Debat Parlemen Australasia
Bagi kamu yang pernah mengenal debat khususnya di SMK, pasti sudah sering mendengar jenis format debat yang satu ini. Dari tahun ke tahun, dalam kompetisi debat di LKS (Lomba Kompetisi Siswa) selalu menggunakan format debat ini. Sebenarnya sih, terdapat beberapa jenis format debat, seperti american style, british, dan lain-lain. Tetapi selama berkeliaran di dunia perdebatan sekolah, format debat inilah yang peling sering aku gunakan
. Sistem atau format debat ini sendiri diadopsi dari format debat yang ada di Parlemen Australia.
Dalam format debat australasia terdapat 2 pihak yang saling mendebat, yaitu Tim Afirmatif (Pihak Pemerintah) dan Tim Negatif (Pihak Oposisi). Masing-masing tim berusaha meyakinkan Dewan Juri (Parlemen) dengan menyampaikan argumentasinya dengan jelas, tegas, dan culas
. Seperti terdapat dalam tulisanku sebelumnya, bahwa banyak hal yang dapat kita lakukan untuk meyakinkan dewan juri. Tak perlu dengan nada yang cepat atau suara yang seperti kilat, cukup dengan penyampaian argumentasi yang jelas dan nada suara yang pas, kita sudah bisa memenangkan hati juri. Dengan catatan, materi atau argumentasi yang kita sampaikan berbobot dengan fakta yang tidak asal comot
.
Selain Tim Afirmatif, Tim negatif, dan Dewan juri, ada pihak lain yang berperan dalam format debat australasia, yaitu Ketua Sidang (Chairperson) dan Pencatat Waktu (Time Keeper). Ketua Sidang (Chairperson) bertugas membuka debat, memperkenalkan masing-masing pembicara dari kedua tim, mengumpulkan dan memeriksa keabsahan penilaian dewan juri, mempersilahkan tim juri mengadakan penjurian oral (oral adjudication), mengumumkan pemenang, dan menutup debat. Sedangkan tugas pencatat waktu (Time Keeper) adalah mengamati waktu bicara masing-masing speaker, memberikan isyarat waktu, dan mencatat serta mengumumkan waktu yang dihabiskan speaker kepada audience.
Masing-masing tim baik tim afirmatif maupun tim negatif terdiri dari 3 orang pembicara (Speaker), yaitu first speaker, second speaker, dan third speaker. Baik tim maupun masing-masing speaker memiliki tugas yang berbeda-beda. Selain pidato utama (Substansial Speech), terdapat pula pidato balasan (Reply Speech) yang disampaikan pada akhir debat oleh masing-masing tim. Pidato utama (Substansial Speech) adalah pidato yang disampaikan oleh masing-masing speaker dari tiap tim. Sedangkan Pidato Balasan (Reply speech) adalah pidato yang hanya disampaikan oleh satu speaker dari tiap tim di akhir debat setelah semua speaker menyampaikan substansial speech. Bisa oleh first speaker, second speaker, maupun third speaker. Durasi waktunyapun berbeda, substansial speech lamanya 5 menit 20 detik, sedangkan untuk reply speech 3 menit 20 detik. Usahakan waktu penyampaiannya pas dan sesuai ya, karena baik kurang maupun lebihpun akan mengurangi penilaian dari sang dewan juri
.
Secara umum, tugas tim afirmatif adalah mendefinisikan topik (motion) yang diajukan, memberikan batasan (Limitation), dan memberikan argumentasi yang mendukung serta contoh kasus. Dengan pembagian tugas, speaker pertama menyampaikan definisi topik, batasan, job description (Pembagian tugas), dan argumentasi awal. Sedangkan second speaker dan third speaker bertugas mendukung first speaker dengan menyampaikan argumentasi yang telah dibagi dan disepakati. Dengan catatan third speaker tidak boleh membuka masalah baru, karena sudah sampai pada akhir perdebatan.
Sama halnya dengan tim afirmatif, tim negatif juga terdapat pembagian tugas. Bedanya, karena tim negatif adalah pihak oposisi, maka tim negatif tidak berhak menyanggah definisi dan limitasi dari tim afirmatif. Tetapi jika definisi dan limitasi yang diajukan oleh tim afirmatif salah mutlak, maka tim negatif berhak mengajukan challenge (Keberatan) dan mengajukan definisi baru. Setiap speaker dari tim negatif bertugas memberikan argumentasi dan menyanggah setiap argumentasi dari tim afirmatif. Sama dengan sebelumnya, third speaker dari tim negatifpun tidak boleh membuka masalah baru.
Sebelum debat dimulai, masing-masing team diberi waktu oleh panitia untuk case building (Membangun kasus) selama 30 menit. Selama itu masing-masing team bisa bekerja sama, berdiskusi, bahkan bernyanyi dan menari
supaya nanti argumentasi yang disampaikan oleh setiap pembicara dapat elaboratif dan tidak terpecah-pecah. Pada saat case building, semua speaker harus benar-benar bekerja sama dan berdiskusi. Seluruh argumentasi yang akan disampaikan nanti harus dirancang bersama dan disepakati, baik mengenai definisi, limitasi, bukti-bukti maupun argumentasi.
Berbeda dengan format debat yang lain, format australasia lebih rapih dan tenang. Setiap pembicara tidak diperbolehkan mengajukan POI (Point Of Information) ketika pembicara dari tim lawan menyampaikan materi dan baru diperbolehkan mereject (membantah) ketika ia tampil. Bersabarlah untuk tidak langsung membantah argumentasi lawan, jangan sampai kelepasan apalagi keceplosan
. Karena sikap yang tidak baik dan menyalahi aturan akan mengurangi nilai manner bagi kita
. Jika sudah sampai waktunya tampil, bantahlah semua argumentasi lawan yang bertentangan dengan kita. Dengan catatan, reject (bantahan) yang kita lontarkan tepat dan akurat
.
Chayo Debater Indonesia! Keep Fight, Be Strong, and Be a Winner! ![]()




wah, bener2 pas nih.yang nulis adalah orang kompeten, selain juara debat berbahasa english tingkat propinsi juga kenyang pengalaman debatin orang.hihihi.peace ya adek :-p :)>-
Diterusin dengan american style dan british stylenya neng
Tetap dalam perdjoeangan ….
Info baru nih bagi sy. Format debat ternyata ada jenisnya. Ada format debat dr Indonesia gak ya?
Bagus blognya, isinya berbobot, tulisannya bagus ^^.
kenapa ga nulis lagi?
salam kenal
Aslkm..
Perfect and briliant…thank’s qu termotivasi untuk menulis. Sukses buat VIa.
# yodama: mmm… kalo aku sih baru pernah nyoba debat bahasa inggris, jadi format yang aku baru tahu itu… mungkin kalo debat bahasa indonesia formatnya indonesia juga kali ya
nanti aku pelajari lagi deh 
# Shun Setiyabudi: Salam kenal juga

iya nih, belum bisa nulis lagi, dah mau ujian soalnya… doain ya moga bisa lulus
# Syawal: Makasih… sukses juga ya kak
kalau menurut aku sich, lebih enak pake american style daripada australasia. lebih hot gitu dech, secara bisa langsung rebut…asik dech pokonya
baguz