dengan masalah ini. Dan tentu saja, pertanyaanku itu tidak pernah menemukan jawabannya.</p>
<p>Kebiasaan merokok di kendaraan umum memang sudah dianggap wajar oleh sebagian masyarakat, khususnya bagi para perokok yang tidak bertanggung jawab. Peraturan pemerintah tentang larangan merokok di tempat umumpun sepertinya hanya dianggap angin lalu saja. Selain itu, pemberlakuan sanksi yang tidak tegas juga membuat mereka semakin bebas melanggar peraturan. Kolaborasi yang lengkap kan? Bagaimana peraturan bisa berjalan jika keduanya sama-sama tidak bertanggung jawab? Jangan-jangan benar kata teman-temanku, PERATURAN ITU ADA UNTUK DILANGGAR.</p>
<p>Setahuku, beberapa kota di Indonesia telah mengesahkan PERDA tentang larangan merokok di tempat umum. Misalnya PERDA Jakarta No. 2/2005, yaitu masyarakat dilarang merokok di tempat-tempat umum seperti mall, restoran, pasar, rumah sakit, taman, dan angkutan umum. Sanksinya juga berat lho, yaitu denda 50 juta atau penjara selama 6 bulan. Nah lho, serem banget kan? Tapi aneh seribu aneh, peraturan itu tidak berjalan dengan baik dan kebiasaan merokok sembarangan masih terus merajalela.</p>
<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2010/05/lutviah-no-smiking-cartoon.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-461" title="lutviah-no smiking cartoon" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2010/05/lutviah-no-smiking-cartoon-300x272.jpg" alt="" width="180" height="163" /></a>Amerika Serikat mungkin dapat kita jadikan contoh bagaimana menangani permasalahan rokok di masyarakat. Di New York misalnya, setiap orang dilarang merokok disemua tempat umum dengan ancaman denda US $ 2,000. Ancaman sanksi ini tentunya bukan sanksi palsu seperti yang berlaku di Indonesia. Baik pemerintah maupun masyarakat sama-sama menataati peraturan ini. Setiap pelaku pelanggaran benar-benar ditindak tegas oleh pemerintah sehingga meminimalisir pelanggaran yang terjadi. Sampai-sampai, para perokok harus rela <em>nangkring </em> di pintu belakang bar untuk merokok lho. Seandainya di Indonesia juga seperti itu &#8230;.</p>
<p>Di beberapa tempat seperti airport, restoran, atau mall, memang disediakan tempat khusus untuk merokok. Tapi bagaimana dengan angkutan umum? Bagaimana mungkin membuat ruangan khusus untuk merokok dalam kendaraan sempit nan bobrok itu? Bagiku, yang sebenarnya dibutuhkan adalah kesadaran dari semua pihak untuk sama-sama bergotong royong menjaga lingkungan. Bukan hanya bagi para perokok, tapi juga pemerintah dan masyarakat supaya saling mengingatkan.</p>
<p>Masalah yang dihadapi oleh pemerintah dalam menjalankan peraturan ini sebenarnya adalah birokrasi yang berbelit-belit. Sanksi yang tertulis dalam Perda tentunya bukan sanksi yang mudah direalisasikan, karena pelanggaran tersebut sudah termasuk tindak pidana. Mulai dari proses penangkapan, proses pengadilan, hingga penjatuhan hukuman. Menurutku, pemerintah seharusnya lebih tegas dan mempermudah pemberian sanksi kepada para pelanggar. Percuma saja kan ancaman hukuman yang besar jika tak pernah direalisasikan?</p>
<p>Sosialisasi kepada masyarakat juga harus lebih digalakkan agar masyarakat semakin sadar akan peraturan tersebut. Aku tahu, ini bukan hal yang mudah. Melihat mayoritas perokok di Indonesia berasal dari kalangan menengah ke bawah dan kurang berpendidikan, tentunya hal itu akan mendapat banyak penolakan dan tentangan dari mereka. Karena itulah, menurutku ini adalah PR semua orang untuk sama-sama berusaha saling mengingatkan dan mentaati peraturan yang ada.</p>
<p>Aku hanya berharap, masalah merokok sembarangan dapat segera terselesaikan. Aku ingin perjalananku dengan angkutan umum khas Indonesia ini dapat aku nikmati dengan agak menyenangkan. Cukuplah penderitaanku menikmati asap kendaraan Jakarta yang menyesakkan dan kondisi mobil yang memusingkan. <em>Please</em>, jangan ditambah lagi dengan kepulan asap rokok itu, karena itu bisa membunuhku &#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2010/05/14/asap-rokok-itu-membunuhku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa</title>
