Sukses Pidato dengan 3 V

Setelah hampir 4 tahun berkelana dalam dunia pidato sekolah, aku masih belum mengerti betul tentang kiat-kiat khusus dalam berpidato. Akhirnya sembari blog walking kesana kesini, aku menemukan sebuah artikel dalam blog Pak Ronny tentang kiat-kiat sukses dalam marketing. Salah satunya adalah mengenai 3 V, yaitu Verbal, Vokal dan Visual. Meski pembahasannya tentang kiat-kiat dalam pemasaran, tapi tips-tips ini juga sangat bermanfaat bagi speaker-speaker pemula seperti kita ;) .

Verbal atau pemilihan kata merupakan hal penting yang menentukan kesuksesan pidato seseorang. Tentunya sebelum berpidato, kita telah mempertimbangkan hal apa saja yang akan disampaikan, dimana kita akan berpidato, dan dihadapan siapa saja. Misalnya kita berpidato dalam acara perpisahan sekolah, tentu kata-katanya pun akan jauh berbeda dengan pidato dalam acara ulang tahun. Kita harus dapat memilih dan memilah dengan baik terhadap apa yang akan kita sampaikan.

Masalah yang sering timbul dalam pidato adalah lupa teks, disinilah kemampuan verbal kita sangat dibutuhkan. Jika kamu hanya mengandalkan hafalan saja, berdoalah semoga kamu tidak lupa. Kalau sampai hal itu terjadi, bersiaplah untuk dibicarakan orang atau ditertawakan :( . Perlu teman-teman ketahui, bahwa yang terpenting dalam sebuah pidato bukanlah kesesuaian teks dengan pidato yang disampaikan, tetapi pada penampilan dan ketenangan kita dalam menyampaikannya. Lupa teks juga bukan akhir dari segalanya lho, gantilah kalimat-kalimat tersebut dengan kalimat-kalimat kita sendiri, asalkan tidak keluar dari topik yang dibicarakan. Jika masih tidak bisa, abaikan kalimat-kalimat tersebut dan langsung loncat pada kalimat-kalimat selanjutnya. Setidaknya itu lebih baik daripada kita terbata-bata didepan umum ;) .

Trik tersebut juga pernah terpaksa aku lakukan ketika mengikuti Speech Contest Tk. Provinsi. Di tengah-tengah pidato, aku lupa satu paragraf dan langsung meloncat pada paragraf berikutnya. Deg degan, takut dan malu bercampuk aduk ketika pengumuman 5 besar yang akan maju pada babak selanjutnya. Alhamdulillah aku masuk ;) , meskipun tadinya aku hopeless duluan karena lupa tadi :( . Pada saat interview, aku menjawab semua pertanya juri dan menjelaskan tentang hal-hal yang belum aku sampaikan. Alhasil, aku berhasil meraih juara pertama, what a wonderful moment ;) . Karena itu, jangan pernah menyerah dengan lupa, percayalah bahwa pasti ada kemudahan jika kita berusaha ;) .

Intonasi atau vocal seseorang berpengaruh besar terhadap pesan yang kita sampaikan. Lewat vocal, kita akan mengetahui bagaimana keadaan sang pembicara. Apakah ia sedang marah, sedih, atau bahagia. Begitu juga dengan pidato, jika kita memiliki kemampuan vokal yang baik, tentu pidato kita akan terasa lebih mengesankan dan lebih bermakna ;) . Misalnya intonasi tinggi ketika memberi semangat, intonasi rendah ketika menyampaikan hal duka, dan alunan-alunan suara lainnya sehingga audience dapat terbawa dalam suasana pidato yang kita ciptakan. Terbayang gak sih kalo kita berpidato dengan intonasi yang datar-datar saja, pasti audience sudah kebosanan, ketiduran dan rasanya ingin berteriak, “woyy.. udahan”  :( . Jika kita ingin membuat audience tertarik dengan pidato kita, maka tugas kita adalah membuat pidato kita menarik. Keberhasilan pidato bukan hanya dinilai dari content atau isinya saja, tapi juga dari bagaimana cara kita menyampaikannya. Percuma tow kita ngomong sampai berbusa-busa tapi tidak ada yang mendengarkan :( .

