Archive for ‘Aktivitas’

March 20th, 2012

Global Citizen Corps 2011′s Graduation Day

by via

Hari ini kami bukan merayakan “kelulusan” melainkan setahun “kebersamaan”. Karenabagi kami, tak ada kata “lulus” untuk pekerjaan sosial. – @GCCIndonesia

Tweet diatas adalah respon saya atas kelulusan Global Citizen Corps 2011 yang jatuh tanggal 18 Maret 2012 kemarin. Bagi saya, acara kelulusan di Denanta Kitchen kemarin merupakan sebuah moment spesial, dimana hampir semua GCC Leader 2011 beserta para fasilitator berkumpul dan bersuka cita. Acara ini lebih berarti dari sekedar pembagian sertifikat kelulusan, melainkan juga pembangkit motivasi dan pengikat silaturahmi.

Hampir setahun yang lalu, saat saya dan teman-teman didaulat menjadi Global Citizen Corps Leader 2011. Kami yang berasal dari berbagai latar belakang, sama-sama menyatukan mimpi untuk membuat perubahan bagi dunia. Ada yang bergerak di isu kesehatan, lingkungan, kesetaraan gender, kesehatan reproduksi, dan isu-isu lain. Disini, kami berusaha membuat perubahan dengan cara kami masing masing dan dimulai dengan langkah terkecil.

Kami sadar, aksi-aksi yang kami lakukan setahun ini masih belum cukup untuk mengubah dunia. Namun seperti kata Dalai Lama, “every journey always starts with a single step“. Aksi-aksi kecil yang dilakukan terus menerus dan bersama-sama, pasti akan akan menghasilkan perubahan yang besar.

Ya, kami memang sudah dinyatakan “lulus”. Kami pun sudah menerima sertifikat kelulusan. Tapi bukan berarti, langkah dan aksi kami untuk membuah perubahan terhenti disini. Kami masih punya banyak pekerjaan rumah untuk melunasi janji: “I am the Change”, slogan yang selalu kami elu-elukan semasa training. Bagi kami, Global Citizen Corps Leader adalah lifetime achievement sekaligus reminder untuk terus bekerja dan berkontribusi bagi masyarakat. Seperti Mahatma Gandhi katakan, “Be the change you wish to see in the world”. Kami akan terus membawa perubahan seperti yang kami inginkan hadir di dunia.

 

August 23rd, 2011

Saya dan ESC

by via

Haru. Mungkin kata itulah yang bisa menggambarkan perasaan saya saat datang ke acara buka puasa bersama anak-anak ESC hari sabtu, tanggal 20 Agustus 2011 kemarin. Rasa haru itu muncul mungkin karena jauh dalam hati saya, saya sangat merindukan masa-masa di sekolah, khususnya masa ketika saya bergabung dalam ESC.

Bagi saya, ESC bukan hanya sekedar ekstrakurikuler, tapi juga rumah kedua bagi saya. Disana saya belajar, berlatih, dan mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran hidup. ESC lebih dari sekedar ekstrakurikuler dalam bidang bahasa Inggris, karena disitu saya tidak hanya belajar bahasa, tapi juga belajar bekerja keras.

read more »

May 5th, 2011

Yuk Ikut OPREC ARI 2011

by via

Buat kamu yang udah pernah baca catatan pengalamanku saat mengikuti Youth Camp ARI desember tahun lalu, pasti sedikit banyak sudah tahu what ARI really is. Disitu, kamu juga bisa lihat betapa menyenangkannya youth camp yang diadakan serta inisiasi dan gerakan apa aja yang dihasilkan.

Nah, menginjak tahun 2011, ARI kembali mengadakan OPREC (Open Recruitment) untuk kembali merangkul kawan-kawan remaja se-Indonesia agar ikut terlibat dalam gerakan-gerakan remaja. Apa saja sih kegiatan-kegiatannya? ini dia ;)

E-Course tentang Seksualitas, Kesehatan dan Hak Reproduksi Remaja

Kamu akan mendapatkan kesempatan untuk mempelajari isu-isu terkait Seksualitas, Kesehatan dan Hak Reproduksi Remaja melalui pelatihan yang dilaksanakan via email. E-Course ini ditujukan sebagai persiapan bagi kamu untuk merencanakan kegiatan remaja yang akan kamu lakukan.

5 Hari Pelatihan Advokat Remaja untuk Pendidikan Seksualitas Komprehensif

Pelatihan ini diberikan kepada kamu untuk memperdalam informasi yang sudah kamu dapatkan pada E-Course. Selain itu kamu juga akan mendapatkan pengetahuan tentang pendidikan seksualitas komprehensif serta kemampuan advokasi untuk hak-hak remaja.