		<link>http://lutviah.net/2010/05/06/pelatihan-jurnalistik-mahasiswa/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2010/05/06/pelatihan-jurnalistik-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 00:06:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 4 dan 5 Mei kemarin, aku mengikuti kegiatan Pelatihan Jurnalistik dengan tema “Jurnalistik Berperspektif HAM, Gender, dan Demokrasi” yang diselenggarakan oleh Yayasan Jurnal Perempuan, majalah Change, dan Soegeng Sarjadi School of Government. Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari 7 universitas di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Tapi sayang seribu sayang, kegiatan yang dimulai sejak tanggal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2010/05/jurnal.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-436" title="jurnal" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2010/05/jurnal-208x300.jpg" alt="" width="142" height="204" /></a>Tanggal 4 dan 5 Mei kemarin, aku mengikuti kegiatan Pelatihan Jurnalistik dengan tema “Jurnalistik Berperspektif HAM, Gender, dan Demokrasi” yang diselenggarakan oleh <a href="http://jurnalperempuan.com">Yayasan Jurnal Perempuan</a>, <a href="http://majalahchange.com">majalah Change</a>, dan <a href="http://sssg-indonesia.org">Soegeng Sarjadi School of Government</a>. Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari 7 universitas di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Tapi sayang seribu sayang, kegiatan yang dimulai sejak tanggal 3 Mei ini baru aku ikuti keesokan harinya. Nah, akibat mengikuti pelatihan ini, aku jadi bolos kuliah <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Loh, koq malah seneng? Iya dong, karena ilmu yang aku dapat darisana sebanding dengan kelas kuliah yang aku korbankan, bahkan lebih <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .<br />
<span id="more-435"></span></p>
<p>Hari pertama, 3 Mei 2010, kegiatan tersebut membahas tentang dasar-dasar penulisan, management media massa, dan demokrasi. Tapi karena aku gak ikut, jadi gak bisa cerita banyak deh <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Tunggu kiriman materi dari panitianya dulu ya <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Hari kedua yang merupakan hari pertama aku disana, aku belajar tentang masalah Gender, HAM, dan teknis penulisan populer. Materi tentang Gender dibawakan oleh Mba Putri, dosen filsafat dari Universitas Indonesia. Darinya aku belajar banyak hal, bukan hanya belajar tentang feminisme, namun juga belajar lebih kritis mengenai fenomena yang terjadi di masyarakat, khususnya yang berbau gender. Darisitulah aku tahu, bahwa ternyata yang diperjuangkan oleh para feminis itu bukanlah penyamaan antara laki-laki dan perempuan, tapi hak mereka sebagai manusia. Karena pada dasarnya laki-laki dan perempuan itu memang berbeda.</p>
<p>Setelah materi Gender, pelatihan ini dilanjutkan dengan materi HAM dan teknik penulisan populer. Materi HAM dibawakan oleh Pak Idaman, seorang aktivis HAM. Siapa sangka dibalik penampilannya yang agak “seram” dengan rambut gondrong dan jenggot lebat, ternyata ia sangat humoris dan gaul abis <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Lewat pelatihan ini aku jadi tahu bahwa ternyata pelaku pelanggaran HAM itu bukanlah individu tapi negara. Loh, koq bisa? Awalnya aku juga bingung, tapi setelah diskusi yang agak panjang, aku jadi<span style="text-decoration: line-through;"> tambah bingung</span> (loh??) <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  . Jadi ceritanya, 146 negara termasuk Indonesia telah menandatangani DUHAM (Deklarasi Umum HAM) dan berbagai konvensi-konvensi HAM. Sejak saat itulah, negara bertanggung jawab atas segala macam tindakan dan kejadian menyangkut hak asasi warga negaranya. Misalnya, Ani melakukan pembunuhan massal, tapi Ani dibiarkan bebas oleh negara. Berarti, Ani adalah pelaku tindak pidana, sedangkan negara adalah pelanggar HAM karena membiarkan Ani bebas. Begitu loh teman-teman <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Materi selanjutnya adalah Teknik Penulisan Populer yang dibawakan oleh Ahmad Arief, wartawan Kompas. Materi ini lebih banyak membahas tentang teknik-teknik penulisan dan <em>sharing</em> seputar dunia penulisan. Dan ternyata, banyak orang yang beranggapan bahwa menulis populer itu lebih sulit loh daripada menulis ilmiah. Kenapa? Karena target pembacanya yang lebih luas, bukan hanya kalangan tertentu. Ada satu hal yang menarik darinya, beberapa tahun ini ia memutuskan untuk tidak mempunyai TV di rumah agar lebih memotivasinya untuk membaca! OMG</p>
