<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Jurus Untuk Jadi Cewek Kredibel</title>
	<atom:link href="http://lutviah.net/2008/09/06/jurus-untuk-jadi-cewek-kredibel-femi-olivia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lutviah.net/2008/09/06/jurus-untuk-jadi-cewek-kredibel-femi-olivia/</link>
	<description>Catatan Kecil Tentang Komunikasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jul 2010 13:33:53 -0500</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: via</title>
		<link>http://lutviah.net/2008/09/06/jurus-untuk-jadi-cewek-kredibel-femi-olivia/comment-page-1/#comment-30</link>
		<dc:creator>via</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 03:17:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=36#comment-30</guid>
		<description>#Wulan: Yup, setuju banget bu wulan! Wanita memang seharusnya memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Jangan hanya asal angguk2 geleng2 saja ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Wulan: Yup, setuju banget bu wulan! Wanita memang seharusnya memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Jangan hanya asal angguk2 geleng2 saja <img src='http://lutviah.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wulan</title>
		<link>http://lutviah.net/2008/09/06/jurus-untuk-jadi-cewek-kredibel-femi-olivia/comment-page-1/#comment-28</link>
		<dc:creator>wulan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 12:21:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=36#comment-28</guid>
		<description>Setuju....
Seorang wanita mempunyai 2 peran dalam hidupnya. Yaitu peran domestik dan peran publik. Peran domestik berhubungan dengan posisinya di dalam lingkup keluarganya, baik sebagai anak, istri atau seorang ibu. Dan peran publik berhubungan dengan kedudukannya dlm masyarakat. 
Kedua ruang lingkup keberadaan wanita tersebut sama-sama membutuhkan kemampuan berbicara. Sebagai seorang ibu dan istri, wanita harus memiliki kemampuan berbicara sebagai fasilitator, negosiator dan komunikator agar jalannya roda rumah tangga  berputar sebagaimana mestinya, tidak ada sumbatan komunikasi antar anggota keluarga. Sebagai anggota masyarakat dalam dalam komunitasnya, kemampuan berbicara yang lebih kompleks diperlukan sesuai kedudukannya dalam komunitasnya itu. Apakah dia seorang daiyah, seorang guru, seorang direktur, seorang manajer, atau bahkan seorang anggota legislatif.
Bahkan ketika sedang menjalankan kewajiban kodrat nya, mengandung janin bakal manusia pun seorang wanita sebaiknya memiliki kemampuan berkomunikasi dengan janin yang dikandungnya, hingga saat lahir, menyusui dan membesarkannya komunikasi itu tetap akan berlanjut, mentransfer nilai-nilai moral dan kemanusiaan,bekal bagi si anak mengarungi hidupnya.
just another point of view;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju&#8230;.<br />
Seorang wanita mempunyai 2 peran dalam hidupnya. Yaitu peran domestik dan peran publik. Peran domestik berhubungan dengan posisinya di dalam lingkup keluarganya, baik sebagai anak, istri atau seorang ibu. Dan peran publik berhubungan dengan kedudukannya dlm masyarakat.<br />
Kedua ruang lingkup keberadaan wanita tersebut sama-sama membutuhkan kemampuan berbicara. Sebagai seorang ibu dan istri, wanita harus memiliki kemampuan berbicara sebagai fasilitator, negosiator dan komunikator agar jalannya roda rumah tangga  berputar sebagaimana mestinya, tidak ada sumbatan komunikasi antar anggota keluarga. Sebagai anggota masyarakat dalam dalam komunitasnya, kemampuan berbicara yang lebih kompleks diperlukan sesuai kedudukannya dalam komunitasnya itu. Apakah dia seorang daiyah, seorang guru, seorang direktur, seorang manajer, atau bahkan seorang anggota legislatif.<br />
Bahkan ketika sedang menjalankan kewajiban kodrat nya, mengandung janin bakal manusia pun seorang wanita sebaiknya memiliki kemampuan berkomunikasi dengan janin yang dikandungnya, hingga saat lahir, menyusui dan membesarkannya komunikasi itu tetap akan berlanjut, mentransfer nilai-nilai moral dan kemanusiaan,bekal bagi si anak mengarungi hidupnya.<br />
just another point of view;)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
