Pentingnya Flash Back dalam Pidato

Ada sebuah kalimat yang sering aku dengar di sekolah, yaitu bangsa yang hebat adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Awalnya kalimat itu hanya ku anggap sebagai angin lalu saja. Bukankah sebagai manusia kita seharusnya menatap masa depan? Tapi lama-kelamaan aku sadar bahwa dalam kalimat tersebut tersimpan makna yang dalam, yaitu sejarah dapat mengajari kita banyak hal dan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan kita.

Begitu juga dalam pidato, ketika kita menyelipkan catatan sejarah di dalamnya maka pidato kitapun akan terasa lebih bermakna. Mengapa demikian? Karena sejarah merupakan sesuatu hal yang pernah terlewati oleh setiap manusia. Setiap orang memperoleh pengalaman dan pelajaran dari sejarah yang penah ia lewati atau ia dengar. Karena itu ketika kita menceritakan tentang suatu hal di masa lampau, maka para pendengarpun akan semakin tertarik dengan pidato kita. Karena saat itu mereka ikut mengingat, merasakan, dan membayangkan kejadian yang sedang kita ceritakan.

(more…)

Kita ini Orang Hebat

Masa sekolah adalah masa-masa dimana kita berkembang dan berjuang. Masa dimana kita menggali dan mencari jati diri dan core competence yang kita miliki. Aku ini siapa? Kelebihanku apa? Kelemahanku apa? Aku akan jadi apa? Pertanyaan itu lah yang sering kali bercarut marut dalam fikiran kita sebagai anak muda ;)

Ironisnya, sering kali kita tidak menyadari kelebihan-kelebihan yang tertanam dalam diri kita.Tanpa kita sadari, mungkin kita seorang pengarang hebat, penghasil ide-ide cemerlang, bahkan mungkin seperti si jenius Lintang. Kelebihan-kelebihan yang tertidur yang tak juga terbangunkan.. Mungkin karena tertutup malas, pacaran, atau keseringan jalan-jalan ;)
(more…)

Process is More than Result

Ada sebuah pertanyaan yang sering teman-temanku tanyakan, “Menurutmu mending cerdas atau pintar?”. Mungkin bagi sebagian orang cerdas dan pintar memiliki arti yang sama, tapi menurutku kedua hal itu berbeda. Cerdas adalah sebuah keadaan dimana seseorang mampu menangkap sebuah informasi dengan cepat tanpa harus berusaha dengan keras, sedangkan pintar adalah suatu keadaan dimana seseorang dapat mengerti suatu hal setelah bekerja keras sebelumnya. Awalnya pertanyaan temanku itu selalu ku jawab dengan kata “cerdas”, karena ku fikir enak kan jika kita bisa meraih suatu hal dengan mudah tanpa harus berusaha. Tapi lambat laun, fikiran itu mulai lenyap. Lenyap bersama kegagalan-kegagalan yang aku alami, pengalaman serta pergaulanku yang semakin luas.

(more…)

Suka Duka UN 2009

Bagi siswa siswi kelas 3 tingkat SMP atau SMA pasti sudah tidak asing lagi dengan dengan yang namanya UN alias Ujian Nasional. Bukan karena kesukaan apalagi harapan, tapi karena ujian itulah yang sering membuat hati para siswa deg degan ;) . Bagaimana tidak, keputusan pemerintah untuk menaikkan standar kelulusan setiap tahun membuat para siswa tertekan hingga nyari nyari contekan :( . Berbagai pemberitaan di media menyebutkan bahwa setiap tahun selalu terjadi berbagai kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional. Ironisnya, bagi sebagian pelajar UN bukannya dijadikan sebagai suatu motivasi tapi malah hanya untuk ditakuti-takuti :( .