<p>Hari terakhir, 5 Mei 2010, materi yang aku dapat adalah Teknik Penyuntingan dan Jurnalisme Kampus dan Aktivisme. Teknik penyuntingan yang dibawakan oleh manager reporter majalah <a href="http://www.rollingstone.co.id/">Rolling Stone</a> ini membahas tentang teknik-teknik penulisan, observasi, dan penyuntingan artikel dalam majalah. Sedangkan pak Fadjroel Rahman membahas tentang gerakan mahasiswa sejak masa orde baru hingga sekarang. Lewat gayanya yang ngocol abis, ia memotivasi kita bahwa lewat media pers kampus, kita dapat berkembang dan meraih masa depan yang gemilang <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Akhirnya, pelatihan ini diakhiri dengan <em>sharing</em> seputar media kampus masing-masing. Darisana terlihat, bahwa ternyata banyak media kampus yang belum menerapkan perspektif demokrasi, gender, dan HAM dalam media kampus mereka. Ini adalah PR kita masing-masing, untuk mengembangkan ketiga perspektif tersebut dalam media kampus, agar lebih membumi dikalangan mahasiswa  <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2010/05/06/pelatihan-jurnalistik-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kumpul Bareng Komunitas Belajar Kreatif</title>
		<link>http://lutviah.net/2010/03/29/woots-belajar-kreatif/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2010/03/29/woots-belajar-kreatif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 15:25:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=399</guid>
		<description><![CDATA[
Tanggal 27 Maret kemarin menjadi hari yang spesial buatku   .Kenapa? Karena hari itu menjadi hari pertama bergabungnya aku dalam komunitas Belajar Kreatif yang dipelopori Mba Maydina dkk. Terpesona dengan e-magazine Lumbung Ide Belajar Kreatif, akhirnya aku mencoba datang ke acara Kumpul Bareng Komunitas Belajar Kreatif di Kota Tua   .
Petualangan kami diawali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2010/03/belajar-kreatif.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-400" style="float: right; border: 0px initial initial;" title="belajar kreatif" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2010/03/belajar-kreatif.jpg" alt="" width="200" height="111" /></a></p>
<p>Tanggal 27 Maret kemarin menjadi hari yang spesial buatku <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .Kenapa? Karena hari itu menjadi hari pertama bergabungnya aku dalam komunitas <a href="http://www.facebook.com/BelajarKreatif">Belajar Kreatif</a> yang dipelopori <a href="http://www.facebook.com/maydina?ref=mf">Mba Maydina</a> dkk. Terpesona dengan e-magazine <a href="http://www.4shared.com/file/233996048/20b7b4bb/lumbung_ide_02_small.html">Lumbung Ide</a> Belajar Kreatif, akhirnya aku mencoba datang ke acara Kumpul Bareng Komunitas Belajar Kreatif di Kota Tua <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p><span id="more-399"></span><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2010/03/BI-1.jpg"></a><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2010/03/BI-1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-408" style="float: left; border: 0px initial initial;" title="BI-1" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2010/03/BI-1-300x200.jpg" alt="" width="180" height="120" /></a>Petualangan kami diawali dengan berkumpul di Museum BI jam 10 pagi. Museum ini bukan museum biasa loh <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Tidak seperti museum-museum lainnya yang terkesan tua dan hanya berisi pajangan-pajangan langka, museum BI ini terkesan lebih trendy, high tech, dan gak kolot sama sekali! Meskipun dari luar gedungnya terlihat tua (karena emang warisan VOC dan dipertahankan), tapi isinya pasti jauh dari yang kamu bayangkan! <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />   Disana kita bisa bermain shadow game dengan cara menangkap koin hanya dengan bayangan, juga game-game high tech lain yang sedang dalam masa pengembangan. Ada museum uang, museum emas, meeting room, dan aneka pajangan yang pasti menarik buat diliat dan dijadiin background buat bernarsis ria <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .</p>
