Process is More than Result

Ada sebuah pertanyaan yang sering teman-temanku tanyakan, “Menurutmu mending cerdas atau pintar?”. Mungkin bagi sebagian orang cerdas dan pintar memiliki arti yang sama, tapi menurutku kedua hal itu berbeda. Cerdas adalah sebuah keadaan dimana seseorang mampu menangkap sebuah informasi dengan cepat tanpa harus berusaha dengan keras, sedangkan pintar adalah suatu keadaan dimana seseorang dapat mengerti suatu hal setelah bekerja keras sebelumnya. Awalnya pertanyaan temanku itu selalu ku jawab dengan kata “cerdas”, karena ku fikir enak kan jika kita bisa meraih suatu hal dengan mudah tanpa harus berusaha. Tapi lambat laun, fikiran itu mulai lenyap. Lenyap bersama kegagalan-kegagalan yang aku alami, pengalaman serta pergaulanku yang semakin luas.

Menjelang Ujian Nasional, seluruh siswa “seharusnya” stress dan lebih serius dalam belajar. Karena itu, aku mulai menyusun jadwal belajar dan sering belajar bareng dengan sahabatku. Hampir setiap hari kami berdiskusi, saling mengajari dan saling menyayangi ;) . Ironisnya, dari sekian banyak orang tidak ada yang mau bergabung dengan kami. Aku tidak bisa menyalahkan apalagi melecehkan, karena melihat mereka aku seperti berkaca dengan diriku sebelumnya. Hidup terasa begitu mudah, tanpa belajarpun hampir semua hal bisa kita raih. Tapi ternyata tanpa kita duga, itulah yang akan menidurkan dan menjatuhkan kita.

Sahabatku pernah mengatakan bahwa dia salut dengan orang-orang yang bisa mendapatkan nilai bagus tanpa belajar, dalam arti sang orang-orang cerdas. Itu karena kebanyakan dari kita hanya memikirkan hasil, bukan proses. Padahal, poin terpenting dari hasil pembelajaran adalah pembentukan karakter, bukan deretan nilai raport yang memuaskan. Dengan belajar, kita jadi tahu arti sebuah perjuangan dan kerja keras. Kita belajar untuk bersabar, rendah diri dan pasrah setelah ikhtiar yang telah kita lakukan. Jauh berbeda jika kita mendapatkannya dengan cara yang instan, berkah dari kecerdasan yang telah Allah berikan. Tanpa kita sadari, hal itu malah menumbuhkan sifat-sifat malas dan takabur dalam hati kita. Itulah yang aku sebut bahwa process is more than result, and process teach us everything ;) .

Salah seorang temanku sering mengeluh bahwa semua usaha yang ia lakukan sejak SD hingga SMA tidak selalu mendapatkan hasil yang memuaskan. Padahal ia telah berusaha keras jauh melebihi teman-temannya yang lain. Mungkin baginya itu adalah sebuah kelemahan, namun bagiku itu adalah sebuah kelebihan yang luar biasa. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya gagal berkali-kali sementara orang lain dapat berhasil dengan mudah. Mungkin aku akan menyerah hingga nangis berdarah-darah, tapi dia tidak pernah melakukannya. SALUT! . Nilai tinggi mudah dicari, tapi semangat tinggi kemana lagi ;)

Bukankah itu yang dibutuhkan republik kita saat ini? Semangat pantang menyerah para generasi muda untuk tetap berusaha membawa perbaikan bagi negeri ini. Bukan ratusan ijazah atau ribuan paper ilmiah yang negeri ini butuhkan. Tapi semangat, kerja keras dan rasa persatuan dan kesatuanlah yang menjadi kunci keberhasilan kita. Sebagai pelajar, mari kita mulai bangun semangat itu dari hal yang paling kecil. Tak perlu menunggu jadi caleg apalagi jadi capres, cukup dengan belajar dengan baik, maka itu berarti kita telah ikut membangun bumi pertiwi ini ;)

Leave a Reply