Hiduplah Anakku, Ibu Mendampingimu
Aku benar-benar menangis. Setelah terpana dengan buku “Aku terlahir 500 gr dan Buta” karya Miyuki Inoue, hari ini aku membaca buku karangan ibunya yang menceritakan perjuangan hidupnya dalam membesarkan dan mendidik Miyuki. “Hiduplah anakku, Ibu mendampingimu” adalah buku yang menjawab semua kisah yang Miyuki ceritakan dalam bukunya terdahulu. Jika di buku Miyuki kita menyaksikan lika liku kehidupannya yang penuh perjuangan untuk bisa tetap hidup, maka di buku ini kita menyaksikan bagaimana kasih sayang tulus mengalir dari seorang ibu, baik dalam bentuk pelukan, ciuman, maupun omelan. Kedua buku itu memperlihatkan kolaborasi indah antara kasih sayang seorang ibu dan anaknya.
Perjalanan Rangkasbitung- Jakarta benar-benar tak terasa dengan membaca halaman demi halaman buku ini. Tak terasa, aku sering kali menangis, tertawa, dan merenung ketika membacanya. Tanpa kusadari, ternyata banyak yang memperhatikan
mungkin mereka aneh karena aku menangis, tertawa, lalu senyum-senyum sendiri. Jangan-jangan mereka menyangka aku gila, amnesia, atau insomnia
. Ah, tapi aku tak peduli, yang penting buku ini harus selesai kubaca, harus ada sesuatu yang aku dapat, dan akan aku tulis disini.
Dalam bukunya, Michiyo Inoue menceritakan ketegarannya dalam menjalani hidupnya yang kalut dan penuh kabut
. Menjalani kehidupan keras sejak kecil, ditinggal orang tua, ditinggal mati calon suami, hingga melahirkan anak cacat (Sungguh malang nasibmu bu
) membuat ia lebih tegar dan kuat dalam menjalani hari-hari bersama anak semata wayangnya. Sebagai single parent, ia berhasil membesarkan dan mendidik Miyuki dengan baik, memberinya semangat, hingga menjadikan anaknya menjadi sesukses sekarang. Begitu banyak yang ia korbankan untuk anaknya, kasih ibu memang tak terhingga ya
Ketika membaca buku Miyuki, aku seperti mendengar suara hati anak-anak yang diperlakukan cuek oleh ibunya. Rasa marah, kesal dan sebal bercampur menjadi satu. Dan di buku ini, semua rasa itu terjawab sudah. Lewat kata-kata penuh perasaan dan ungkapan kasih sayang yang tersembunyi dibalik sikap ibunya yang keras dan ganas, ternyata tersimpan sejuta kasih, cinta dan sayang untuk anaknya. Semua yang ia lakukan tak lain dan tak bukan hanya untuk menjadikan anaknya madiri, kuat dan hebat.
Ketika membaca buku ini, aku seperti berkaca pada kehidupanku sendiri. Ibuku yang dingin, cuek, dan seperti tidak memperhatikanku. Kadang –kadang aku juga berfikir, apa ibu tidak sayang padaku? Tapi ternyata tidak! Michiyo Inoue meruntuhkan semua fikiran jelekku. Ternyata, dibalik sikapnya yang acuh, cuek, dingin dan terkadang nyebelin itu menyimpan sejuta kasih sayang untukku. Aku mengerti bahwa semua perlakuannya padaku tak lain agar aku bisa mandiri dan bisa berdiri sendiri. Aku dapat merasakan kehangatan kasih sayangnya lewat doa yang selalu ia panjatkan untukku, tangisnya ketika lama tak bertemu, dan tatapan matanya ketika aku jatuh sakit. Sungguh, banyak sekali hal kecil yang aku lewatkan untuk merasakan lembut kasihnya. Maafkan aku, bu ![]()




Ibu, itu sebuah kata yang tidak pernah dan tidak akan kita lupakan dalam hidup kita sepanjang hayat. Karena Dia orang yang paling special dalam hidup kita disamping ayah. Terkadang pengorbanan mereka sering kita abaikan dan membuat kita membenci apa yang telah ia lakukan pada diri kita. Tapi ingatlah Alloh akan mencintai hambanya yang memang berbakti kepada orang tuanya terlebih kepada ibunya. Rasulullah SAW sampai menyebutkan 3 kali penghormatan kepada sosok seorang Ibu.
Ibu adalah segala-galanya bagi hidup saya. Sampai bisa seperti ini tidak lepas dari do’a ibu yang tulus dan tidak bosan2 dipanjatkan buat kita. Jadi tidak layak bagi kita untuk mengacuhkannya. Mari perbaiki kesalahan yang selama ini diperbuat untuk menebus dosa-dosa kita kpd orang tua terutama ibu.
