<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mengkritisi Budaya Belajar Kita</title>
	<atom:link href="http://lutviah.net/2008/09/05/mengkritisi-budaya-belajar-kita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lutviah.net/2008/09/05/mengkritisi-budaya-belajar-kita/</link>
	<description>Catatan Kecil Tentang Komunikasi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jul 2010 13:33:53 -0500</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: zainal</title>
		<link>http://lutviah.net/2008/09/05/mengkritisi-budaya-belajar-kita/comment-page-1/#comment-736</link>
		<dc:creator>zainal</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 07:36:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=3#comment-736</guid>
		<description>weleh...weleh.....gitu aza ko&#039;repot.....yg nmY cri ilmu tuh bs dmn sj..bs bljr dari alam, lingkungan sekitar kita, budaya dan tradisi kita etc.,. nabi aza sampai ngomng&quot;Uthlubul &#039;ilma walau bi shin&quot; (tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negri cina) yang bermakna mncari ilmu itu tak terbatas waktu, ruang dan masa...trus bagaimana dengan pola pikir masyarakat yg &quot;kadung&quot;/kepalang basah bercorak PRAGMATIS??? ya mau gimana lg.....yg jelas untuk masa yang akan datang QT lah yang menentukan apakah budaya PRAGMATIS tetap diprtahankan atau??????????? mlah tambah parah he..........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>weleh&#8230;weleh&#8230;..gitu aza ko&#8217;repot&#8230;..yg nmY cri ilmu tuh bs dmn sj..bs bljr dari alam, lingkungan sekitar kita, budaya dan tradisi kita etc.,. nabi aza sampai ngomng&#8221;Uthlubul &#8216;ilma walau bi shin&#8221; (tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negri cina) yang bermakna mncari ilmu itu tak terbatas waktu, ruang dan masa&#8230;trus bagaimana dengan pola pikir masyarakat yg &#8220;kadung&#8221;/kepalang basah bercorak PRAGMATIS??? ya mau gimana lg&#8230;..yg jelas untuk masa yang akan datang QT lah yang menentukan apakah budaya PRAGMATIS tetap diprtahankan atau??????????? mlah tambah parah he&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Danu</title>
		<link>http://lutviah.net/2008/09/05/mengkritisi-budaya-belajar-kita/comment-page-1/#comment-49</link>
		<dc:creator>Danu</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 06:39:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lutviah.net/?p=3#comment-49</guid>
		<description>Andaikan achievement yang kita dapat dari bangku sekolah tidak melulu berupa nilai maka saya kira kejadian2 diatas bisa di netralisir.Banyak teman2 saya (terutama di bangku kuliahan) dengan nilai pas-pasan kemampuan di jurusannya jauh diatas teman2 mereka yang nilainya aduhai... bahkan teman2 dengan nilai aduhai tersebut berguru kepada teman saya yang nilainya pas-pasan tadi namun kembali lagi banyak orang yang silau (heran aku...) sama IPK diatas 3 padahal nilai bisa didapat dari banyak cara ga hanya contekan tapi juga keberuntungan... sudah banyak sekali contohnya, mungkin nanti kalo dek Via masuk perguruan tinggi akan menemui fenomena ini... 
yang pasti sebagai generasi muda yang haus akan ilmu pengetahuan kita seharusnya mulai bersikap bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya didapat dari bangku sekolah/kuliah, bahwa ilmu ada dimana2 (seperti di google misalnya...) sehingga meminimalisir pandangan sempit tentang belajar yang berorientasi terhadap nilai....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Andaikan achievement yang kita dapat dari bangku sekolah tidak melulu berupa nilai maka saya kira kejadian2 diatas bisa di netralisir.Banyak teman2 saya (terutama di bangku kuliahan) dengan nilai pas-pasan kemampuan di jurusannya jauh diatas teman2 mereka yang nilainya aduhai&#8230; bahkan teman2 dengan nilai aduhai tersebut berguru kepada teman saya yang nilainya pas-pasan tadi namun kembali lagi banyak orang yang silau (heran aku&#8230;) sama IPK diatas 3 padahal nilai bisa didapat dari banyak cara ga hanya contekan tapi juga keberuntungan&#8230; sudah banyak sekali contohnya, mungkin nanti kalo dek Via masuk perguruan tinggi akan menemui fenomena ini&#8230;<br />
yang pasti sebagai generasi muda yang haus akan ilmu pengetahuan kita seharusnya mulai bersikap bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya didapat dari bangku sekolah/kuliah, bahwa ilmu ada dimana2 (seperti di google misalnya&#8230;) sehingga meminimalisir pandangan sempit tentang belajar yang berorientasi terhadap nilai&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