<div id="_mcePaste">
<p>Setelah puas di museum BI, sekarang saatnya ke tujuan utama: Kota Tua! Matahari yang menyengat dan cuaca panas ternyata tidak menyurutkan warga jakarta untuk berholiday ria <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Hari itu Kota Tua terlihat cukup ramai oleh pengunjung, baik tua, muda, maupun anak-anak, semuanya berkumpul jadi satu sembari menikmati peninggalan-peninggalan masa penjajahan. Kamipun tak mau ketinggalan dong <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Setelah beristirahat sejenak di bawah pohon, kamipun mulai menyebar untuk hunting foto dan cari bahan untuk dijadikan tulisan sebagai dokumentasi pertemuan kali ini. Tema kali ini, mencari sisi lain Jakarta. Yuu  maree &#8230; <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2010/03/kota-tua-afif1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-411" style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; border: 0px initial initial;" title="kota tua-afif" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2010/03/kota-tua-afif1-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<div id="_mcePaste">
<p>Karena jumlah creativers yang cukup banyak, akhirnya kami dibagi dalam 2 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 6-7 orang, aku masuk kelompok 2 <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Setelah shalat dan makan siang, kami menuju Museum Wayang dan Museum Seni Rupa. Di Museum Wayang, kamu bukan hanya bisa lihat koleksi wayang Indonesia lho, tapi juga ada wayang Malaysia,  wayang Inggris,dan lain-lain. Ongkosnya juga murah, cuma dua ribu rupiah <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Kalo di Museum Seni Rupa sih kami cuma ikut ngadem aja, udah kehabisan energi jalan-jalan seharian <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .Setelah itu, kami semua berkumpul di Museum Seni Rupa untuk setor tulisan dan share pengetahuan tentang dunia penulisan.  Disana kami saling sharing informasi, tips dan trik menulis asik,kenalan dengan creativers lain, dan tak lupa berfoto-foto ria <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="_mcePaste">Akhirnya, pertemuan kali ini ditutup dengan photo session di Sunda Kelapa. Tapi sayang seribu sayang, berhubung aku jadi panitia acara Earth Hour di kampus nanti malam, jadi mesti cepet pulang deh <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Tapi gapapa, apa yang telah aku dapatkan dalam pertemuan kali ini, menjadi pelajaran dan semangat berharga untuk hari-hariku selanjutnya. Well, see you on the next event Belajar Kreatif! <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2010/03/29/woots-belajar-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suka Duka UN 2009</title>
		<link>http://lutviah.net/2009/04/23/suka-duka-un-2009/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2009/04/23/suka-duka-un-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 05:50:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Activities]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Bagi siswa siswi kelas 3 tingkat SMP atau SMA pasti sudah tidak asing lagi dengan dengan yang namanya UN alias Ujian Nasional. Bukan karena kesukaan apalagi harapan, tapi karena ujian itulah yang sering membuat hati para siswa deg degan   . Bagaimana tidak, keputusan pemerintah untuk menaikkan standar kelulusan setiap tahun membuat para siswa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/04/un-2009.