Ayo Bermimpi!
Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia…
Berlarilah tanpa lelah…
Sampai engkau meraihnya…
Itulah potongan lagu laskar pelangi yang beberapa waktu lalu sering kita dengar. Mungkin bagi kita itu hanyalah sebuah lagu, atau sebuah soundtrack film. Tapi jika kita cerna, bait-bait tersebut seakan mengingatkan kita untuk mau berani bermimpi, berani berusaha, dan berani meraihnya. Tak sampai disitu, film laskar pelangi juga menyadarkan kita, bahwa mimpi itu bisa dicapai jika kita mau berusaha. Sudah pernah nonton filmnya, kan?
Ada sebuah tulisan berjudul Dare to Dream pada buku Champion karya Darmadi Dharmawangsa, tulisan itu menjelaskan bahwa untuk membuat hidup kita berwarna, kita harus menghiasinya dengan mimpi-mimpi yang ingin kita capai. Seringkali kita melihat atau bahkan merasa kehidupan kita sangat membosankan. Menjalani hari-hari dengan biasa, dan ikut terbawa kemanapun angin berhembus. Semua itu tak lain karena kita tak memiliki tujuan dan arah yang jelas, tak punya peta kemana kaki akan melangkah, dan tak punya tempat dimana raga akan beristirahat.
Pun begitu, tentunya mimpi juga tak akan ada artinya kan tanpa usaha? Misalkan kita ingin menjadi presiden, tentunya kita harus terjun di dunia politik. Kita ingin menjadi entrepreneur, tentunya kita harus membangun sebuah usaha. Mengejar mimpipun harus mengikuti arah dan tahap-tahapnya, tak peduli sukses ataupun gagal. Seperti kata John Maxwell, failure is the cost of achievement. Kegagalan adalah mata uang yang harus kita keluarkan untuk meraih kesuksesan.
Pernah dengar kisah Wright Bersaudara? Tukang reparasi sepeda yang mempunyai mimpi membuat pesawat terbang. Mereka memulai usahanya pada tahun 1893. Tak ada yang percaya, tak ada yang mendukung, bagaimana mungkin sebuah benda bisa terbang di dunia seprimitif itu? Ratusan kali mereka gagal dan merugi karena mesin mereka sering rusak dan patah diterjang angin. Beruntung Wright Bersaudara tidak menyerah, karena pada tahun 1903 mereka berhasil menerbangkan pesawat udara pertama di dunia. Bayangkan, mimpi itu baru dapat mereka raih setelah 10 tahun. Namun mari kita lihat, kesuksesan yang mereka raih bukanlah kesuksesan biasa. Penemuan mereka dapat kita manfaatkan hingga kini, dengan berbagai inovasi. Hanya berawal dari sebuah mimpi, sesuatu dapat bermanfaat hingga bertahun-tahun, bahkan berabad-abad yang akan datang.
Sebenarnya hal yang paling sulit bukanlah usaha yang kita lakukan, melainkan tetap bertahan untuk terus berusaha. Tekhnik membuat kapal mungkin bisa dipelajari, tapi untuk tetap bertahan belajar ditengah tekanan dan gunjingan, apakah kita masih sanggup? . Setidaknya itulah yang aku alami ketika saat-saat terakhir lulus SMA. Kesulitan ekonomi, sakit yang menghimpit, deretan jadwal ujian dan bayangan masa depan sempat membuatku menyerah dan bahkan berhasrat untuk menikah
. Padahal yang perlu aku lakukan hanya belajar dan mencari beasiswa kan, tapi hanya karena putus asa aku hampir saja merana selamanya
.
Jadi, mulai temukanlah mimpi kita sekarang. Tanyakan pada diri kita apa yang kita inginkan, dan apa yang hendak kita capai. Menjelang lulus sekolah aku sering bertanya-tanya, kira-kira aku ada dimana ya september nanti? Apakah bekerja, pengangguran di rumah, atau kuliah? Pertanyaan itu terus menggelayutiku hingga aku berusaha untuk mencari jawabannya. Aku ingin kuliah, maka aku harus mencari caranya dengan segala keterbatasan yang ada. Situs beasiswa aku buru dan tes seleksi aku ikuti dengan sepenuh hati. Hingga akhirnya aku memperoleh jawaban, aku bisa kuliah
.
Perjalanan panjang untuk meraih kesuksesan tidaklah sebentar. Jika Wreight Bersaudara membutuhkan waktu 10 tahun, bagaimana dengan kita? Semua tergantung kerja keras kita dan sesulit apa mimpi itu bisa diraih. Untuk terus mempertahankan semangat, setidaknya kita memerlukan “alarm” dan “reminder”. Kita bisa membuat “Papan Mimpi” yang berisi deretan mimpi yang ingin kita capai. Hal itu untuk terus mengingatkan bahwa kita memiliki “hutang” yang harus segera dibayar
. Menjelang lulus sekolah, aku mempunyai 3 tujuan kuliah yang akan aku perjuangkan. Satu tujuan utama dan yang lain tujuan cadangan. Ke tiga univesitas itu aku tulis di dinding kamar, termasuk jalur tes yang harus aku lewati. Terbukti ampuh dan bisa andalkan, aku menjadi lebih bersemangat dengan terus mengingat dreaming list yang harus aku capai. Dari 3 tujuan kuliah, 2 diantaranya berhasil aku dapatkan
.
Jangan pernah merasa bahwa hasil yang diraih hanyalah karena hasil usaha kita. Tentunya ada campur tangan Allah dan doa-doa orang lain disana. Setelah kita berusaha dengan sekuat tenaga, tengadahkanlah tangan untuk berdoa dan meminta ridho-Nya. Mintalah kepada orang tua, saudara, dan teman-teman terdekat untuk ikut mendoakan kita. Percayalah, setiap kesuksesan adalah karunia, dan setiap kegagalan pasti ada hikmah didalamnya. So, bermimpi? siapa takut ![]()




Mimpi itu akan menjadi niat, dan niat itu adalah aqoid yang paling kokoh dalam melakukan suatu pekerjaan
Kalau boleh komentar tentang tulisan, tulisan jadi kuat dan indah karena, ada penarikan referensi, yang dihantamkan ke fakta dan dibuktikan lewat self story … cuman perlu perbaikan ejaan di sana sini neng
Tetap dalam perdjoeangan!
@pak romi: hehehe.. iya pak.. kayanya nilai bahasa indonesia bakal terancam pas nanti kuliah..
dah lama gak nulis sih, jadi grogi 