Pernah liat film Mr. Bean? Film komedi legendaris yang punya jutaan penggemar. Mr. Bean mampu memvisualisasikan dirinya sehingga menjadi tontonan yang menarik tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Ini berarti bahwa penyampaian pesan kepada seseorang bukan hanya melalui kemampuan verbal tapi juga bisa dari kemampuan visual. Visual atau yang biasa kita sebut body language juga merupakan hal penting dalam proses komunikasi. Coba saja bayangkan kalau kita tampil berpidato dengan hanya berdiri mematung di depan audience tanpa bergerak sedikitpun, apa kata dunia? ;) .

Body language yang dapat kita tampilkan dalam pidato meliputi banyak hal. Bisa dengan eye contact, gerakan tangan, mimik wajah, dan lain-lain. Tidak perlu lebay, yang penting aduhai. Gerakan-gerakan tersebut dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya ketika berpidato, kita harus memandang semua audience. Pandangan kita jangan sampai terlihat kosong. Kita harus terlihat seperti benar-benar memperhatikan mereka, dengan begitu audience juga akan tertarik dan ikut memperhatikan penampilan kita ;) . Dengan body language, pidato kita akan terasa lebih hidup dan lebih ekspresif.

Aku jadi teringat pengalaman pertamaku mengikuti Speech contest semasa SMP. Berbekal selembar teks pidato buatan kakakku berjudul “Teenager’s Life” dan latihan berminggu minggu disekolah, akhirnya aku memberanikan diri mengikuti Lomba Pidato Bahasa Inggris Tk. Kabupaten. Selama 2 minggu aku tak henti-hentinya aku berlatih. Di rumah, di sekolah, di perjalanan, dan dimana saja ;) , sampai-sampai aku hafal semua intonasi dan body language yang kakak dan guruku ajarkan. Tapi ternyata itu semua hanya mengantarkanku pada juara ke-2, karena di tengah pidato ada kalimat yang terputus karena aku lupa saking gugupnya :( . Hal itu menjadi pelajaran berharga bagiku, bahwa dalam berpidato yang terpenting bukanlah hafalan, tapi kesatuan verbal, vocal dan visual yang harmonis dan natural ;).

Setelah kejadian itu, aku mulai belajar berpidato dengan “jujur”. Tanpa hafalan yang berlebihan, tapi lebih kepada penguasaan materi, permainan vokal dan pengaturan body language yang natural dan tidak dibuat-buat. Dengan begitu, kita tidak perlu takut lagi dengan lupa teks atau masalah yang lainnya. Karena sebelum masalah itu datang, kita telah mempersiapkan solusinya. seperti kata pepatah , sedia payung sebelum hujan ;) . Mari kita satukan kemampuan verbal, vokal dan visual dalam satu harmonisasi pidato yang kita sampaikan. Selamat berpidato ;)

12 Responses

  1. wah…masih remaja tapi sudah punya padangan yang luas. aku juga sedang kuliah di jurusan public relation, cocok banget deh. salam kenal via :)

  2. kecil kecil sudah jadi public speaker. sukses ya dek

  3. tulisannya bagus kak,cocok buat debat :)

  4. saya juga selalu menggunakan 3 v itu dalam ceramah ceramah saya

  5. menurut saya, selain itu semua yang terpenting adalah persiapan mental. karena jika mentalnya tidak baik, maka ketiga hal itu juga akan terganggu. good post via :)

  6. selain 3 v itu apalagi ya yg harus disiapkan?

  7. minta contoh pidato perpisahan donk…

  8. Tulisnnya mkn matang n dewasa yut. Plus ttp dlm ayunan kalimat yg lebay nan aduhai, mengingatkanku pd tulisan seseorang di ujung sana :) Lanjutin lagi ya nulisnya ;)

  9. hmmm…komen nya mas Paijo mengingatkanku pada seseorang di ujung sana ;)

  10. mba via, saya mau tanya, ko bisa sih suka debat dan pidato sekaligus? kalau saya sih cuman suka pidato aja, karena debat itu serem..heheheheh

  11. cie…..q kgum ma pnglmn qm vi…btw, pnglmanY semasa di SMP hmpir sama vi……….sukses ya………

  12. mantap… banget tulisannya, salut

Leave a Reply