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-243" title="un-2009" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2009/04/un-2009.jpg" alt="" width="193" height="184" /></a>Bagi siswa siswi kelas 3 tingkat SMP atau SMA pasti sudah tidak asing lagi dengan dengan yang namanya UN alias Ujian Nasional. Bukan karena kesukaan apalagi harapan, tapi karena ujian itulah yang sering membuat hati para siswa deg degan <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . Bagaimana tidak, keputusan pemerintah untuk menaikkan standar kelulusan setiap tahun membuat para siswa tertekan hingga nyari nyari contekan <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Berbagai pemberitaan di media menyebutkan bahwa setiap tahun selalu terjadi berbagai kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional. Ironisnya, bagi sebagian pelajar UN bukannya dijadikan sebagai suatu motivasi tapi malah hanya untuk ditakuti-takuti <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Tanggal 20-24 April kemarin Ujian Nasional tingkat SMA diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia.Untuk SMK, materi yang diujikan dalam UN hanya bidang study matematika, bahasa indonesia dan bahasa inggris. Sedangkan untuk SMA ditambah materi lain tergantung jurusannya masing-masing. Untuk jurusan IPS, materi tambahan yang diujikan adalah sosiologi, sejarah dan geografi. Sedangkan untuk jurusan IPA, materi yang ditambahkan adalah fisika, kimia dan biologi.</p>
<p><span id="more-242"></span></p>
<p>Bagi siswa siswi SMA saat ini pasti tengah berleha-leha menikmati &#8220;kemerdekaan&#8221; (<span style="text-decoration: line-through;">termasuk aku</span> <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  ) setelah 3 hari berjuang menaklukan soal-soal ujian. Ada yang sedang main game, chatting, blogging (<span style="text-decoration: line-through;">like me</span> <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  ), atau sedang ngegosip mengenang tegangnya saat-saat ujian kemarin. Bagaimana tidak, penjagaan ketat dari kepolisian dan suasana sekolah yang menegangkan menjadikan mental attack tersendiri bagi para siswa. Ujian yang mestinya dilalui dengan tenang malah menambah ketakutan bagi para siswa, takut salah, takut gak lulus, atau malah takut ketahuan (<span style="text-decoration: line-through;">ketahuan apa yah</span> <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  ) .</p>
<p>Seperti motion debat &#8220;This House Believe That National Examination is Educating&#8221;, masalah Ujian Nasional hingga kini tetap jadi perdebatan, ada yang pro dan ada yang kontra. Sebagian kalangan menolak UN dikarenakan mutu pendidikan yang belum merata, dan sebagiannya lagi mendukung karena dapat memberikan motivasi kepada para siswa. Menyimak  wawancara yang dilakukan koran Radar Banten pada beberapa siswa SMK ketika ujian kemarin, kebanyakan dari mereka tidak setuju dengan adanya UN dengan alasan yang sama. Sedangkan bagi aku pribadi, UN memberikan motivasi tersendiri dalam proses pembelajaran. Standar kelulusan yang tinggi menjadikan kita lebih giat dan serius dalam belajar. Seperti kata <a href="http://romisatriawahono.net">Pak Romi</a>, process is more than result. Yang penting kan kita sudah berusaha, kalo hasil mah <em>whatever</em> laa&#8230; <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah Ujian Nasional terlewati, kita semua hanya bisa berharap dan berdoa semoga standar kelulusan 5.5 dapat kita lewati dengan baik. Semoga apa yang telah kita perjuangkan bersama selama 3 tahun ini berbuah manis. Tapi jangan lupa, meskipun UN telah kita lewati, bukan berarti bahwa perjuangan kita telah selesai lho <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  . UAS dan Ujian Praktek sudah ada di depan mata, belum lagi ujian SNMPTN atau tes masuk perguruan tinggi lain yang sudah ngantri di jadwal kegiatan. Mari kita rehat sejenak, lepaskan dahulu semua beban di pundak dan persiapkan diri kembali untuk perjuangan yang lebih seru dan menegangkan. University&#8230; I am Coming <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2009/04/23/suka-duka-un-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengkritisi Budaya Belajar Kita</title>
		<link>http://lutviah.net/2008/09/05/mengkritisi-budaya-belajar-kita/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2008/09/05/mengkritisi-budaya-belajar-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 04:20:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini aku tulis setelah berdiskusi dengan beberapa rekan kantorku di tempat aku magang. Tadinya sih, kami hanya saling bercerita tentang pengalaman-pengalaman kami ketika di sekolah.