Pertemuan Nasional HIV dan AIDS 2011, Jogjakarta

Jika terpilih sebagai anggota ARI, kamu berkesempatan untuk bisa menghadiri pertemuan nasional HIV dan AIDS di Jogjakarta pada bulan Oktober 2011. Pada pertemuan ini, ARI merupakan steering committee untuk forum remaja. Pada kesempatan ini, anggota ARI bersama dengan jaringan remaja nasional akan bersama-sama mengadvokasi isu-isu remaja terkait HIV dan AIDS.

Seluruh rangkaian kegiatan OPREC diatas akan dilaksanakan selama bulan Juni-Oktober 2011. Buat kamu yang tertarik mengikuti kegiatan ini bisa mengunduh form pendaftaran dibawah ini. Formulir pendaftaran dan CV paling lambat diterima sebelum tanggal 14 Mei 2011. Don’t miss it and see you on Youth Camp ARI 2011! ;)

Formulir Pendaftaran OPREC ARI 2011

May 3rd, 2011

Penelitian itu Menyenangkan

by via

Penelitian. Ya, sekarang aku sedang tertarik dengan kegiatan satu ini. Dimulai saat Bu Ika, dosenku saat semester 2, menawarkan mahasiswanya untuk membuat penelitian dalam rangka Konferensi Nasional yang diselenggarakan di kampus. Siapa yang mengirimkan paper disana akan langsung dapat nilai A tanpa perlu ikut UAS. Menarik! Selain dapat pelajaran baru, aku juga ga perlu susah-susah ikut UAS yang pasti bakal bikin pegel tangan karena kebanyakan nulis. Akhirnya, aku berkolaborasi dengan Bu Ika dan Pak Wahyu membuat penelitian dengan judul “Penggunaan Facebook oleh Mahasiswa dan Dosen Universitas Paramadina”.

read more »

December 18th, 2010

Asyiknya Youth Camp bareng ARI

by via

Tanggal 13-17 Desember 2010 kemarin, aku bersama 18 teman lain berkesempatan untuk mengikuti Youth Camp yang diselenggarakan oleh ARI (Aliansi Remaja Independen). Acara ini diadakan dalam rangka memperingati International Youth Day tanggal 12 Agustus yang bertempat di Hotel and Cottage Sawangan Depok.

Bagi yang belum tahu, ARI adalah organisasi yang mengkoordinasi pergerakan dan inisiatif remaja di tingkat nasional untuk memperjuangkan hak seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja. ARI juga telah mempunyai 30 focal point yang tersebar di 10 wilayah Indonesia loh, diantaranya Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, Sulawesi Utara, dan Papua. Motto ARI adalah, dari remaja, oleh remaja, dan untuk remaja.

Acara youth camp ini merupakan acara kedua dari rangkaian kegiatan International Youth Day. Sebelumnya, ARI telah mengadakan e-course yang diikuti oleh 60 peserta dari berbagai universitas pada tanggal 10-23 Agustus 2010. Peserta e-course sendiri merupakan hasil seleksi dari 200 orang yang mendaftar. Dalam e-course tersebut, kami membahas berbagai macam isu tentang remaja, seperti feminisme, love and lust, gender, perjanjian global, dan lain-lain. E-coursenya seru lho, disana kami bisa saling berdiskusi dan sharing informasi.

Dari 60 peserta yang mengikuti e-course, tepilihlah 12 orang peserta yang berhak mengikuti rangkaian acara IYD selanjutnya. Peserta youth camp bukan hanya peserta dari e-course saja, ada juga 7 peserta lain yang mewakili lembaga-lembaga. Meski acaranya hanya lima hari, youth camp ini memberikan banyak pengalaman baru yang  fun dan unpredictable.


Bagaimana tidak, disana aku bisa bertemu dan bersosialisasi dengan teman-teman yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Ada teman-teman dari LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender), IPNU (Ikatan Pelajar Nadhatul Ulama), JOTHI (Jaringan Orang Terinfeksi HIV/AIDS), dan teman-teman lain dari berbagai kota dan universitas.

Selama lima hari tersebut, kami dibekali dengan berbagai materi tentang understanding youth diversity, youth involvement, youth adult partnership, advocacy, dan writing skills. Penyampai materinya juga asik, ada Kak Rachel, Kak Love, Kak Fita, dan lain-lain. Tak hanya itu, kami juga diajak field visit ke berbagai lembaga seperti UNFPA, KPAN, BKKBN, PMI, CMM, dan BPMPKB. It was so fun! Berbaur bersama orang-orang yang sangat berbeda, sharing ilmu dan pengalaman, juga membuat action plan untuk program-program remaja.

Dari kegiatan Youth Camp tersebut, kami menghasilkan 3 action plan yang secepatnya akan direalisasikan. Pertama, pembangunan komunitas dengan media online untuk menjaring remaja-remaja lainnya. Kedua, penggalangan dana yang akan digunakan untuk membantu teman-teman remaja lain yang kekurangan. Ketiga, acara eksibisi cinta untuk remaja, yaitu campaign unity in diversity yang insya allah akan diadakan pada bulan Februari mendatang. Mohon doa dan dukungannya ya, semoga kegiatannya dapat segera terealisasi. Salam remaja!

