Suka Duka UN 2009
Bagi siswa siswi kelas 3 tingkat SMP atau SMA pasti sudah tidak asing lagi dengan dengan yang namanya UN alias Ujian Nasional. Bukan karena kesukaan apalagi harapan, tapi karena ujian itulah yang sering membuat hati para siswa deg degan
. Bagaimana tidak, keputusan pemerintah untuk menaikkan standar kelulusan setiap tahun membuat para siswa tertekan hingga nyari nyari contekan
. Berbagai pemberitaan di media menyebutkan bahwa setiap tahun selalu terjadi berbagai kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional. Ironisnya, bagi sebagian pelajar UN bukannya dijadikan sebagai suatu motivasi tapi malah hanya untuk ditakuti-takuti
.
Tanggal 20-24 April kemarin Ujian Nasional tingkat SMA diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia.Untuk SMK, materi yang diujikan dalam UN hanya bidang study matematika, bahasa indonesia dan bahasa inggris. Sedangkan untuk SMA ditambah materi lain tergantung jurusannya masing-masing. Untuk jurusan IPS, materi tambahan yang diujikan adalah sosiologi, sejarah dan geografi. Sedangkan untuk jurusan IPA, materi yang ditambahkan adalah fisika, kimia dan biologi.
Bagi siswa siswi SMA saat ini pasti tengah berleha-leha menikmati “kemerdekaan” (termasuk aku
) setelah 3 hari berjuang menaklukan soal-soal ujian. Ada yang sedang main game, chatting, blogging (like me
), atau sedang ngegosip mengenang tegangnya saat-saat ujian kemarin. Bagaimana tidak, penjagaan ketat dari kepolisian dan suasana sekolah yang menegangkan menjadikan mental attack tersendiri bagi para siswa. Ujian yang mestinya dilalui dengan tenang malah menambah ketakutan bagi para siswa, takut salah, takut gak lulus, atau malah takut ketahuan (ketahuan apa yah
) .
Seperti motion debat “This House Believe That National Examination is Educating”, masalah Ujian Nasional hingga kini tetap jadi perdebatan, ada yang pro dan ada yang kontra. Sebagian kalangan menolak UN dikarenakan mutu pendidikan yang belum merata, dan sebagiannya lagi mendukung karena dapat memberikan motivasi kepada para siswa. Menyimak wawancara yang dilakukan koran Radar Banten pada beberapa siswa SMK ketika ujian kemarin, kebanyakan dari mereka tidak setuju dengan adanya UN dengan alasan yang sama. Sedangkan bagi aku pribadi, UN memberikan motivasi tersendiri dalam proses pembelajaran. Standar kelulusan yang tinggi menjadikan kita lebih giat dan serius dalam belajar. Seperti kata Pak Romi, process is more than result. Yang penting kan kita sudah berusaha, kalo hasil mah whatever laa…
Setelah Ujian Nasional terlewati, kita semua hanya bisa berharap dan berdoa semoga standar kelulusan 5.5 dapat kita lewati dengan baik. Semoga apa yang telah kita perjuangkan bersama selama 3 tahun ini berbuah manis. Tapi jangan lupa, meskipun UN telah kita lewati, bukan berarti bahwa perjuangan kita telah selesai lho
. UAS dan Ujian Praktek sudah ada di depan mata, belum lagi ujian SNMPTN atau tes masuk perguruan tinggi lain yang sudah ngantri di jadwal kegiatan. Mari kita rehat sejenak, lepaskan dahulu semua beban di pundak dan persiapkan diri kembali untuk perjuangan yang lebih seru dan menegangkan. University… I am Coming ![]()




ujiannya gimana buuu?? moga kita semua lulus yaw
via,aku degdegan banget nih nungguin hasil un…..pokoknya harus lulus! hehehhe
memang dalam satu sisi UN selain untuk menguji sejauh mana kemampuan siswa dalam penguasaan materi juga sebagai syarat formalitas lembaga kependidikan untuk syarat kelulusan siswa..
tapi apakah itu cukup? “bahwa seorang siswa dikategorikan mumpuni”………sekarang coba kita tilik lebih jauh….
di kalideres solo jawa tengah ada sekolah yang berbasis pendidikan alternatif yang bernama “Qaryah thayyibah”(pernah dengar ga’) disana titik tolak siswa di sebut mumpuni apabila seorang siswa mampu menggali potensinya sendiri dengan maksimal tanpa meninggalkan kurikulum DIKNAS (termasuk UN)…tapi ketika penerimaan hasil UN mereka memperoleh nilai di atas rata-rata…malah salah satu siswanya mampu mengarang berbagai jenis buku…. dengan kata lain, standar UN bukan segalanya tp hanya sebagian kecil dari pencapaian seorang siswa selama menempuh pendidikan….maka sebenarnya yang harus di pertanyakan bukan bagaimana hasil UN-nya tp potensi apa yang IA bisa….btw, sory kepanjangan comenY…..