Tanggal 20-24 April kemarin Ujian Nasional tingkat SMA diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia.Untuk SMK, materi yang diujikan dalam UN hanya bidang study matematika, bahasa indonesia dan bahasa inggris. Sedangkan untuk SMA ditambah materi lain tergantung jurusannya masing-masing. Untuk jurusan IPS, materi tambahan yang diujikan adalah sosiologi, sejarah dan geografi. Sedangkan untuk jurusan IPA, materi yang ditambahkan adalah fisika, kimia dan biologi.

(more…)

Sukses Pidato dengan 3 V

Setelah hampir 4 tahun berkelana dalam dunia pidato sekolah, aku masih belum mengerti betul tentang kiat-kiat khusus dalam berpidato. Akhirnya sembari blog walking kesana kesini, aku menemukan sebuah artikel dalam blog Pak Ronny tentang kiat-kiat sukses dalam marketing. Salah satunya adalah mengenai 3 V, yaitu Verbal, Vokal dan Visual. Meski pembahasannya tentang kiat-kiat dalam pemasaran, tapi tips-tips ini juga sangat bermanfaat bagi speaker-speaker pemula seperti kita ;) .

Verbal atau pemilihan kata merupakan hal penting yang menentukan kesuksesan pidato seseorang. Tentunya sebelum berpidato, kita telah mempertimbangkan hal apa saja yang akan disampaikan, dimana kita akan berpidato, dan dihadapan siapa saja. Misalnya kita berpidato dalam acara perpisahan sekolah, tentu kata-katanya pun akan jauh berbeda dengan pidato dalam acara ulang tahun. Kita harus dapat memilih dan memilah dengan baik terhadap apa yang akan kita sampaikan.

(more…)

Debat Parlemen Australasia

Bagi kamu yang pernah mengenal debat khususnya di SMK, pasti sudah sering mendengar jenis format debat yang satu ini. Dari tahun ke tahun, dalam kompetisi debat di LKS (Lomba Kompetisi Siswa) selalu menggunakan format debat ini. Sebenarnya sih, terdapat beberapa jenis format debat, seperti american style, british, dan lain-lain. Tetapi selama berkeliaran di dunia perdebatan sekolah, format debat inilah yang peling sering aku gunakan ;) .  Sistem atau format debat ini sendiri diadopsi dari format debat yang ada di Parlemen Australia.

Dalam format debat australasia terdapat 2 pihak yang saling mendebat, yaitu Tim Afirmatif (Pihak Pemerintah) dan Tim Negatif (Pihak Oposisi). Masing-masing tim berusaha meyakinkan Dewan Juri (Parlemen) dengan menyampaikan argumentasinya dengan jelas, tegas, dan culas ;) . Seperti terdapat dalam tulisanku sebelumnya, bahwa banyak hal yang dapat kita lakukan untuk meyakinkan dewan juri. Tak perlu dengan nada yang cepat atau suara yang seperti kilat, cukup dengan penyampaian argumentasi yang jelas dan nada suara yang pas, kita sudah bisa memenangkan hati juri. Dengan catatan, materi atau argumentasi yang kita sampaikan berbobot dengan fakta yang tidak asal comot ;) .

(more…)

Hiduplah Anakku, Ibu Mendampingimu

Aku benar-benar menangis. Setelah terpana dengan buku “Aku terlahir 500 gr dan Buta” karya Miyuki Inoue, hari ini aku membaca buku karangan ibunya yang menceritakan perjuangan hidupnya dalam membesarkan dan mendidik Miyuki. “Hiduplah anakku, Ibu mendampingimu” adalah buku yang menjawab semua kisah yang Miyuki ceritakan dalam bukunya terdahulu. Jika di buku Miyuki kita menyaksikan lika liku kehidupannya  yang penuh perjuangan untuk bisa tetap hidup, maka di buku ini kita menyaksikan bagaimana kasih sayang tulus mengalir dari seorang ibu, baik dalam bentuk pelukan, ciuman, maupun omelan. Kedua buku itu memperlihatkan kolaborasi indah antara kasih sayang seorang ibu dan anaknya.