Tapi lama-lama, diskusi kami berlanjut tentang cara belajar dan diajar kami ketika menimba ilmu selama bertahun-tahun di bangku sekolah.Tulisan ini aku buat bukan semata-mata karena cara belajarku sudah bagus dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" title="Study" src="http://catatanvia.files.wordpress.com/2008/09/10096901.jpg" alt="" width="202" height="183" />Artikel ini aku tulis setelah berdiskusi dengan beberapa rekan kantorku di tempat aku magang. Tadinya sih, kami hanya saling bercerita tentang pengalaman-pengalaman kami ketika di sekolah.</p>
<p>Tapi lama-lama, diskusi kami berlanjut tentang cara belajar dan diajar kami ketika menimba ilmu selama bertahun-tahun di bangku sekolah.Tulisan ini aku buat bukan semata-mata karena cara belajarku sudah bagus dan patut diteladani. Sama sekali bukan. Tulisan ini hanya sebagai bukti kesadaranku bahwa proses belajar yang sudah 11 tahun aku jalani ini sering kali sia-sia.</p>
<p><span id="more-3"></span></p>
<p>Sudah berapa bidang study yang kita pelajari? Matematika, Bahasa, IPA, IPS, dan beberapa mata pelajaran lain yang mungkin sudah kita lupa materinya apa. Sering kali, ketika kita belajar di sekolah, niatan kita hanya untuk mendapatkan nilai yang baik dan bisa lulus sekolah dengan hasil yang membanggakan. Karena itulah, banyak siswa-siswi yang menyontek ketika ujian dilaksanakan. Kita tidak pernah berfikir “Untuk apa ya saya belajar ini…?”, “Apa yang akan saya hasilkan jika mempelajari ini..?”, ”Dalam hal apa saya bisa mempraktekannya…?”, “Kelak saya bisa jadi apa kalau belajar ini…?”. Pernahkah anda memikirkannya? Jika pernah, sungguh saya ingin belajar dari anda!!</p>
<p>Memang sih, ada beberapa orang yang juga pernah memikirkannya. Tapi hanya sebatas berfikir, tanpa ada realisasi yang jelas. Sering kali kita hanya sekedar berfikir dan menyimpan pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam hati saja. Karena itu, jadilah masyarakat kita seperti sekarang ini. Orang-orang yang hanya belajar untuk mendapatkan gelar akademis, pekerjaan yang layak serta kebebasan financial dengan cara yang instan. Sehingga pelajar-pelajarpun terinfeksi oleh budaya semacam ini. Aksi contek-mencontek yang semakin marak, pembocoran soal ujian, dan hal-hal jelek lainnya.</p>
<p>Misalnya saja, suatu ketika temanku pernah bertanya pada guru matematika yang sedang mengajar dikelas. Saat itu materi yang sedang dibahas adalah persamaan dan pertidaksamaan linear. Ketika session pertanyaan, temanku bertanya “Di kehidupan sehari-hari persamaan linear itu kita aplikasikan dimana ya bu?”, dan guruku menjawab, “Kalian cari saja di buku, dimana saja biasanya persamaan linear itu diaplikasikan”. Gubrakkkk !! Aku tidak tahu apa maksud dari jawaban guruku itu. Entah itu karena dia ingin siswa-siswinya belajar mandiri atau memang karena dia tidak tahu. Yang jelas, saat itu aku dan temanku mencarinya dalam buku-buku matematika yang kami pelajari. Tapi pertanyaan kami sama sekali tidak ada yang membahas. Yang ada hanya pembahasan rumus dan contoh-contoh soal. Lalu siapa yang mesti kami pintai jawab?</p>
<p>Setelah kejadian itu, aku jadi semakin mengerti bahwa budaya semacam itu bukan hanya menginfeksi para pelajar saja, tapi guru-gurunya juga. Murid-murid belajar hanya untuk mendapatkan nilai yang bagus, dan guru mengajar hanya untuk mendapatkan gaji dari pemerintah. Tidak ada lagi rasa ingin tahu dan kritisasi akan ilmu.</p>
<p>Kita terus berdoa dan berusaha, semoga budaya-budaya seperti ini akan segera lenyap dari dunia pendidikan Indonesia. Kalo tetep kaya gini, apa kata dunia??</p>
<p>Bravo Education, Bravo Indonesia!! <img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2008/09/05/mengkritisi-budaya-belajar-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LKS SMK 2008</title>
		<link>http://lutviah.net/2008/06/06/lks-smk-2008/</link>
		<comments>http://lutviah.net/2008/06/06/lks-smk-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 05:05:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>via</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Kompetisi]]></category>
