Kita ini Orang Hebat
Masa sekolah adalah masa-masa dimana kita berkembang dan berjuang. Masa dimana kita menggali dan mencari jati diri dan core competence yang kita miliki. Aku ini siapa? Kelebihanku apa? Kelemahanku apa? Aku akan jadi apa? Pertanyaan itu lah yang sering kali bercarut marut dalam fikiran kita sebagai anak muda
Ironisnya, sering kali kita tidak menyadari kelebihan-kelebihan yang tertanam dalam diri kita.Tanpa kita sadari, mungkin kita seorang pengarang hebat, penghasil ide-ide cemerlang, bahkan mungkin seperti si jenius Lintang. Kelebihan-kelebihan yang tertidur yang tak juga terbangunkan.. Mungkin karena tertutup malas, pacaran, atau keseringan jalan-jalan ![]()
Aku pun sedang mengalaminya, tertidur bertahun-tahun tanpa sadar bahwa aku sedang dinina bobokan oleh diriku sendiri. Mungkin semua orang menyangka aku hebat, dengan sederet prestasi yang pernah aku raih. Tapi ternyata salah besar, masih ada langit diatas langit. ternyata aku tidak apa-apanya di tingkat nasional dengan hanya meraih urutan ke-6, tidak ada apa-apanya ketika menghadapi soal-soal spmb, dan ketika salah menganalisis soal-soal akuntansi di sekolah. AKU TIDAK APA-APANYA. Itulah yang saat ini aku sadari. Aku harus berusaha keras untuk mengejar ketertinggalanku. Untuk bisa mengejar remaja-remaja hebat lain yang sudah mendahuluiku
.
Jangan dianggap membangun semangat itu mudah. Membangunkan semangat dalam jiwa sama sulitnya dengan bangun tidur. Sesuai dengan tingkat kantuk yang dideritanya. Jika masih dalam tahap ecek-ecek, mungkin sekedar di cubit juga sudah bangun. Tapi jika sudah kronis dan sudah kelamaan, mungkin harus disiram atau direndam dulu baru bisa bangun, itupun masih nguap-nguap dikit
Semangat untuk maju tidak bisa dengan mudah kita dapat. Tak semua orang bisa menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk dengan cepat, apalagi mengembangkan potensi diri dengan mudah. Butuh niat yang kuat dan konsistensi dari diri sendiri. Akupun mati-matian melakukannya. Begitu sulit membuang sifat keras dan malas yang sudah terlanjur melekat dalam jiwa
Jatuh bangun biasa dalam perjuangan, meskipun lebih sering jatuhnya
Tapi ya…apa daya. Kita tidak akan bisa maju jika terus diam dengan segala kelemahan yang ada.
Aku jadi teringat salah satu temanku di sekolah. Anak rajin yang jago bahasa inggris. Semua orang mengakui kehebatannya, terkecuali dirinya sendiri. semua orang bilang “You Can” sedangkan dirinya sendiri selalu bilang “I can’t”. Entah apa yang ia alami hingga ia begitu tidak percaya diri dan gampang menyerah. Seribu satu cara sudah kami lakukan untuk menyemangatinya, tapi ia tak kunjung bangun. Sayang sekali. Anak berpotensi harus terkubur oleh ego diri sendiri. Padahal diluar sana bergelut anak-anak biasa yang hanya bermodalkan semangat dalam berkompetisi, tapi bisa berhasil. Aku jadi mengerti, ternyata kecerdasan otak tanpa semangat sama saja dengan nol.
Karena itu, mulailah menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita. Aku akan jadi apa? apakah aku akan menjadi dokter, pilot, akuntan, atau pengangguran. Dirimu adalah seperti yang kamu fikirkan. Jika kita berfikiran bahwa kita akan menjadi pengangguran, maka fisik dan psikis kita secara otomatis akan tersetting menjadi pemalas. Begitu juga sebaliknya, jika kita sudah bercita-cita menjadi orang sukses, maka kita pun akan berbuat apapun untuk meraihnya.
Mari kita bangun semangat dari sekarang. Percayalah bahwa Tuhan telah menganugerahi kita banyak kelebihan yang mungkin belum kita sadari. Semua orang telah diciptakan dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Karena itu JANGAN PUTUS ASA! Karena KITA INI ORANG HEBAT! ![]()




mba via, saya sering kali merasa gagal dalam hidup.bahkan saya sering putus asa..artikel mba cukup memotivasi saya.terima kasih