Perjalanan Rangkasbitung- Jakarta benar-benar tak terasa dengan membaca halaman demi halaman buku ini. Tak terasa, aku sering kali menangis, tertawa, dan merenung ketika membacanya. Tanpa kusadari, ternyata banyak yang memperhatikan ;) mungkin mereka aneh karena aku menangis, tertawa, lalu senyum-senyum sendiri. Jangan-jangan mereka menyangka aku gila, amnesia, atau insomnia ;) . Ah, tapi aku tak peduli, yang penting buku ini harus selesai kubaca, harus ada sesuatu yang aku dapat, dan akan aku tulis disini.

(more…)

Speech…Siapa takut?

ketika pertama kali diminta pembina OSIS SMP untuk mengikuti lomba English Speech Contest, aku sama sekali tidak mengerti apa yang harus aku persiapkan. Tadinya aku fikir, teks pidato dan menghafal saja sudah cukup, tapi ternyata tidak! Banyak hal yang harus dikuasai untuk menjadi speaker yang baik. Bukan modal bacaan, hafalan, apalagi modal kecantikan ;) , tetapi modal yang harus kita persiapkan pertama kali adalah mental kita sendiri. Dalam hal public speaking, yang harus kita taklukan bukanlah materi yang kita sampaikan, melainkan para audience supaya tertarik dengan pidato kita. Jangan sampai gugup, takut, apalagi ribut ketika berbicara di depan, anggaplah kita sedang bercerita, berdiskusi dan saling berbagi inspirasi ;)

(more…)

Debate Skill Untuk Pemula

Bergelut di dunia perdebatan membuat aku memiliki keberanian lebih dalam hal public speaking. Sudah 2 tahun lebih semenjak aku memasuki dunia SMA aku dikenalkan dengan “English Debating Championship” di berbagai ajang lomba. Bagiku debat adalah suatu hal yang menyenangkan dan penuh tantangan. Karena itu, ditulisan ini akan aku share beberapa pengalamanku dan rahasia-rahasia suksesku dalam berdebat-debat ria ;) .

Debat adalah kegiatan adu argumentasi, adu suara, dan adu kemampuan berbicara. Pada debat-debat kompetitif biasanya sudah disediakan peraturan-peraturan bagi para pesertanya. Bagaimana menyampaikan argumentasi, mematahkan argumentasi lawan, struktur perdebatan dan tema yang akan dibahas. Jadi, kita tidak asal bicara atau berdebat seenaknya. Semua aspek yang kita tunjukan ketika debat berlangsung dinilai sepenuhnya oleh dewan juri. Jika kita melontarkan kata-kata kasar atau menghujat maka bersiap-siaplah mendapat potongan nilai dari sang dewan juri ;) . Biasanya nilai yang akan dikurangi adalah nilai manner. Makanya, berbicaralah dengan sesopan dan setegas mungkin tanpa mencaci atau memaki apalagi memutilasi :) .

(more…)

Mengikat Makna

Membaca bagi sebagian orang mungkin adalah sesuatu yang membosankan dan menjemukan. Sama dengan fikiranku sebelum membaca buku ini, “Mengikat Makna” buah karya penulis terkenal Hernowo. Buku ini secara langsung menyadarkan kita akan makna membaca. Tak hanya itu, Hernowo juga mengajarkan kita untuk mengikat ilmu yang kita dapat dengan menuliskannya. Sebuah kolaborasi yang tidak pernah aku fikirkan sebelumnya. Membaca dan menulis yang mungkin bagi sebagian orang apalagi pelajar mungkin adalah suatu hal yang biasa. Membuat karangan, membaca buku pelajaran, membaca novel atau teenlit, berlalu begitu saja tanpa manfaat yang dapat kita raih. Buku bagi sebagian orang hanyalah sebuah bacaan yang monoton dan tidak mengandung makna. Begitu juga bagiku, bahkan aku pernah berfikir, daripada membeli sebuah buku dan membacanya, lebih baik dipake shopping (biasalah anak muda ;) ) Tapi buku ini sekali lagi meruntuhkan semua pendapat itu.

(more…)