Lutviah.Net Catatan Kecil Tentang Komunikasi

Jurus Untuk Jadi Cewek Kredibel

09.06.2008 · Posted in Resensi Buku

Semua orang pasti pernah berbicara, diskusi tentang pelajaran sekolah, mengobrol dengan keluarga, atau bergosip-gosip ria bersama teman-teman.Tapi apakah pembicaraan kita bermanfaat untuk orang lain? Sudahkah lidah kita ini kita pergunakan dengan baik? Untuk saling menasihati, berdiskusi, berkata hal-hal yang baik, atau hanya sekedar bergosip seperti wanita-wanita pada umumnya? ;) Maaf, aku tidak bermaksud menjudge bahwa wanita adalah si tukang gosip (aku juga ngerasa kesindir donk, aku kan juga cewek;) ). Tapi memang pada kenyataannya, wanita lebih banyak bicara daripada kaum pria. Dalam sehari, wanita bisa berbicara lebih dari 20.000 kata, 13.000 lebih banyak daripada pria. Tapi mengapa justru lelaki yang lebih mendominasi pasar kerja? sebagai komunikator misalnya. Padahal, jika wanita lebih meningkatkan kecerdasan berbicaranya, tentu wanita akan lebih expert daripada lelaki. Karena, wanita menggunakan lebih banyak sel otak untuk bicara daripada pria. Bahkan, menurut Dr. Brizendine, wanita memiliki 8 jalur “jalan raya” super untuk memproses emosi, sedangkan pria hanya mempunyai sebuah “jalan kecil”, sehingga pria lebih tertinggal dalam berhubungan dengan emosi daripada wanita. Karena itu, percayalah bahwa wanita memiliki potensi yang besar untuk menjadi pembicara yang sukses.

Ketika kita mulai berbicara di depan umum, apa yang kita rasakan? malu, takut, gugup, dan segala perasaan aneh berkecamuk dalam hati. Perasaan itu pasti pernah dirasakan oleh setiap orang, apalagi bagi pemula.Seorang pembicara handal, tidak begitu saja berani ngomong cas-cis-cus di depan khalayak ramai, tapi ia harus berlatih sedikit demi sedikit untuk mengikis perasan-perasaan itu ketika berbicara.Kalau kita tidak dapat mengendalikannya dengan baik, itu dapat berakibat fatal bagi diri kita.

Seperti yang terjadi ketika aku mengikuti English Speech Contest di Anyer. Saat itu, setiap peserta harus menyampaikan pidatonya selama 5-7 menit disertai wawancara dari 4 juri. Satu persatu peserta menyampaikan pidatonya, ada yang lancar, ada juga yang merasa kesulitan. Sampai ketika seorang peserta dari kabupaten lain mulai menyampaikan pidatonya, ia sudah gemetar dan tidak berbicara apapun selain “Assalamualikum.Wr.Wb” dan opening yang sangat berantakan dan tersendat-sendat, sampai akhirnya ia pingsan di diatas mimbar, padahal sebelumnya ia adalah juara kabupaten. sangat memalukan bukan? bayangkan jika hal itu terjadi pada kita? :( Kita tidak hanya mempermalukan diri kita sendiri, tapi juga mempermalukan sekolah dan kabupaten kita. Karena itu, berlatihlah berbicara dari sekarang, singkirkan segala penghalang, dan jadilah cewek kredibel!! :)

Ketika kita berbicara, jadilah Ariel Si Putri Duyung dan Bella dalam cerita “Si Cantik dan Si Buruk Rupa”. Jadilah Ariel, seorang wanita yang selalu melihat masalah dengan optimis, sehingga ia mampu meraih impiannya untuk menikah dengan sang pengeran. Ketika kita menghadapi masalah mental ketika tampil bicara, jadilah si optimis yang bisa mengendalikan perasaan sehingga kita dapat tampil dengan optimal. Dan jadikan diri kita Bella, seorang wanita penolong yang merasa dirinya mempunyai kemampuan lebih daripada orang lain (bukan sombong lho ya,…) sehingga ia selalu siap dan ada pada saat dibutuhkan. Ketika kita tiba-tiba ditunjuk untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas, jadilah Bella yang selalu siap menghadapi segala sesuatu. Percayalah kalau kita bisa melakukannya. Jadilah penolong dengan menjelaskan hasil-hasil diskusi dan ilmu yang kita punya, sehingga teman-teman kita yang lain dapat lebih faham. Asyik kan jadi Ariel dan Bella? ;)

Buku ini memberikan semangat kepada kita para wanita untuk berani berbicara di depan umum, menyingkirkan rasa malu, grogi, dan rasa takut yang berkecamuk dalam hati kita ketika berbicara. Femi Olivia ( Penulis buku “Jurus untuk jadi cewek kredibel”) berusaha meyakinkan pembacanya untuk berani berbicara, berani bermimpi, dan berani membuat sebuah perubahan. Wanita tidak lagi hanya seseorang yang diam di rumah sebagai ibu rumah tangga, atau seorang wanita karier yang dari tahun ke tahun kariernya tidak juga menanjak. Kita diajak untuk berani menjadi seorang Oprah Winfrey, seorang pembicara handal dan sukses berkat kepiawaiannya berkomunikasi. Kita bisa menjadi Cyndi Kaplan, Chin-Ning Chu, dan wanita-wanita hebat lainnya dengan potensi yang kita miliki. Buku ini menyadarkan kita untuk tidak perlu takut lagi dalam berbicara. Buku ini berisi trik-trik menyingkirkan rasa takut, malu, tidak pede, dan segala sesuatu yang menghalangi kita dalam public speaking. Namun, menurut aku masih ada sedikit kekurangan dalam buku ini, yaitu pada segi bahasanya yang kurang menarik, sehingga para pembaca apalagi remaja kadang-kadang boring dengan materi yang disajikan (tapi itu menurutku aja lho, kalo ada yang kurang setuju, comment aja ya ;) ).

2 Responses to “Jurus Untuk Jadi Cewek Kredibel”

  1. Setuju….
    Seorang wanita mempunyai 2 peran dalam hidupnya. Yaitu peran domestik dan peran publik. Peran domestik berhubungan dengan posisinya di dalam lingkup keluarganya, baik sebagai anak, istri atau seorang ibu. Dan peran publik berhubungan dengan kedudukannya dlm masyarakat.
    Kedua ruang lingkup keberadaan wanita tersebut sama-sama membutuhkan kemampuan berbicara. Sebagai seorang ibu dan istri, wanita harus memiliki kemampuan berbicara sebagai fasilitator, negosiator dan komunikator agar jalannya roda rumah tangga berputar sebagaimana mestinya, tidak ada sumbatan komunikasi antar anggota keluarga. Sebagai anggota masyarakat dalam dalam komunitasnya, kemampuan berbicara yang lebih kompleks diperlukan sesuai kedudukannya dalam komunitasnya itu. Apakah dia seorang daiyah, seorang guru, seorang direktur, seorang manajer, atau bahkan seorang anggota legislatif.
    Bahkan ketika sedang menjalankan kewajiban kodrat nya, mengandung janin bakal manusia pun seorang wanita sebaiknya memiliki kemampuan berkomunikasi dengan janin yang dikandungnya, hingga saat lahir, menyusui dan membesarkannya komunikasi itu tetap akan berlanjut, mentransfer nilai-nilai moral dan kemanusiaan,bekal bagi si anak mengarungi hidupnya.
    just another point of view;)

  2. #Wulan: Yup, setuju banget bu wulan! Wanita memang seharusnya memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Jangan hanya asal angguk2 geleng2 saja ;)

Leave a Reply