April 12th, 2011
by via

Alangkah lucunya negeri ini. Kalimat itu sepertinya cocok untuk menggambarkan betapa menggelikannya kondisi sosial dan media massa di negeri yang berpenduduk lebih dari 230 juta jiwa ini. Fenomena seleb dadakan berkat video lipsync di Youtube membuktikan betapa low culture-nya masyarakat dan media massa kita ini.
Menggelikan rasanya melihat sebuah tayangan video tak bermutu dan tak bermakna yang kemudian booming dan dipuja-puja banyak orang. Apa sih istimewanya nyanyi lipsync dengan joged-joged gak jelas? Mungkin itu lucu bagi sebagian orang, tapi aku rasa hal itu tidak perlu terlalu dibesar-besarkan. Tidak ada keunikan, tidak ada nilai estetika. Yang dipertontonkan hanya kekonyolan dan menjadi tertawaan banyak orang. Padahal di Youtube banyak penyanyi berbakat yang tidak tersentuh oleh media. Apa mungkin media di Indonesia hanya senang mengangkat low issue?
read more »
Komunikasi Massa |
No Comments »
April 12th, 2011
by via
Ada sebuah kalimat yang sering aku dengar di sekolah, yaitu bangsa yang hebat adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Awalnya kalimat itu hanya ku anggap sebagai angin lalu saja. Bukankah sebagai manusia kita seharusnya menatap masa depan? Tapi lama-kelamaan aku sadar bahwa dalam kalimat tersebut tersimpan makna yang dalam, yaitu sejarah dapat mengajari kita banyak hal dan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan kita.
Begitu juga dalam pidato, ketika kita menyelipkan catatan sejarah di dalamnya maka pidato kitapun akan terasa lebih bermakna. Mengapa demikian? Karena sejarah merupakan sesuatu hal yang pernah terlewati oleh setiap manusia. Setiap orang memperoleh pengalaman dan pelajaran dari sejarah yang penah ia lewati atau ia dengar. Karena itu ketika kita menceritakan tentang suatu hal di masa lampau, maka para pendengarpun akan semakin tertarik dengan pidato kita. Karena saat itu mereka ikut mengingat, merasakan, dan membayangkan kejadian yang sedang kita ceritakan.
read more »
Komunikasi Massa, Public Speaking |
No Comments »