		<category><![CDATA[LKS]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba]]></category>
		<category><![CDATA[SMK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 15-18 Mei 2008 kemarin, aku beserta para rombongan mengikuti LKS (Lomba Kompetensi Siswa) Tingkat Prov. Banten yang diselenggarakan di Kota Serang. Semangat, gugup, haru, dan berbagai perasaan timbul mengiringi keberangkatan kami siang itu. Berkumpul di SMK N 1 Rangkasbitung, para peserta lomba se-Kab. Lebak berangkat menuju Kota Serang dengan angkutan yang telah disediakan. Ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2008/09/sok-owyeh065.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-48" title="sok-owyeh065" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2008/09/sok-owyeh065-300x225.jpg" alt="" width="270" height="203" /></a>Tanggal 15-18 Mei 2008 kemarin, aku beserta para rombongan mengikuti LKS (Lomba Kompetensi Siswa) Tingkat Prov. Banten yang diselenggarakan di Kota Serang. Semangat, gugup, haru, dan berbagai perasaan timbul mengiringi keberangkatan kami siang itu. Berkumpul di SMK N 1 Rangkasbitung, para peserta lomba se-Kab. Lebak berangkat menuju Kota Serang dengan angkutan yang telah disediakan. Ada yang naik bus, mobil sekolah, dan mobil guru.</p>
<p>Oia, bagi yang belum tahu, LKS sendiri adalah sebuah kompetisi yang diadakan oleh Dikmenjur yang diperuntukkan kepada siswa-siswi SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) untuk saling berkompetisi dalam 22 mata lomba. Misalnya Akuntansi, Administrasi Perkantoran, Web Design, Olahraga, dan lain-lain. Dimulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga tingkat Nasional.</p>
<p>Sesampainya disana, kami mengisi absen peserta dan langsung menuju penginapan masing-masing (karena hari itu sudah mulai maghrib). Kebetulan aku bersama beberapa tim lain dan rombongan dari Kab. Pandeglang menginap di hotel Pangestu depan Kapolres Serang (<span style="text-decoration: line-through;">Gak mau lagi deh nginep disitu, berisik banget!!</span> <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  )</p>
<p><span id="more-47"></span></p>
<p>15 Mei 2008. Kompetisi dimulai. Setelah upacara pembukaan, yang waktunya ngaret dari jadwal (Biasalah Indonesia), seluruh peserta bersiap2 untuk mengikuti babak penyisihan. Deg-degan, takut, dan minder menyelusup pada benak para peserta, khususnya aku.</p>
<p>Oia, ditulisan ini, mungkin aku hanya akan menceritakan lebih tentang kegiatan lomba English Debate, karena hanya mata lomba itulah yang aku ikuti sampai akhir. Meskipun saat itu sudah kedua kalinya aku ikut, tetap saja perasaan gugup menyelimutiku bersama partner timku yang lain. Untuk LKS tahun ini, aku, Mulyana, T Neni, dan Heru mewakili Kab. Lebak pada mata lomba English Debate.<a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2008/09/sok-owyeh066.jpg"><img class="size-medium wp-image-52 alignright" title="sok-owyeh066" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2008/09/sok-owyeh066-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Di penyisihan pertama, timku berhadapan dengan tim Kota Tangerang. Sekedar Nostalgia saja, tim debat Kota Tangerang adalah juara 1 English Debate tahun 2007 kemarin, awal yang indah kan?  <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  Tapi juri berkata lain, setelah sekitar 2 jam bertarung, akhirnya timku berhasil menang dengan margin tipis.</p>
<p>Pertarungan tak hanya sampai disitu. Kami harus melawan 1 tim lagi untuk mendapatkan tiket masuk ke semi final, dan saat itu kami bertemu Cilegon! Untuk pertama kalinya kami berhadapan dengan tim dari Kota baja ini. Di sore yang menjelang maghrib, kami dituntut untuk saling beradu argumentasi, saling mencari kesalahan dan menjatuhkan lawan (J<span style="text-decoration: line-through;">ahat banget yah? Itulah debat!