December 11th, 2010

Bismillah, Ini tentang Cinta

by via

Ini adalah novel paling tebal yang pernah aku baca. Jumlah halamannya sekitar 455 halaman. Namun begitu, novel ini sama sekali tidak membuat para pembacanya jenuh untuk membaca halaman demi halaman cerita dalam novel ini. Bahkan membuat aku penasaran dan sulit berhenti, kecuali jika ada hal yang penting.Novel ini bercerita tentang seorang murid SMA bernama Haydar beserta 2 orang gadis yang kemudian menjadi takdirnya, Salma dan Lexa. Sebuah cinta segitiga yang dialami anak-anak remaja namun berakhir dengan indah.

read more »

December 11th, 2010

Entrok, Sebuah Permulaan

by via

Apa yang saya rasakan ketika membaca novel karya Okky Madasari ini adalah perasaan ingin meledak. Bagaimana tidak, hati saya teriris ketika menyaksikan kekejaman pemerintah mengebiri kehidupan rakyat, hati saya muak melihat para penjilat yang tega memfitnah seseorang yang tidak bersalah, hati saya menangis menyaksikan betapa tidak harmonisnya kehidupan keluarga. Sungguh, novel Entrok berhasil mengaduk-ngaduk perasaan saya.
read more »

September 11th, 2010

Hiduplah Anakku, Ibu Mendampingimu

by via

Aku benar-benar menangis. Setelah terpana dengan buku Aku Terlahir 500Gr dan Buta karya Miyuki Inoue, hari ini aku membaca buku karangan ibunya yang menceritakan perjuangan hidupnya dalam membesarkan dan mendidik Miyuki. Aku Terlahir 500Gr dan Buta adalah buku yang menjawab semua kisah yang Miyuki ceritakan dalam bukunya terdahulu. Jika di buku Miyuki kita menyaksikan lika liku kehidupannya  yang penuh perjuangan untuk bisa tetap hidup, maka di buku ini kita menyaksikan bagaimana kasih sayang tulus mengalir dari seorang ibu, baik dalam bentuk pelukan, ciuman, maupun omelan. Kedua buku itu memperlihatkan kolaborasi indah antara kasih sayang seorang ibu dan anaknya.Perjalanan Rangkasbitung- Jakarta benar-benar tak terasa dengan membaca halaman demi halaman buku ini. Tak terasa, aku sering kali menangis, tertawa, dan merenung ketika membacanya. Tanpa kusadari, ternyata banyak yang memperhatikan ;) mungkin mereka aneh karena aku menangis, tertawa, lalu senyum-senyum sendiri. Jangan-jangan mereka menyangka aku gila, amnesia, atau insomnia ;) . Ah, tapi aku tak peduli, yang penting buku ini harus selesai kubaca, harus ada sesuatu yang aku dapat, dan akan aku tulis disini.

read more »

September 11th, 2010

Aku Terlahir 500Gr dan Buta

by via

Miyuki Inoue. Seorang gadis jepang yang tidak beruntung. Ia buta, cacat, dan tidak mempunyai keluarga yang lengkap. Ia bersama ibunya Michiyo Inoue, berjuang mengarungi hidup yang begitu sulit dan penuh cobaan. Hingga akhirnya mereka dapat memetik hasil dari kerja kerasnya selama ini.

Ketika membaca buku ini, kadang aku berfikir, apakah benar ini kisah nyata? Apakah benar ada ibu yang setegar ini? Apakah mungkin ada anak cacat sesemangat ini? Tapi ini benar-benar kisah nyata, sebuah kehidupan di negeri Jepang, Provinsi Fukuoka. Aku benar-benar terhanyut ketika membacanya. Kadang aku tertawa, kaget, bahkan menagis ketika halaman demi halaman selesai aku baca. Bahasa buku ini begitu ringan, mirip sebuah buku harian. Rasanya seperti membaca curhat (curahan hati) dari seseorang. Kita dipaksa untuk mendengarkan, dan merasakan apa yang dialami oleh penulis saat itu.

read more »

May 6th, 2010

Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa

by via

Tanggal 4 dan 5 Mei kemarin, aku mengikuti kegiatan Pelatihan Jurnalistik dengan tema “Jurnalistik Berperspektif HAM, Gender, dan Demokrasi” yang diselenggarakan oleh Yayasan Jurnal Perempuan, majalah CHANGE, dan Soegeng Sarjadi School of Government. Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari 7 universitas di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Tapi sayang seribu sayang, kegiatan yang dimulai sejak tanggal 3 Mei ini baru aku ikuti keesokan harinya. Nah, akibat mengikuti pelatihan ini, aku jadi bolos kuliah ;) . Loh, koq malah seneng? Iya dong, karena ilmu yang aku dapat darisana sebanding dengan kelas kuliah yang aku korbankan, bahkan lebih :) .

read more »