Selamat bersimpuh dikaki Ibu
Ada ucapan seorang ulama yg terkenal ” Al ummu madrasatun” seorang ibu adalah sekolah. Ibu adalah institusi pendidikan yang pertama dan utama sejak baru lahirnya seorang anak hingga besar.
Prinsip ini telah dianut bangsa Jepang, terkenal dengan istilah “Kyoiku Mama” atau pendidikan ibu. Ketika menikah, sebagian besar wanita Jepang akan meninggalkan pekerjaan di luar rumahnya, dan menfokuskan diri mengurus rumahtangganya, terutama untuk mendidik anaknya.
Sejak kecil anak-anak Jepang dilatih untuk mandiri tetapi tetap menjunjung nilai manusiawi.
Saya pernah punya pengalaman, ketika main bersama irsyad di taman, tiba-tiba ada seorang anak Jepang terjatuh saat berlari. Apa reaksi ibunya? Dia hanya diam, memandangnya dari jauh, dan saat anak itu sudah mampu berdiri lagi dan tangisnya sudah mereda, barulah dia menghampiri anaknya, dia puji anaknya yg tanpa bantuan org lain mampu berdiri, dan menghentikan tangisnya.
Bagi kita org Indonesia tentu agak aneh ya, yg ada juga biasanya ibunya akan berteriak histeris lalu tergopoh2 menolong anaknya berdiri.
Anak tidak diajarkan untuk belajar merasakan dan mengatasi kesulitan yg dialami, dengan kata lain tdk diajarkan mandiri.
Tidak heran, kalau bangsa Jepang mengalami kemajuan pesat di segala bidang, karena peran ibu yg besar dlm mendidik anak-anak Jepang.
“Sebuah negara akan baik, bila baik pula kaum wanita nya”
#yadisyahid: Sama pak, ibu juga segalanya bagiku. semoga kita semua termasuk anak-anak yang berbakti ya
#Wulan: yup, bener banget. ibu memang adalah sekolah pertama anak-anaknya. Ialah yang pertama kali mengajari kita tentang kehidupan. terima kasih bu, kasihmu memang sepanjang masa
ada beberapa perkataan ulama, berkenaan dengan umm: ada ulama yang menyebut -ibnu abbas-, al ummu miftahu jannatil aulad, ibu, kunci surga bagi anak-anaknya. ada juga yang mengatakan -ustadz fathi yakan-, al ummu madrasatul ula wal aula, ibu adalah madrasah pertama dan utama. yang lain -ibnul mubarok- memberi gelar, al ummu sibadul mu’min, ibu adalah tempat kembali seorang mukmin (laki2 loh ya, kalau perempuan mah pada suaminya :-p). selain ada juga yang menggelari -al ghozalie-, al ummu wirasatullahi fil ard, ibu adalah letak keridoaan Allah di bumi. pendek kata, ibu adalah segala-galanya. moga kita menjadi anak yang sholeh/hah. amien. makasih atas postingnya ya pia… nice posting. sukses selalu untuk iyut..;)
#Pele: ibu memang manusia dengan sejuta gelar, kunci surga, sekolah pertama, tempat keridhoan allah, dan masih banyak lagi. Semoga kita semua termasuk anak-anak yang berbakti ya
salam sukses juga kak 
kalo pulang semarang nanti coba kucari kedua buku itu deh, nice review, salam kenal
dari semua artikel mba via yang sudah aku baca cuma ini yang bikin sedih
semoga para Ibu emndapat balasan dari Alloh SWT yang setimpal atas perbutannya dan terus memberikan kasih sayang kepada anak2 mereka
amin!!!
saya juga suka sekali dengan buku ini, mengharukan
seorang ibu memang adalah orang yang paling berarti dalam hidup kita. karena itu Rasulullah bersabda bahwa yang harus paling kita hormati adalah ibu kita . Semoga ibu kita diberi pahala yang sebanyak banyaknya. Amin!
Buku yang memang bagus.
Saya sendiri banyak belajar dari buku itu.
Juga dari buku anaknya, Miyuki Inoue.
Sangat menyentuh.
Keluarga Inoue yg hebat
O iya, satu hal yg lupa.
Seolah2 buku itu mengatakan seperti ini:
“Tugas orang tua bukanlah menjadi pemberi solusi anak2nya, tetapi tugas orang tua adalah menjadikan anak2nya bisa menghasilkan solusi untuk masalah mereka sendiri.”
Terima kasih. Maaf komentarnya dobel
ibuku, sosok yang paling perhatian padaku hingga sebesar ini.
meski terkadang perhatiannya berlebih, namun kutahu itulah ibu.
kasi sayangnya tidak pernah habis seperti pepatah kasih anak sepanjang galah, kasih ibu sepanjang jalan
Jadi terharu ni..
Memang kasih sayang ibu kepada anaknya sepanjang masa..
Tak ada bandingannya di dunia ini