</span> <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  ). Tim yang sama-sama ngotot, plus motion yang belum begitu kami kuasai menambah keseruan dalam debat sore itu. <span style="text-decoration: line-through;">Cape banget deh, mana belum mandi</span>…<span style="text-decoration: line-through;">ups</span>… <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Akhirnya, keputusan juri datang juga…eng…ing…eng…timku masuk semi final! Alhamdulillah… <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Di sela-sela kesibukan lomba dan nyari bahan debat, aku beserta teman-teman yang lain juga ikut melihat lomba-lomba lain yang diadakan, khususnya olahraga. Basket dan volley juga seru banget tuh buat ditonton (<span style="text-decoration: line-through;">apalagi kalo dari kabupaten sendiri,hihi</span> <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  ). Sorak-sorai penonton dan suara peluit wasit ikut meramaikan kegiatan hari itu. Pokoknya, seru deh! <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Di semi final, timku juga harus berjuang untuk bisa masuk final, setidaknya tidak boleh turun dari prestasi tahun kemarin. Lawan terberat kami saat itu adalah Kab. Tangerang. Karena selain pemegang juara 3 English Debate tahun kemarin, orang-orangnya juga masih sama. Jadi, waspadalah…waspadalah!!</p>
<p>Doa kami terkabul, setelah berhasil menyingkirkan (<span style="text-decoration: line-through;">ganas banget ya bahasanya</span>) Kab. Pandeglang di semi final, timku berhak maju ke babak final melawan Kab. Tangerang. Gugup, takut, dan segala macam perasaan aneh hinggap dihatiku. Secara besok babak final, aku beserta partnerku yang lain latihan pada malam harinya. Kami membahas motion yang mungkin keluar besok, dan mempersiapkan mental…</p>
<p><a href="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2008/09/sok-owyeh012.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-51" title="sok-owyeh012" src="http://lutviah.net/wp-content/uploads/2008/09/sok-owyeh012-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>The last day, May 18th 2008. Di pagi hari yang cerah, adalah saatnya pembuktian siapa yang terbaik. Menjelang upacara penutupan, <span style="text-decoration: line-through;">panggung sandiwara</span>..<span style="text-decoration: line-through;">eh</span>..panggung acara bukan hanya disiapkan untuk penutupan acara saja, tapi juga untuk babak final English Debate. Bayangkan, kami harus berdebat-debat ria dihadapan berpuluh-puluh mata. Suara kami didengar, tatapan mata kami dipandang, dan argumentasi kamipun dinilai. Apalagi, saat itu akulah yang menjadi first speaker dari affirmative team, jadi pembuka acara deh.. <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dengan Bismillah, pagi itu kami berdebat mengenai Porn Site. Suara MC, argumentasi dari tiap pembicara dan tepuk tangan riuh dari penonton mengisi suasana pagi itu. Dan akhirnya, setelah berdag-dig-dug ria, babak final selesai dengan silent adjudication dari para juri.</p>
<p>Upacara penutupan digelar, berbagai hiburan dan sambutan-sambutan ikut memeriahkan acara. Akhirnya, pengumuman hasil perlombaan dibacakan. Ada tepuk tangan riuh untuk setiap juara, termasuk timku. Alhamdulillah, timku berhasil memenangkan lomba English Debate sebagai juara pertama. Alhamdulillahirabbil &#8216;alamin… <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah semua pemenang lomba dibacakan, terpilihlah Kota tangerang sebagai juara umum pertama karena meraih medali paling banyak. Berikut urutannya:</p>
<p>1. Kota Tangerang<br />
2. Kota Serang<br />
3. Kabupaten Tangerang<br />
4. Kota Cilegon<br />
5. Kabupaten Lebak<br />
6. Kabupaten Pandeglang<br />
7. kabupaten Serang</p>
<p>Prestasi kabupatenku menurun 3 peringkat dari tahun kemarin. Mungkin karena persiapan para peserta yang kurang matang. Semoga ditahun-tahun berikutnya akan lebih baik lagi disertai dengan dukungan yang lebih dari banyak pihak. Chayo Lebak !! <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Segala puji bagi Allah yang telah memberiku kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini. Semoga kompetisi-kompetisi ini akan tetap exist, sehingga pelajar-pelajar SMK dapat lebih termotivasi untuk belajar dan siap memasuki pasar kerja. Semoga LKS 2009 tahun depan di Kota Tangerang akan lebih menarik lagi.</p>
<p>Bravo SMK !!! <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lutviah.net/2008/06/06/lks-smk-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
